IBX59ED8B2FED208 Tradisi Menyambut Ramadhan - Jendela Informasi

Tradisi Menyambut Ramadhan

Ternyata setiap daerah di Indonesia punya tradisi masing-masing loh buat menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Biasanya, tiap mau bulan puasa, kita melakukan tradisi nyekar, yaitu berziarah ke makam keluarga untuk berdoa. Tapi, di beberapa daerah lain di negara kita ini ada juga tradisi yang unik dan menarik buat menyambut Ramadhan.

Berikut ini tradisi menyambut ramadhan di Nusantara, beberapa di antaranya adalah:

Tradisi Padusan, Klaten dan Boyolali. Jawa Tengah 
Padusan itu berarti mandi bersama. Eits, jangan langsung mikir yang nggak-nggak, deh. Mandi bersamanya tuh beneran mandi bareng-bareng. Ya, ratusan orang tumplek blek di berbagai mata air yang tersebar di dua kabupaten tersebut.


Seperti misalnya di pemandian Cokrotulung, Klaten. Sehari sebelum puasa pemandian ini ramai banget didatangi sama orang-orang. Selain sebagai simbol pensucian diri, pemandian ini dipercaya juga bisa bikin orang awet muda.

Tradisi Balimau Sumatera Barat
Tradisi mandi bersama juga ada di Pulau Sumatera, tepatnya 2 Kabupaten Solok dan Tanahdatar di Sumatera Barat. Bedanya, tradisi ini bernama Balimau. Dalam bahasa Minang, Balimau berarti mandi wajib.
Nggak hanya dengan air, tapi juga pakai limau, jeruk nipis, bunga kenanga, serta akar tanaman gambelu. Semuanya direndam di air hangat suam-suam kuku, lalu dibalurkan ke kepala.


Balimau juga terdapat di Banda Aceh, tapi namanya Balimo. Bagi wanita Aceh, ibadah puasa Ramadhan belum sempurna kalau tubuh mereka nggak wangi bunga-bungaan! Untuk wanita yang mendiami daerah Singkil, mereka menggunakan jenis tanaman tertentu yang harumnya awet di badan, kayak daun jeruk purut, daun pandan, bunga melati, serta bunga tanjung. Semua bahan tersebut ditumbuk dan diperas untuk dipakai mandi.

Tradisi Uroe Makmeugang atau Uroe Seumasih Aceh
Merupakan tradisi di tanah Aceh juga. Artinya hari penyembelihan. Karena beberapa hari sebelum puasa, masyarakat Aceh beramai-ramai memotong hewan ternak atau membeli daging.


Hasil masakannya akan dimakan bareng-bareng. Mereka juga ngasih sedekah untuk orang yang nggak mampu beli daging. Jadi hari itu semua orang ikut bergembira dan makan daging.

Tradisi Makan Patita Ambon
Masyarakat di kawasan timur Indonesia ini punya tradisi Patita, yaitu acara makan bareng sehari sebelum puasa. Yang seru adalah, makan bareng ini nggak hanya untuk kaum muslimin saja, tapi juga umat lainnya. Jamuan ini merupakan jamuan terakhir sebelum datangnya bulan Ramadhan. Serunya lagi, warga Muslim yang nyediain tempat, tapi makanannya dibawain oleh warga beragama lain. Tuuh... indah ya kalau damai. Salut, deh!


Tradisi Ruwahan Sumatera Selatan
Kalau masyarakat Sumatera Selatan punya tradisi yang namanya Ruwahan, yaitu mengundang orang banyak untuk untuk sama-sama baca Yasin dan mendoakan keluarga yang telah mendahului.


Bisa dilakukan di masjid atau rumah masing-masing, pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong. Biasanya, usai Ruwahan, mereka berziarah ke makam orangtua dan sanak keluarga mereka

0 Response to "Tradisi Menyambut Ramadhan "

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih.