Bila Ingin Tahu Apa yang Hilang, Carilah Di Dalam Sholat

Merenungkan... perjalanan hidup sehari-hari, berapa banyakkah masa yang dipakai untuk mengingati Allah, menghadap serta memohon rahmatdan keampunan-Nya.

Cermin kembali diri sendiri... berapa banyak amal yang telah dilakukan. Berapa banyak masa yang diluangkan untuk bertaqarrub kepada Allah.

Jika dibandingkan iman di hati dengan iman para sahabat...terasa diri ini begitu kerdil. Tidak beranjak sedikitpun dari sholat, meskipun tombaktertancap di bahu belakang. Subhanallah, iman apakah yang mereka miliki ini?... berlinangan air mata mereka menahan sayu saat membaca Al-Quran.

Pernahkah basah sepasang mata kita ini sewaktu mengalunkan kalimah suci milik Allah? Seringkah kita merintih ketika berbual dengan-Nya di dalam sholat? Kerapkali, sholat kita dinodai dengan angan-angan keduniaan. Tanpa kita sadar, sholat kita selesai... tiada kesan yang ditinggalkan dalam diri.

Seringkali terlupa bilangan rakaat yang telah dikerjakan, acapkali juga tertinggal tahiyyatawal. Lantaran itu lahirlah ungkapan, "Jika ingin mencari barang yang hilang, maka carilah di dalam sholat. Niscaya anda akan menemuinya."

Begitulah perumpamaan yang dibuat, di mana ketika sholat fikiran menerawang. Ditambah pula dengan bisikan syaitan dan hasutan nafsu. Iman yang setipis kulit bawang langsung menjadi rapuh seperti musnahnya sarang laba-laba ditiup sang angin.

Detik detik bernilai besar bagi kehidupan di dunia ini hingga ke akherat:
  •  Bertadabbur membaca Al-Quran menjadi penawar buat hati yang sakit.
  • Pergi ke majlis-majlis ilmu, ia umpama taman syurga Allah dapat menambahkan redha Allah pada kita.
  • Khusyu' ketika menghadap Allah... biarpun semenit maupun sesaat. Siapa tahu, mungkin itulah sholat yang terakhir.
  • Bangun malam bermunajat pada Allah. Ketika itu, tiada hijab antara hamba dan pencipta.
  • Mencairkan hati untuk menangis, walaupun hanya setetes air mata yang sekecil mata lalat. Sesungguhnya, setetes air mata yang gugur karena ketakutkan-Nya, ataupun karena menyadari kekerdilan diri, mampu memadamkan api neraka yang membakar.
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment