Cara Memiliki Bentuk P4yud4ra Yang Terjaga Dan Tampilan Fisik Yang Sehat

Jendela Informasi - Manusia seringkali mempermasalahkan ukuran. P4yud4ra pun tak luput menjadi hal yang dipermasalahkan ukurannya, apalagi bila berdalih soal penampilan. Padahal, fungsi dan kesehatannya jauh lebih penting untuk diperbincangkan.

Setiap perempuan pada dasarnya memiliki bentuk p4yud4ra yang berbeda dengan berbagai ukuran. Secara fisik, bentuknya pun mengalami perubahan alami seiring bertambahnya usia dan pemanfaatannya untuk menyalurkan air susu ibu (ASI).

Meski begitu, tetap saja, ada perempuan yang sering membandingkan bentuk p4yud4ra dengan sesamanya. Terkadang, muncullah pertanyaan mengapa milikku terlalu besar atau terlalu kecil, dan sebagainya.

Tak sedikit perempuan sering membandingkan bentuk p4yud4ranya dengan perempuan lain yang dilihatnya, meskipun itu dibalut pakaian. Apalagi ia sudah memiliki satu anak, ada perasaan kurang percaya diri karena perubahan bentuk p4yud4ranya setelah masa menyusui.

Yah, walaupun katanya yang penting sehat, tetapi tetap saja kalau p4yud4ranya bagus, penampilan juga jadi lebih percaya diri. Apalagi kalau pakai baju yang pas badan. Mau enggak mau, perempuan memang memikirkan p4yud4ra, apalagi kalau untuk tampil menarik saat bersanding dengan suami.

Selera lawan jenis itu sering kali dijadikan alasan. Padahal, kalau bicara selera, pastinya berbeda satu sama lain. Oleh karenanya, tidak ada takaran pasti mengenai berapa ukuran dan bagaimana bentuk p4yud4ra yang indah dalam persepsi umum itu.


Menurut Monty P Soemitro, dokter ahli bedah onkologi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, ukuran p4yud4ra pastilah bervariasi karena bergantung kepada banyak hal. Ada sifat genetik serta perbandingan antara jaringan lemak dan jaringan lainnya di p4yud4ra. Selain itu, pola hidup seperti pola makan dan olah raga juga turut mempengaruhi. Mereka yang sering berolah raga, pastilah kelenjar lemak di p4yudar4nya lebih sedikit dan malah ototnya yang membesar.

Karena ukuran itu berbeda-beda, setiap perempuan harus cermat memilih penyangga p4yud4ra atau bra yang sesuai untuk kesehatan dan kenyamanan p4yud4ranya masing-masing. Bra yang kebesaran tidak bisa menyangga p4yud4ra dengan baik sehingga ia tetap berada dalam posisi menggantung. Kalau kekecilan, malah akan mencekaki p4yud4ra itu.

Untuk kekencangannya, perempuan semasa muda umumnya memiliki bentuk p4yud4ra yang kencang. Hal itu memang akan mengalami perubahan saat perempuan melewati proses menyusui meski berbeda tingkatannya satu dengan yang lain.

Ketika hamil 9 bulan, kelenjar ASI mulai berproduksi. Ketika masuk siklus menyusui, semua kelenjar di p4yud4ra mengembang dan membesar. Selama 2 tahun menyusui, kelenjarnya terus memproduksi mengakibatkan ligamen cooper (jaringan yang posisinya di p4yud4ra atas) melar. Itu tidak akan kembali lagi. Seperti halnya perut sehabis melahirkan.

Bila ingin dikencangkan, bisa saja melalui olah raga, meski p4yud4ra besar tetap akan besar dan kecil tetap kecil karena hormon dan gen serta ditambah pola hidup sudah mempengaruhinya.

Tampilan fisik p4yud4ra memang penting. Bukan untuk dibahas bentuk dan ukurannya, melainkan bagaimana tampilan yang sehat. Apalagi bila tampilan fisik itu bisa dijadikan alarm kalau-kalau ada masalah dengan kesehatan p4yud4ra. P4yud4ra yang sehat artinya tidak ada benjolan atau luka. Luka bisa muncul karena infeksi akibat p4yud4ra tidak dirawat atau karena tertular penyakit TBC.

Sementara itu, benjolan bisa berarti tumor jinak atau tumor ganas yang muncul karena pengaruh genetik dan hormonal. Hormon ikut berpengaruh bila sudah terjadi ketidakseimbangan, hormon estrogen menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Hal ini disebabkan karena kondisi di indung telur atau karena pengaruh luar, misalnya konsumsi pil hormon dan makanan berkolesterol tinggi. Saat makanan berkolesterol tinggi dikonsumsi, maka beberapa tahap peningkatan hormon terjadi sehingga tidak seimbang.

Faktor makanan itu memang tidak bekerja langsung karena makanan memberi pengaruh dulu ke indung telur. Ketidakseimbangan yang berlangsung lama itu nantinya menimbulkan keluhan di p4yud4ra.

Keluhan p4yud4ra secara fisik adalah puting p4yud4ra yang mengeluarkan cairan bersifat abnormal. Cairan puting yang normal adalah ASI ketika menyusui. Kalau tidak menyusui dan tidak hamil tetapi keluar cairan dari puting, entah itu darah atau seperti getah mentimun, maka ada sesuatu yang tidak baik.

Untuk mendapatkan bentuk p4yud4ra yang terjaga dan tampilan fisik yang sehat, berikut tipsnya. Pertama adalah jangan membiarkan p4yud4ra berlama-lama menggantung karena ligamen cooper akan memanjang ke bawah. Oleh karenanya, pilih bra yang sesuai dengan ukuran.

Kedua, konsumsi makanan yang rendah lemak supaya hormon seimbang. Tanda-tanda awal hormon tidak seimbang adalah p4yud4ra yang terasa nyeri dan meregang, padahal sedang tidak menstruasi.

Ketiga, lakukan olah raga yang teratur. Latihan fisik itu akan menimbulkan pembakaran lemak sehingga hormon yang tadinya tinggi bisa menjadi turun. Dan, ketika olah raga pun gunakan bra yang sesuai.

Keempat, saat menyusui, berikan ASI menggunakan p4yud4ra kiri dan kanan secara bergantian. Bila anak sudah terlanjur tidur saat baru menyusui sebelah p4yud4ra, maka sebaiknya ASI di p4yud4ra sebelahnya dipompa keluar.

Jadi, kini waktunya Anda memperhatikan kesehatan p4yud4ra ketimbang mempermasalahkan ukurannya.

Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. EmoticonEmoticon