IBX59ED8B2FED208 Benarkah Tanam Benang Bisa Membuat Hidung Mancung? - Jendela Informasi

Benarkah Tanam Benang Bisa Membuat Hidung Mancung?

Memiliki hidung yang mancung membuat wanita terlihat lebih cantik dan menarik. Namun sayangnya bentuk hidung orang Indonesia tidak semancung hidung orang bule. Bahkan terkadang mancung ke dalam, tidak proporsional dan cuping hidung besar sehingga membuat tidak percaya diri. Treatment tanam benang bisa membuat hidung Anda mancung dan proporsional tanpa harus dikerjakan di meja operasi. Benarkah?

Salah satu yang menjadi impian para wanita adalah memiliki hidung mancung dengan bentuk proporsional. Hidung yang mancung tidak dimiliki oleh setiap orang, apalagi orang Indonesia. Hidung yang kurang proporsional dan kurang mancung menjadi masalah tersendiri bagi para wanita. Namun tak perlu berkecil hati, karena saat ini memiliki hidung yang mancung dan proporsional bukanlah hal yang sulit. Metode perawatan kecantikan kini semakin marak dengan beragam jenis treatment yang ditawarkan.

Teknik yang bisa digunakan untuk membuat hidung lebih mancung tanpa operasi adalah tanam benang. Jika sebelumnya treatment tanam benang digunakan untuk meniruskan pipi, kini treatment tanam benang juga bisa untuk memancungkan hidung. Tanam benang merupakan perawatan kecantikan yang tengah menjadi tren bagi kaum wanita, khususnya di kalangan selebriti dan sosialita.

Artis Indonesia Yang Telah Melakukan Tanam Benang
Tanam benang adalah salah satu metode memasukkan benang ke dalam jaringan subkutan. Dengan dimasukkan benang diharapkan dapat terjadi remodelling collagen sehingga terjadi pengencangan pada wajah. Saat ini tren yang terbaru adalah tanam benang pada bagian hidung. Tanam benang pada hidung adalah metode memasukkan benang di bagian hidung, terutama pada daerah nasal bridge atau tulang hidung.
Menurut dr. Shienny Sumali, dokter kecantikan, tanam benang pada hidung merupakan metode baru yang saat ini sedang disukai para wanita. Berbeda dengan tanam benang untuk meniruskan pipi atau tanam benang pada bagian pipi untuk mengencangkan, tanam benang pada hidung dilakukan dengan menggunakan jenis benang yang berbeda.

Ukuran benang yang digunakan pada bagian hidung lebih kecil daripada benang yang digunakan untuk bagian pipi. Selanjutnya jenis ketebalannya juga berbeda. Benang yang dipakai untuk pipi menggunakan benang dengan bentuk polos dan bergerigi. Namun, benang yang digunakan untuk hidung adalah benang yang memiliki sedikit gerigi dan bahannya disesuaikan dengan tulang rawan pada hidung. Benang tersebut merupakan benang dari Korea.

Selain memancungkan hidung, tanam benang juga bisa mengecilkan cuping hidung. Namun untuk mengecilkan cuping hidung, hasilnya tidak sekecil cuping hidung orang bule. Jika menginginkan cuping hidung yang kecil, langkah yang terbaik adalah dengan melakukan operasi plastik mengecilkan cuping.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan treatment tanam benang pada hidung sebaiknya tidak minum obat-obat pengencer darah, minyak ikan dan vitamin E. Sebaiknya memberi tahu dokter jika memiliki riwayat sakit kelainan darah. Pasalnya, saat penyuntikan darah yang keluar tidak bisa berhenti jika seseorang memiliki riwayat penyakit kelainan darah. Selain itu bagi ibu hamil sebaiknya tidak melakukan treatment tanam benang. Pasalnya, rasa sakit akan merangsang kontraksi pada rahim.

Pemasangan benang pada hidung bisa sesuai permintaan pasien. Biasanya untuk memancungkan hidung benang yang dipasang minimal sebanyak 8 benang. Tetapi umumnya benang yang dimasukkan sebanyak 10 helai benang. Di Korea, umumnya pemasangan benang bisa mencapai 20 benang.

Proses pengerjaan treatment tanam benang pada hidung berlangsung sekitar 15-20 menit. Proses pengerjaannya pun mudah dan tidak sakit, hanya ada rasa nyeri sedikit pada saat anestesi. Dalam proses pengerjaan tanam benang pada hidung, hal pertama yang dilakukan adalah dengan memberikan anestesi terlebih dahulu dengan menyuntikkan cairan anestesi. Hal ini membutuhkan waktu sekitar 2-5 menit.

Setelah itu, disiapkan benang yang sesuai dengan ukuran hidung. Untuk cuping hidung biasanya digunakan benang yang lebih pendek. Cara memasangkan benang pada hidung adalah dengan injeksi suntikan. Lalu dengan suntikan tersebut benang telah masuk pada hidung. Teknik suntikan benang pada hidung ini akan bertahan selama 6 bulan hingga 1 tahun.

Hasilnya hidung akan terlihat alami, tidak seperti orang yang melakukan operasi plastik memancungkan hidung. Setelah satu tahun atau enam bulan, treatment tanam benang bisa diulang kembali. Teknik yang digunakan oleh setiap dokter ketika melakukan treatment tanam benang berbeda-beda. Karena itu hasilnya juga akan berbeda sehingga tidak perlu khawatir bentuk hidung akan sama dengan banyak orang.

Seteiah pengerjaan tanam benang selesai, sebaiknya stabilitas hidung harus terjaga. Karena itu, hindari pemakaian kacamata setelah melakukan treatment tanam benang. Yang disukai dari tanam benang adalah treatment-nya relatif aman dan tidak memiliki efek samping yang berarti. Setelah pengerjaan biasanya bekas akan ada selama seminggu. Namun setelah itu bekas suntikan pada hidung akan hilang.

Namun, tak semua orang bisa melakukan treatment memancungkan hidung dengan tanam benang. Treatment tanam benang dilakukan untuk meninggikan tulang hidung. Oleh karena itu, treatment ini tidak bisa dilakukan pada mereka yang memiliki hidung yang bermasalah seperti hidung yang bengkok atau patah. Pasalnya, hidung yang bermasalah seperti patah dan bengkok memiliki gangguan fungsional. Jika ingin melakukan tanam benang maka sebaiknya hidung direkonstruksi terlebih dahulu oleh ahli bedah atau melakukan operasi.

0 Response to "Benarkah Tanam Benang Bisa Membuat Hidung Mancung?"

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih.