Pentingnya Mengenal Pola Untuk Anak Usia Pra Sekolah Dan TK

Ada banyak kesempatan untuk mengajarkan pola pada anak-anak usia TK. Melalui kegiatan-kegiatan yang diulang tiap harinya, mereka akan belajar mengenal, membuat menyalin dan memperluas pola.

Memasukkan lima menit kegiatan pengenalan pola dalam jadwal harian anak-anak Anda, tidak
hanya menyenangkan bagi mereka, tetapi juga membantu mereka untuk menyadari adanya pola-pola di sekitarnya. Setiap set bentuk, angka, huruf atau benda yang diulang-ulang lagi, akan membantu anak-anak belajar tentang pola.

Namun, sebelum mengajarkan pola pada anak pra sekolah dan TK, mereka akan mendapat keuntungan tersendiri bila memiliki banyak pengalaman dalam hal penyortiran dan pengelompokan obyek/benda. Untuk itu, jika Anda pikir mereka perlu pengalaman lebih tentang hal itu, Anda bisa memberikan pada mereka permainan penyortiran.

Mengapa Perlu Diajarkan?
Pelajaran pola untuk anak usia TK dikategorikan sebagai pelajaran Aljabar. Aljabar sendiri merupakan bagian dari matematika yang mempelajari/melihat suatu hubungan. Nah, setelah anak-anak mengenal dan membuat suatu pola, mereka mulai melihat dan memahami bagaimana sesuatu itu bekerja bersama-sama (memiliki suatu hubungan).

Apa Saja Yang Perlu Diketahui?
Terkait dengan pelajaran pola, umumnya anak-anak diharapkan menguasai beberapa keterampilan berikut:

  • Menciptakan pola sendiri dalam berbagai tingkat kesulitan.
  • Meniru pola-pola yang dibuat orang lain (temannya).
  • Menyelesaikan pola-pola yang se-belumnya telah dimulai/diawali oleh temannya.
  • Memberitahu apa yang hifangjika bagian dari suatu pola ada yang disembunyikan (tersembunyi).
  • Membandingkan dan mempelajari pola-pola yang ditemui dari pengalaman mereka sehari-hari.
  • Mengenal pola-pola yang ada di lingkungan/alam. Misalnya tiang pagar ada yang berpola: pendek, tinggi, pendek. tinggi.
  • Menggunakan pola-pola untuk menggambarkan dunia di sekitar mereka dan untuk memecahkan masalah.
  •  Mengidentifikasi pola
Bagaimana Caranya?
Ajarkan anak-anak untuk mengenali, membuat, menyalin dan memperluas pola menggunakan permainan dan kegiatan. Kegiatan tentang pola dapat diajarkan dalam segmen lima menit disertai permainan seperti "Peniru" dan "Apa yang tersembunyi?".

Gunakan secara konsisten nama-nama pola bangun ruang (bentuk) yang tepat, sebab setelah anak-anak terlibat dalam kegiatan dan permainan itu, mereka akan segera mulai menggunakan kosakata pola bangun. Pola bangun ruang merupakan alat peraga Matematika yang sangat bagus. Mereka terdiri dari 6 warna dan bentuk - segi enam warna kuning, segitiga warna hijau, biru berlian berbentuk belah ketupat, trapesium warna merah, segi empat warna oranye dan yang lebih kecil belah ketupat warna krem.

Menggunakan pola bangun ruang ketika mengajarkan matematika tidak hanya mengembangkan kosakata matematika, namun juga membantu anak-anak memahami banyak konsep matematika lainnya seperti simetri, urutan, menghitung, operasi jumlah, pengumpulan data, dan perkiraan.

Ide-ide menyenangkan untuk kegiatan pola selama 5 menit diantaranya:
  • Drama: tangan berputar melambangkan angin, lengan keluar melambangkan sinar matahari/cerah. Setelah itu, kata-kan: "Cuaca berangin, berangin, cerah, berangin, berangin, cerah .
  • Membuat antrian di pintu dalam pola: laki-laki, perempuan, laki-laki, perempuan.
  • Membuat pola-pola warna dengan bahan: krayon merah, biru krayon, krayon merah, krayon biru.
  • Menempatkan pola bangun ruang dalam grafiksaku lalu dibaca polanya, misalnya: segienam, segi enam, segitiga, segienam, segienam, segitiga... Membuat diagram, misalnya: meng-gambar apel besar, apel besar, apel kecil; ulangi.
  • Huruf dan kata: masukkan huruf atau kata-kata dalam grafik saku, kemudian dibaca. Misalnya AA BB, AA, BB atau kucing, kucing, sapi, kucing, kucing, sapi

Aneka Permainan Pola Untuk TK
1. Permainan "Bisakah Kamu Membuatnya?" (Untuk mengajarkan kosakata pola bangun)
Bahan:
  • Berbagai macam pola bangun ruang.
  • Alas untuk setiap anak (alas plastik, sepotong karton; kosong paling baik karena lebih sedikit mengalihkan perhatian anak-anak). 
Cam bermain:
  • Tunjukkan dan katakan secara pelan-pelan (agar dapat dipahami), misalnya: "Pilih 2 segi enam, 4 trapesium, 2 segitiga, 5 kotak, 1 belah ketupat biru, 3 belah ketupat krem (mulailah dengan hanya beberapa bentuk). Letakkan bangun-bangun tersebut ke dalam alas.
  • Kemudian katakan, "Aku membayangkan rumah, dapatkah kamu membuatnya?" Anak-anak membuat rumah hanya menggunakan pola bangun yang dipilih tadi. Kemudian, siswa yang berbeda dapat bergiliran mengatakan benda apa dan memilih pola bangun raung apa untuk membuatnya.
  • Perluas kegiatan ini dalam tingkat yang lebih tinggi dengan memasukkan pelajaran "menghubungkan". Mintalah anak-anak untuk menghitung dan mencatat berapa banyak dari setiap pola bangun ruang yang mereka gunakan untuk membuat rumah, lalu berapa banyak total bangun ruang yang mereka gunakan bersama-sama.

2. Peniru 
Bahan:
  • Sebuah kertas tipis (folio), panjangnya sekitar 33 cm, satu kertas untuk dua anak. 
  • Pola bangun ruang untuk setiap anak. 
Cara bermain:
Pertama, demonstrasikan dulu. Kegiatan ini dimulai salah satu anak membuat pola yang berulang sampai setengah kertas tertutupi, kemudian anak kedua menyelesaikannya. Setelah itu, lakukan pergantian, anak yang pertama menyelesaikan pola yang dibuat anak kedua.

3. Apa Yang Bersembunyi? 
Bahan:
  • Sebuah kertas tipis (folio), panjangnya sekitar 33 cm, satu kertas untuk satu anak.
  • Pola bangun ruang untuk setiap anak.
  • Kartu bermain atau kartu yang punya bentuk serupa. 
Cara bermain:
  • Pertama, demonstrasikan dulu. 
  • Satu anak membuat pola yang berulang pada kertas dan menutupi sebagian kecil kertas itu dengan menggunakan kartu mainan di atasnya.
  • Yang lain melihat pola berulang tersebut kemudian mencoba untuk menebak pola bangun ruang apa yang berada di bawah kartu mainan.

Nah, semoga dengan uraian ini, Anda mendapat gambaran bagaimana mengajarkan pola pada anak-anak usia pra sekolah dan TK secara menyenangkan. Selamat mencoba! 


Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment