Global Warming

Maman Malmsteen 13.27.00

Pengertian Global Warming


Pemanasan bumi sebenarnya hal yang biasa, secara planet kita ini memang terus menghangat dan mendingin berkali-kali selama 4,65 milyar tahun sejarahnya.

Proses terjadinya begini; seperti yang kita tahu, bumi kita ini memiliki lapisan atmosfir yang melindunginya dari dampak radiasi sinar matahari. Setiap hari, panas matahari masuk ke bumi menembus lapisan atmosfir berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap bumi dan sisanya dipantulkan lagi ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.

Nah pada lapisan atmosfir bumi itu terdapat selimut gas yang biasa kita sebut dengan gas rumah kaca. Gas rumah kaca ini yang berfungsi menahan panas matahari agar tidak dilepas kembali seluruhnya ke angkasa sehingga bisa menjaga bumi tetap hangat.

Baca juga : Blue Lake, Danau Pemandian Para Dewa

Selama bumi masih dalam temperatur yang nyaman bagi hewan, tumbuhan dan manusia untuk bertahan hidup, yaitu 60oF/16oC, pemanasan bumi adalah hal yang baik. Masalahnya, ketika terjadi peningkatan konsentrasi gas rumah kaca yang melebihi dari batas normalnya, panas bumi akan terperangkap dan tidak bisa dipantulkan lagi ke angkasa dan bumi akan semakin panas. Proses inilah yang menyebabkan fenomena Global Warming.

Penyebab Pemanasan Global 

  •  Efek Rumah Kaca

Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan bumi.

Permukaan bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Baca juga : 5 Air Terjun Tertinggi di Indonesia

Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfir, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnyaEfek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 16 °C (60 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfir, akan mengakibatkan pemanasan global.

  • Efek Umpan Balik

Unsur penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfir. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. 

Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfir. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan  menyerap  lebih  banyak  radiasi  matahari.  Hal  ini  akan menambah pemanasan dan menimbulkan  lebih  banyak  lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Baca juga : Archicebus Kecil, Primata Tertua di Dunia

Dampak Pemanasan Global

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti  naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta suhu global cenderung meningkat.

Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.

Akibat-akibat global warming yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, gangguan ekologis, gangguan ekosistem, munculnya wabah penyakit dan punahnya berbagai jenis hewan.

Gradasi lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap  penyakit - penyakit  saluran  pernafasan  seperti  asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Baca juga : Mengenal Sungai-sungai Terpanjang di Indonesia

Pengendalian Pemanasan Global
Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfir dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

Berikut adalah tips mengurangi global warming untuk menyelamatkan bumi kita :
  • Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar.
  • Beli produk lokal.
  • Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas.
  • Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya.
  • Gunakan gelas yang bisa dicuci.
  • Berbelanjalah di lingkungan sekitar Anda. Akan sangat menghemat biaya transportasi dan BBM Anda, dan pastinya mengurangi global warming.
  • Tanam pohon setiap ada kesempatan.
  • Turunkan suhu AC Anda.
  • Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC.
  • Gunakan pemanas air tenaga surya.
  • Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes.
  • Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80 % dari lampu pijar biasa, dan mengurangi global warming.
  • Maksimalkan pencahayaan dari alam.
  • Hindari posisi stand by pada barang elektronik Anda!
  • Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-off-nya atau cabut kabel dari sumber listriknya.
  • Jika pengisian ulang baterai Anda sudah penuh, segera cabut!
  • Kurangi waktu dalam membuka lemari es Anda.
  • Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak.
  • Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan.
  • Gunakan ulang perabotan rumah Anda.
  • Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya, jangan menggunakan aerosol, yang memacu terjadinya global warming.
  • Hindari media bungkus plastik atau stereofoam (Berasal dari minyak bumi dan susah untuk diuraikan).
  • Gunakan kertas lebih sedikit. Matikan peralatan kantor Anda. Matikan dari sumbernya. Jangan dibuat stand by, matikan UPS dan trafo.
  • Gunakan e-banking. Memaksimalkan penggunaan e-banking akan menghemat banyak waktu dan biaya Anda.
  • Bagi industri, mulailah untuk menggunakan sumber energi yang dapat diperbaharui (tenaga angin, air, surya, dll).
  • Berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah transportasi darat!
  • Kurangi perjalanan bisnis Anda.
  • Menghilangkan Karbon Dioksida. Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya.

Masih ada banyak cara untuk mengurangi terjadinya global warming. Anda bisa turut andil di dalamnya dengan melakukan hal kecil, dimulai dari diri Anda dan keluarga Anda.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://www.mikirbae.com/2016/01/pemanasan-global-dan-dampaknya.html
http://www.academia.edu/12606359/artikel_pemanasan_global
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/M_K_D_U/196604251992032-ELLY_MALIHAH/ Bahan_Kuliah_PLSBT,_Elly_Malihah/GLOBAL_WARMING_POWER__POINT.pdf
http://www.slideshare.net/tedysaputra5076/pemanasan-global-53214211
http://www.academia.edu/11259474/makalah_pemanasan_global
https://www.facebook.com/one.man.one.tree/

Sahabat Untuk Selamanya

Maman Malmsteen 15.19.00
Drama 6 Pelaku : Sahabat Untuk Selamanya


Para pelaku :
1. Ima
2. Noni
3. Chaca
4. Tasya
5. Dira
6. Rahmat


Hari Selasa pagi, tampak anak-anak yang datang ke sekolah baru sedikit.  Pada saat itu, di kelas VIII-A tampak santai-santai karena tidak ada PR dan tidak ada ulangan.
Ima    : (masuk ke kelas dengan penuh keceriaan) “Hai teman-teman…”
Noni, Tasya, Chaca : “Hai….”
Chaca : “Tumben kamu pagi-pagi udah ceria, biasanya kan kalau pagi kamu suka cemberut.”
Ima     :”Ya  iyalah  ceria,  hari  ini gak  ada  PR, gak ada ulangan.  Apa Dira belum datang?”
Tasya  :”Belum, dari tadi juga kita lagi nunggu dia.”
Ima     :”Kenapa  dia  belum  datang  ya?  Biasanya  kan  dia berangkat suka pagi-pagi.  Apa dia  
               sakit ya?”   
Noni   :”Ya  mungkin,  tapi  kalau  Dira sakit suka kirim surat, suratnya kan suka dititipin sama si 
              Doni.”
Chaca :”Tapi  Si  Doni  kan  udah  datang,  kalau  dia  bawa  surat  dari Dira langsung dikasihin 
               sama kita.”
(Kemudian Dira datang dengan muka termenung)
Noni      : “Dir, kamu kenapa? Apa kamu sakit?”
Dira       : “Enggak kok, aku gak apa-apa.”
Tasya    : “Tapi kok muka kamu lesu banget?”
Ima        : “Iya, kenapa kamu?”
Dira       : “Aku gak apa-apa, kalian jangan khawatir.”
(Kemudian  bel  masuk  sekolah berbunyi dan siswa-siswi masuk ke kelasnya masing - masing.   Pada  saat  itu,  pelajaran  Bahasa Indonesia dan Pak Dedi tidak hadir karena ada keperluan pribadi, anak-anak pun diberi tugas untuk mengisi LKS.  Anak-anak tampak mengerjakan tugas.  Dan bel istirahat pun berbunyi, kemudian anak-anak mengumpulkan tugasnya.  Semua anak yang ada di kelas pergi ke kantin, kecuali Dira).
Noni     : “Dir, kamu mau ikiut ke kantin gak?”
Dira      : “Gak, aku lagi malas ke kantin.”
Noni     : “Oh, ya udah kami ke kantin dulu.”
Dira      : “Ya.”
Baca juga : Puisi Sunda Karya Ibnu Hajar Apandi
(Dira  pun  memikirkan  tagihan  SPP  karena  dia belum membayarnya  dan pada   saat   itu   juga  harus membayarnya.   Sempat   terlintas  di  pikirnya untuk   mengambil   uang   temannya   yaitu  Ima,  dan kebetulan  pada  saat istirahat di kelas tidak ada siapa-siapa).
Dira     : “Ma, ma’af aku ngambil uang kamu,  aku  juga  terpaksa.” ( sambil menengok ke kanan  dan ke  kiri,  kemudian  langsung  duduk  di tempat duduk) 
(Ima, Tasya, Noni pun masuk ke kelas)
Ima        : “Dir, kamu mau?”(sambil menyodorkan makanan)
Dira      : “Gak.”(dalam hatinya berkata,”Maafin aku ya, Ma!”)
Ima       : (Kemudian   Ima   membuka   tasnya  dan  melihat  kalau  uangnya tidak ada)
               “Teman-teman,  kalian  lihat uang aku gak? Tadinya ada di tas, tapi kok gak ada ya…?”
Tasya    : “Ya mana kita tahu, mungkin kamu lupa naroh.”
Ima        : “Enggak, aku yakin aku nyimpan uangnya di tas.”
Noni      : “Coba cari lagi, mungkin uangnya keselip dalam buku.”
Ima        : “Gak  ada” ( dengan  muka  panik )   “Dir,  kamu  tahu  gak dimana uang aku?”
Dira       : “Enggak.” (dengan muka gugup)
Rahmat : “Aku tahu kenapa uang kamu hilang.”
Ima        : “Kenapa?”
Rahmat : “Tapi kalian janji ya jangan marah!”
Ima        : “Iya.”
Rahmat : “Sebenarnya uang kamu dicuri.”
Ima        : “Dicuri? Sama siapa?”
Rahmat : “Sama Dira.”
Ima        : “Dira? Apa benar kamu Dira?”
Dira       : “Enggak kok” (tampak wajahnya gugup)
Rahmat  : “Dir, aku tadi lihat semuanya.  Maafin aku ya…”
Ima         : “Emang benar kamu?”
Dira        : “Iya, maafin aku ya…” (dengan muka gugup)
Tasya     : “Kenapa kamu melakukan itu?”
Noni       : “Iya, kenapa?”
Dira        : “Karena aku belum bayar SPP.”
Ima         : “Karena  itu  kamu  mencuri? Bukannya kamu bilang sama kami, kami juga pasti mau 
                  bantu kamu, iya gak teman-teman?” 
Noni, Rahmat, Tasya : “Iya.”
Dira         : “Aku  gak  mau  bikin  kalian repot.  Sekali lagi aku minta maaf.”
Ima          : “Gak  apa - apa kok, aku juga mengerti kenapa kamu melakukan itu.”
Dira         : “Kalian memang sahabat aku yang paling baik.”
Tasya       : “Ya iyalah, kita kan sahabat.”
Noni         : “Sahabat untuk selamanya.”
Tasya, Dira, Ima  : “Best Friends Forever.”

Puisi : Inilah Indonesia Saat Ini

Maman Malmsteen 13.15.00

 Inilah Indonesia Saat Ini


Kala aku kembali ke alam sadar
Nyata yang pahit kembali menyergap
Bau darah yang tumpah di berbagai tenpat
Amis, tak sedap dan memuakkan
Inilah Indonesia saat ini
Moral diinjak dijadikan alas kaki berdebu
Nyawa manusia dengan mudah melayang dari satu jiwa
Ribuan anak meratapi orang tua mereka
Wanita menangis saat hak mereka dicabik srigala kota
Dan hukum seakan-akan buta dan tuli
Menutup mata dan telinga dari jerit tidak adil anak negeri
Inilah Indonesiaku saat ini
Negeri yang dulu elok, namun sekarang penuh derita
Ketidakadilan yang merajalela
buat semakin banyak rakyat terhempas
Bencana alam dimana-mana
buat rakyat sengsara di bawah garis kemiskinan
Mana sumpah amukti palapa yang didengungkan Gajah Mada
Untuk kesatuan, kejayaan dan kesejahteraan nusantara
Inilah Indonesia saat ini
Negeri hijau di khatulistiwa yang akan hilang dari peta
yang jadi lautan merah penuh ratap tangis

Baca juga : Puisi Sunda Karya Ibnu Hajar Apandi
Baca juga : Drama 6 Pelaku : Sahabat Untuk Selamanya

Say No To Alkohol

Maman Malmsteen 12.56.00
Jendela Informasi - Permulaannya cuma coba-coba agar dibilang gaya. Padahal resikonya menyangkut nyawa. Minuman beralkohol memang berbahaya kok malah dibilang lambang pergaulan.

Alkohol yang rumus kimianya C2H2OH5(ethyl alcohol) memang bisa menyebabkan kepala pening dan pada puncaknya mengakibatkan rasa mual yang diikuti muntah. Setelah itu kaki seakan tak kuat menyangga tubuh.

Saat menenggak minuman keras, reaksi seperti kepala pening dan rasa mual tidak muncul seketika. Alkohol yang masuk mula-mula mengalir ke perut. Dari situ alkohol diserap ke aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh. Dan akhirnya sampai ke otak.

Reaksi pertama yang timbul adalah perasaan santai. Alkohol yang telah sampai ke otak menekan bagian otak yang mengatur kesadaran berpikir dan gerak. Hingga orang yang menenggak minuman keras merasa lebih bebas dan bisa tertawa lepas.

Kalau alkohol yang masuk ke dalam tubuh terus bertambah, reaksi pertama hilang digantikan kepala pening dan perut mual. Menurut penelitian, alkohol menyebabkan darah yang mengalir ke celebelum (bagian otak yang mengkoordinasikan gerak) berkurang. Sedangkan emosi yang tak stabil disebabkan ketidakseimbangan aktivitas metabolisme vortex (bagian otak yang mengatur kesadaran berpikir).

Tak ada ukuran yang pasti berapa banyak alkohol yang bisa membuat seseorang mabuk karena daya tahan tubuh manusia yang berbeda. Daya tahan ini terus meningkat kalau seseorang mengkonsumsi minuman keras secara tetap. Tapi pada umumnya, jika dalam satu liter darah terdapat lebih dari 150 miligram alkohol, orang pasti teler.

Reaksi pertama yang ditimbulkan alkohol, seseorang menjadi santai yang menyebabkan minuman keras disebut lambang pergaulan. Cuma, susahnya, tak ada yang bisa menjamin seseorang bisa mengontrol apakah ia minum hanya untuk merasa lebih santai atau keterusan menjadi pecandu minuman keras. Karena alkohol memiliki sifat yang sama dengan nikotin atau heroin yang bisa menyebabkan kecanduan (adiktif).

Dan ternyata dari banyak kasus terbukti bahwa para pecandu alkohol pada mulanya cuma terbujuk ajakan teman. Pengaruh teman dalam kelompok sebaya (peer group) memang kuat. Karena dalam kelompok itu dituntut beberapa syarat. Salah satunya kebersamaan.

Jadi jika seseorang masuk dalam satu kelompok, ia merasa wajib mengikuti acara yang digelar kelompoknya. Karena kadar kepatuhannya akan menentukan pandangan dan penerimaan teman-teman lain. Kepatuhan itu akan makin tinggi jika seseorang merasa mempunyai kekurangan dibanding teman-teman sekelompoknya. Untuk menutupi kekurangannya itu ia menunjukkan kesetiaan kelompok yang tinggi.

Tak jadi soal kalau kesetiaan kelompok itu menghasilkan hal yang positif, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Paling tidak ada tiga akibat buruk yang harus ditanggung kalau kecanduan alkohol.

Pertama akibat psikologis yang berlangsung tiga tahap. Tahap pertama, ia sulit mengingat kejadian-kejadian yang berlangsung saat ia menenggak minuman keras. Tahap kedua, kepribadiannya mulai berubah. Misalnya cepat marah, gampang melayangkan tangan atau suka bikin keributan.

Yang terakhir, ia tak peduli lagi dengan keadaan sekitar. Yang ada di dalam pikirannya hanyalah minuman keras. Jika tahap ini berlanjut, cuma ada dua pilihan. Menjadi gila atau mati. Kecuali cepat ditolong.

Sedang pada fisik, alkohol akan merusak hati. Prosesnya begini. Pertama hati akan terbakar, suatu kondisi yang disebut hepatitis alkohol. Lemak juga akan menumpuk di dalam hati. Kemudian sel-sel di hati mati dan digantikan selaput-selaput yang tak dapat berfungsi seperti sel-sel yang mati. Terakhir, hati akan mengembang lantas dengan cepat mengkerut. Selain itu, alkohol juga mengganggu kerja pankreas, otak, syaraf dan jantung.

Akibat ketiga selain ditanggung langsung oleh pecandu minuman keras juga diderita orang lain. Misalnya jika ia mengemudikan kendaraan saat mabuk kemungkinan kecelakaan jauh lebih besar dibanding orang yang tidak mabuk. Menurut pengamatan, para pemabuk menghadapi resiko kematian sampai delapan kali lebih besar ketimbang orang yang bukan peminum jika mengalami kecelakaan. Sedang cerita orang yang tewas karena ditabrak pengemudi mabuk sudah sering kita dengar.

Dengan semua resiko tadi, bukankah amat bodoh menerima tawaran menenggak minuman keras meski dengan alasan demi keakraban dan kebersamaan kelompok. Lebih baik bilang,"NO ALKOHOL!"