IBX59ED8B2FED208 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh - Jendela Informasi

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh


Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh - Menjalankan puasa pada bulan Ramadan, selain merupakan kewajiban. juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain itu. agar kita dapat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, sangatlah perlu kita menjaga kondisi tubuh supaya tetap segar dan sehat.

Manfaat berpuasa bisa kita lihat melalui pendekatan ilmu food combinine-nya Andang Gunawan. Ketika orang sedang berpuasa, terjadilah proses pengelnaran zat-zat beracun dalam tubuh (detoksifikasi) yang bersifat total dan holistik (menyeluruh). Artinya, tujuan pemberrsihan bukan hanya menyangkut kepentingan fisik , tetapi juga mencakup pembersihan dan peningkatan energi dalam jiwa dan pikiran.

Bahkan Soekirno, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa puasa bisa ikut membantu mengendalikan stres. Selain itu. juga menjadi terapi beberapa penyakit tertentu, seperti hipertensi, kanker kardiovaskular, ginjal, dan depresi, akan lebih cepat dan efektif bila diikuti dengan aksi puasa.

Manfaat Bagi Usus
Detoksifikasi bisa diartikan membersihkan tubuh bagian dalam, terutama sistem pencernaan. Secara alamiah, usus besar merupakan pusat kotoran sehingga wajar kalau organ yang satu ini tidak bisa bersih 100%. Namun, jangan sampai fungsi pembuangan ini menjadi tidak mampu mengantisipasi jumlah kotoran yang terbentuk setiap hari. Dalam buku Food Combining, Andang Gunawan menuliskan resep mengatur pola makan sehari-hari agar tetap sehat dan segar.

Makan dan minum wajib hukumnya untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari agar tetap hidup. Namun, selain memasok zat gizi, makanan dan minuman juga membawa bahan toksik yang kemudian tertimbun bertahun-tahun. Unsur toksik ini yang menjadi beban sehingga tubuh dipaksa bekerja melampaui batas. Akibatnya, kemampuan untuk sehat kembali (recovery) terbatas. Oleh karena itu, sekali waktu kita perlu "berpuasa" untuk membuang bahan-bahan beracun yang bisa mengganggu sel, jaringan, dan organ dalam tubuh. Begitu racun berhasil dilepaskan, tubuh akan punya kesempatan untuk sehat kembali.

Dalam Food Combining disebutkan bahwa puasa selama 7-10 hari terbukti aman bagi siapa saja. Puasa selama itu sangat efektif untuk tujuan membersihkan bagian dalam tubuh, regenerasi sel, dan peremajaan tubuh. Sebaiknya, puasa ini dilakukan secara teratur dan berkala. Puasa detoksifikasi dapat dilakukan selama 2-14 hari, tergantung kondisi dan tingkat keasaman, semakin lama waktu puasa yang diperlukan.

Disebutkan pula, sebaiknya dilakukan pada akhir pekan atau hari libur takkala pikiran dan tubuh sedang dalam keadaan santai. Tentu saja perlu dipersiapkan, minimal 2-3 hari sebelumnya. Misalnya, mulai dengan mengurangi makanan berlemak dan makanan tinggi kalori. Tidak mengonsumsi nikotin, alkohol, kafein, gula, susu, dan telur, juga membatasi garam dan saus bumbu yang mengandung monosodium glutamat (MSG) atau bumbu penyedap. Jauhi makanan penggoda atau cemilan yang umumnya berkarbohidrat tinggi.

Manusia sehat sebenarnya bisa bertahan sampai 40 hari hanya dengan air putih, dan sampai 100 hari dengan mengonsumsi jus buah dan sayuran tanpa bahaya. Selama menjalani puasa detoksifikasi, kita hanya mengonsumsi jus buah dan sayuran tlau buah dan sayuran segar tanpa gula, ditambah banyak minum air putih. Pasalnya. jus buah dan sayuran lebih mudah dicerna sehingga zat gizi yang terkandung di dalamnya lebih cepat diserap tubuh. Selain itu, minum air putih dicampur air jeruk berkhasiat memperkuat jaringan hati dan mengencerkan mukosa (lendir) saluran pencernaan, bisa ditambah lagi dengan vitamin C dan E. Jus buah sebaiknya tidak dicampur dengan jus sayuran, terutama bagi yang sensitif pencemaannya. Jangan pula minum jus dalam sekali teguk.

Selama menjalani detoksifikasi, suplemen vitamin yang boleh dikonsumsi hanya vitamin C (sampai 5 g) dan E. Hindari obat penahan sakit kepala, obat demam, dam obat untuk lambung. Namun, kalau selagi berpuasa merasakan tidak kuat atau malah sakit, hentikan segera.

Bagaimanapun puasa ini tidak diajurkan bagi mereka yang mengidap penyakit stadium lanjut, kurang gizi, lemah ginjal, lemah mental, tukak lambung, TBC, diabetes kronis, atau lemah jantung. Puasa juga bisa disarankan untuk wanita hamil dan menyusui, bobot badan kurang, balila, manula, pra dan pascaoperasi besar, dan mereka yang tinggal di daerah bercuaca beku. Puasa sebaiknya diakhiri secara bertahap dan tertib. Langsung mengonsumsi makanan berkalori tinggi seperti makanan ringan yang digoreng, makanan bersantan, kue-kue manis bisa membual perut sakit dan buncit, serta bobot badan langsung bertambah. Tundalah sampai 3-4 hari setelah puasa selesai.

Menjaga Kesegaran Saat Berpuasa
Mereka yang berpuasa selama Ramadan pastinya tidak makan dan minum selama 12 jam. Selama 12 jam ini proses pembakaran dalam tubuh tidak terjadi dan suplai cairan ke dalam tidak ada. Akibatnya tubuh akan terasa lemas dan dingin. Dengan demikian. bagi yang berpuasa sangat perlu mengatur menu makan yang mengandung gizi yang cuknn saat santap sahur dan buka puasa sehingga di saat berpuasa tubuh akan tetap sehat dan bugar.

Untuk dapat menjaga kesegaran tubuh saat berpuasa tanpa harus mengganggu aktivitas sehari-hari, sangat penting untuk dapat mengatur menu makanan saat sahur dan buka puasa yang memenuhi syarat gizi. Umumnya, kebutuhan kalori untuk wanita dewasa per hari 1.900 kalori, sedangkan untuk pria 2.100 kalori. Kebutuhan ini sebenarnya bisa terpenuhi lewat makanan yang dikonsumsi selama sahur dan buka puasa. Makanan yang memenuhi standar gizi mencakup 50% karhohidrat, 25% lemak, 10-15% protein, plus mineral secukupnya.

Di saat berbuka puasa, hendaknya tidak makan sekaligus banyak, namun secara bertahap, dimulai dengan manis-manis dan ringan. Lalu, tunggu sekira 1 jam agar gula darah dan cairan tubuh kembali ke posisi normal. Jangan langsung memulai dengan nasi karena makanan ini sulit langsung diubah menjadi energi. Menu makanan mengandung karbohidrat(nasi, jagung, mie, kentang) dan sumber proteing |(daging, ikan, tempe, tahu, dll) yang cukup. Sementara itu, sumber vitamin dan mineral terdapat pada sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, hijau tua dan merah.

Ketika sahur diusahakan pengisian BBM cukup untuk 12 jam sampai saat berbuka. Ada anjuran untuk makan sahur selambat mungkin sekira 1/2 jam sebelum imsak. Energi yang dihasilkan saat sahur diharapkan sangat berguna selama menanti saat berbuka puasa. Namun dianjurkan agar makan sahur tidak terlalu kenyang, sekira 1/3 dari kebutuhan kalori sehari. Sahur terlalu kenyang menyebabkan kadar gula dalam darah melonjak serta produksi hormon insulin dan lemak meningkat. Akibatnya tubuh mudah lesu dan mengantuk. Minum banyak saat sahur juga disarankan untuk menjaga agar terhindar dari dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Kalau merasa perlu, dapat juga dengan mengonsumsi vitamin, sebaiknya dipilih yang mengandung beberapa vitamin (multivitamin). Mengonsumsi vitamin yang mengandung satu jenis vitamin, dosisnya bisa melebihi yang  dibutuhkan. Sebaiknya dikonsultasikan dahulu kepada dokter sebab vitamin tidak sepenuhnya bisa menggantikan makanan. Vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, dan K) yang kalau dikonsumsi berlebihan akan tersimpan dalam tubuh dan justru bisa berbahaya bagi metabolisme tubuh,

Dengan berpatokan pada prinsip-prinsip tersebut mudah-mudahan ibadah puasa ini dapat dijalankan selama satu bulan penuh dengan niat dan tekad hanya semata-mata untuk mendapat ridlo Allah SWT. Selamat menunaikan ibadah puasa.

0 Response to "Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh"

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih.