Mengenang Sebelas Kemuliaan Ramadhan

Sambil iktikaf di penghujung Ramadhan, tentu mengasyikkan pula bila kita merenungi sebelas kemuliaan dan keistimewaan Ramadhan.  Ensiklopedi Islam (1994) dan referensi lainnya menjelaskan kemuliaan dan keistimewaan bulan kesembilan tahun Hijriyah tersebut.

Pertama, Ramadhan merupakan satu-satunya nama bulan yang terdapat dalam Al Quran sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al Baqarah ayat 185, "Ramadhan bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda.  Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain."

Kedua, bulan diturunkannya Al Quranulqarim (Nuzulul Quran).  Ketiga, Allah SWT meridloi pada bulan Ramadhan diturunkannya Al Quran yakni suatu malam yang memiliki nilai lebih baik dari pada seribu bulan sebagaimana tercantum dalam Q.S.  Al Qadr ayat 3.

Keempat, merupakan bulan diwajibkannya berpuasa bagi orang-orang yang beriman, terkecuali bagi mereka yang uzur, sakit, dan musafir, sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al Baqarah ayat 183.

Kelima, Allah SWT melimpahkan pahala yang sangat tinggi kepada orang-orang yang melaksanakan amal saleh pada bulan tersebut.  Keenam, bulan dibukakannya pintu surga dan bulan pelepasan diri dari siksa neraka.  Ketujuh, sebagai kafarat dosa-dosa sampai Ramadhan berikutnya sepanjang dosa-dosa yang terjadi antara waktu shalat dan dari Jumat ke Jumat berikutnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan adalah kafarat diantaranya selama tidak dilakukan dosa-dosa besar."

Kedelapan adalah bulan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan puasa dengan ikhlas sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan betul-betul karena dan mengharap ridlo Allah SWT, dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni Allah SWT."  Bahkan saking mulianya bulan tersebut sampai ada yang menyebutnya sebagai Syahr Allah atau bulan Allah karena Allah SWT akan memberikan pahala besar yang langsung diberikan-Nya kepada orang-orang yang beramal saleh di bulan tersebut.

Kesembilan, diangkatnya Rasulullah SAW sebagai rasul Allah SWT.  Kesepuluh, keistimewaan lainnya bulan yang sangat mulia tersebut adalah "kemenangan besar" Rasulullah bersama kaum Muslimin dalam Perang Badar.  Perang antara kamu musyrikin Quraisy Mekah dengan kaum Muslimin yang hijrah dari Mekah bersama kaum Anshar terjadi pada 17 Ramadhan.  Meskipun pasukan kaum Muslimin hanya 313 prajurit dengan 70 ekor unta, mereka mampu mengalahkan pasukan kaum musyrikin Quraisy yang berjumlah 1.000 orang.

Kesebelas, momentum Ramadhan tercatat pula dalam sejarah Islam sebagai Fath atau ditaklukannya Kota Mekah oleh kaum Muslimin serta memusnahkan segala berhala yang disembah kaum musyrikin di sekitar dan di dalam Kabah.

Selain itu, masih banyak sejumlah pujian terhadap bulan suci Ramadhan, seperti syahr ala-i atau bulan yang penuh nikmat dan limpahan ramhat, syahr al-juud atau bulan kedermawanan, syahr al-muwaasah atau bulan memberikan pertolongan kepada orang-orang yang berhajat, syahr as-sabri atau bulan latihan bersabar atas penderitaan dengan rela hati.

Syahr arrahmah atau bulan saat Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, dan syahr al-iid atau bulan yang akhirnya disambut dengan hari raya.  Demikianlah kemuliaan dan beberapa keistimewaan bulan suci Ramadhan ini.