Kiat Sukses Menggapai Ramadhan

Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan bukanlah suatu yang asing bagi kita apalagi sudah Islam sejak bayi.  Namun, pernahkah kita menyadari ibadah selama Ramadhan tidak berbekas (atsar) pasca Ramadhan?  Rutinitas.  Itulah kata yang tepat menggambarkan perilaku ibadah rata-rata kaum muslimin di  bulan Ramadhan hingga antara Ramadhan kemarin dan saat ini mungkin sama saja.  Giat beribadah selama Ramaddhan lalu menurun secara drastis pasca Ramadhan.

Tidak salah apabila kita menyimak petuah dari ulama terkenal Asy Syaikh Khalid Abdurrahman As Darwisy dalam kitab Nashoih Ramadhaniyah.
  • Jadikan Ramadhan sebagai bulan muhasabah (perhitungan diri) dan titik tolak untuk memperbaiki hidupmu.
  • Berusahalah untuk selalu shalat berjamaah, baik wajib maupun tarawih.
  • Hindari berlebih-lebihan dalam menggunakan harta agar dapat bersedekah.
  • Tanamkan itikad (niat) yang kuat untuk meneruskan kebiasaan yang baik di bulan Ramadhan kepada bulan-bulan berikutnya.
  • Mampu mengambil pelajaran dari situasi zaman agar tidak menghabiskan umur menjadi percuma.
  • Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah dan beramal, bukan bulan tidur dan malas.
  • Biasakan lidahmu untuk selalu berzikir kepada Allah.
  • Ketika engkau menahan lapar, ingatlah bahwa kamu ini lemah yang selalu terikat dengan nikmat makanan pemberian dari Allah. Laa hawla walaa quwwata illa billah (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah).
  • Ambillah kesempatan yang baik untuk selalu memberi manfaat atau mengambil manfaat.
  • Ketahuilah, amal itu amanat, evaluasi dirimu apakah sudah melaksanakan dengan semestinya.
  • Bersegeralah meminta maaf kepada orang yang pernah kamu aniaya sebelum ia mengambil kebaikanmu.
  • Bersegeralah memberi buka kepada yang saum agar kamu mendapat pahala lebih.  Apalagi memberi makan kepada orang saum tidak akan mengurangi pahala sedikit pun dari orang tersebut.
  • Yakinlah bahwa Allah Maha Mulia, Maha Pengasih, dan selalu menerima tobat, sekalipun siksaannya amat dahsyat.
  • Apabila kamu melakukan maksiat dan Allah menutupinya, ketahuilah bahwa hal itu adalah peringatan bagimu agar cepat tobat dan bertekad menjauhi kemaksiatan itu.
  • Ketahuilah, Allah membolehkan kita untuk santai dengan yang tidak haram, tetapi jangan kehilangan kesempatan untuk menambah kebaikan.
  • Berusahalah untuk menambah pemahaman tafsir Al-Qur'an, Hadits Nabi, Sirah Nabawi, serta ilmu-ilmu agama sebab menuntut ilmu itu bagian dari ibadah.
  • Jauhilah berkumpul dengan orang fasik dan berusahalah bersahabat dengan orang-orang saleh.
  • Sesungguhnya bersegera pergi ke masjid menunjukkan besarnya kerinduan, nikmatnya ibadah dan bermunajat kepada Allah SWT.
  • Berusahalah untuk memberi nasihat kepada orang yang kurang pemahaman agamanya dan dekat kepadamu sebab mereka lebih banyak menerima darimu dari pada orang lain.
  • Janganlah memperbanyak macam-macam makanan di waktu berbuka sebab bisa menyibukkan keluarga dan menghalangi ibadah di bulan Ramadhan.
  • Kurangi oergi ke pasar/pusat perbelanjaan di malam Ramadhan khususnya pada 10 malam terakhir karena menurut hadits Nabi, pada 10 malam terakhir terjadi lailatulkadar yang lebih baik dari 1000 bulan.
  • Ketahuilah, Ramadhan ini penuh berkah dan seperti tamu yang datang dan pergi tanpa akan kembali lagi.
  • Bersemangat untuk qiyamul lail pada 10 malam terakhir sebab terdapat malam yang mulia yaitu lailatulkadar.
  • Yakinilah hari Ied adalah hari bersyukur kepada Allah, jangan dijadikan hari kebebasan.
  • Ingatlah pada hari gembira itu (hari Ied) kepada anak-anak yatim dan fakir miskin agar kamu membantu mereka.
  • Hindari buka saum tanpa alasan yang jelas sebab hal itu tidak bisa di-qadha (diganti) walaupun saum seumur hidup.
  • Berusahalah untuk itikaf di masjid, sekalipun sedikit.
  • Bertakbirlah dengan suara keras di malam Ied sampai dengan pergi ke tempat shalat.
  • Berniatlah untuk saum sunat di luar bulan Ramadhan.
  • Hisablah segala urusanmu diantaranya memelihara shalat jamaah, zakat, silaturahmi, birrul walidaini (berbakti kepada orangtua), perhatian kepada tetangga, memaafkan dan minta maaf, tidak berlebih-lebihan, mendidik anak, memperhatikan urusan umat Islam, tidak mengutamakan diri sendiri, selalu respon kepada kebaiakan, menghindari dari riya, mencintai saudaramu seperti mencintai diri sendiri, berjuang untuk memperbaiki orang lain, tidak menggunjing orang lain, membaca Al Qur'an dan menghayati maknanya, serta khusyu ketika mendengar bacaan Al Qur'an.
Semoga kita berhasil meraih predikat takwa di penghujung Ramadhan (Q.S. Al-Baqarah: 183) dan mempertahankannya 11 bulan kemudian.