Kenali Skoliosis Dan Cara Mencegahnya

Kenali Skoliosis Dan Cara Mencegahnya - Skoliosis dikenal sebagai kelainan bentuk pada tulang belakang, yaitu ruas tulang belakang melengkung ke kiri atau kanan. Skoliosis dikategorikan parah ketika sudut lengkungnya sangat runcing, nyaris mencapai 90 derajat.

Menurut dokter, skoliosis belum diketahui penyebabnya. Namun, salah satu yang diduga menyebabkannya adalah perlakuan yang diterima sejak anak-anak atau bayi. Misalnyaya, ketika berusia sekitar tiga bulan, ibu sering berupaya mendudukkan bayi yang memang pada waktu itu belum bisa duduk sendiri.

Setelah mendapat diagnosis terkena skoliosis, Anda disarankan agar mengikuti terapi termasuk upaya operasi.

Tujuh dari sepuluh wanita di Indonesia mengalami perubahan tulang (bengkok). Meskipun masih idiopatik atau belum ditemukan penyebab jelasnya, ia menuturkan, skoliosis bisa disebabkan genetik dan pola hidup sehari-hari.

Banyak wanita yang setiap hari membawa tas berat atau kondisi tubuhnya memengaruhi bentuk tulang belakang. Misalnya, seseorang dengan berat badan besar bisa mempengaruhi baik tulang belakang maupun tulang kaki karena tidak kuat menopang beban tubuh.

Untuk mendiagnosis skoliosis tentunya diperlukan pemeriksaan hingga menggunakan sinar X. Namun, secara kasat mata, orang yang menderita skoliosis bisa dicirikan dengan bahu yang tingginya tidak sama, jika membungkuk bagian otot punggungnya tidak sejajar, dan pada wanita bisa terlihat pada posisi dan bentuk payudara yang tidak sama.


Persoalan skoliosis tidak bisa dipandang sepele karena jika sudut lengkungnya semakin dalam bisa memengaruhi organ tubuh di bagian dalamnya seperti jantung dan paru-paru. Tak heran penderita skoliosis biasanya lebih cepat merasa lelah.

Untuk mencegah dan mengatasinya sejak dini, ada rumus 3O. Pertama, observasi atau mendiagnosis kondisi tulang belakang. Kedua, ortosis atau menggunakan alat bantu memperbaiki tulang belakang seperti braces atau korset biasanya untuk kelengkungan tulang hingga 60 derajat. Ketiga, operasi jika sudut lengkungnya lebih dari 60 derajat.

Untuk menghindari skoliosis, masyarakat juga bisa mulai dengan menjaga asupan kalsium untuk tulang. Sebisa mungkin kalsium didapat dari sumber yang alami seperti sayuran hijau dan protein. Disarankan masyarakat agar tidak lantas mengonsumsi suplemen penambah kalsium jika tanpa petunjuk dokter. Biasanya, suplemen diresepkan untuk penderita yang sangat kekurangan kalsium.

Tak hanya itu, penguatan tulang juga bisa didapat dari olah raga seperti bersepeda, berenang, atau joging. Sifat tulang itu jika sering diberi pembebanan akan bertambah kuat dan jika jarang dipakai justru mempercepat keropos.

Penggunaan korset bisa membantu pemulihan tulang belakang yang tengah bermasalah. Tak hanya skoliosis, cedera pada tulang belakang juga bisa terbantu dengan penggunaan korset kesehatan yang benar dan sesuai dengan anjuran dokter setelah berkonsultasi. 

Skoliosis bisa dicegah dengan memenuhi kebutuhan gizi dengan baik dan seimbang. Selain itu, tulang belakang juga bisa dijaga dengan beberapa kiat.
  • Tidur di atas kasur yang tidak terlalu lunak. Bukan berarti harus keras melainkan yang dapat mengakomodasi kontur tubuh, khususnya bentuk tulang belakang yang khas.
  • Bila duduk usahakan bagian telinga, bahu dan pinggul dalam keadaan tegak lurus. Bila perlu, daerah pinggul diganjal bantal kecil. Kedua paha harus sejajar dengan lantai.
  • Dalam keadaan berdiri, usahakan telinga, bahu, lengan, pinggul dan lutut berada dalam satu garis lurus. Lutut menghadap ke depan dan tarik perut ke arah dalam. Bila harus berdiri cukup lama, tumpangkan salah satu kaki di atas sebuah bangku pendek. Lakukan bergantian dengan kaki yang lain.
  • Saat akan mengangkat barang, jangan langsung membungkuk. Sebagian lutut harus ditekuk, baru angkat barang dengan posisi tubuh menghadap barang tersebut. Sesuaikan kekuatan yang kita keluarkan dengan perkiraan berat barang.
  • Rutin melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot tulang belakang dan berolah raga, misalnya berenang. 
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment