IBX59ED8B2FED208 Membongkar Manfaat Makanan Berbuka Puasa - Jendela Informasi

Membongkar Manfaat Makanan Berbuka Puasa

Jangan heran jika banyak orang mengistemewakan saat berbuka puasa. Namun, agar buka memiliki nilai tambah, paling tidak ada dua syaratnya. Pertama, sesuai sunah, seperti berbuka dengan kurma dan air misalnya. "Siapa yang mendapatkan kurma supaya berbuka puasa dengannya, kalau tidak menemukannya supaya berbuka puasa dengan air, karena ia menyucikan." (Shahih At-Targhib wat tarhib-1069).

Kedua, tidak malah mengundang masalah, dalam artian mudah dicerna, hingga tidak merepotkan kerja lambung yang telah beristirahat demikian lama. Sebaiknya juga memiliki nilai kalori tinggi agar stamina pelaksana puasa bisa pulih dengan segera dan mengandung air guna mengembalikan cairan yang banyak terbuang selama puasa seharian.


Makanan pembuka saat ini banyak macamnya. Di samping sanggup menggoda, jika sedikit mau "iseng" membongkarnya, rupanya banyak juga kemanfaatan lainnya. Ini bisa dijadikan pedoman agar dapat mengonsumsinya dengan lebih rasional. Beberapa di antaranya:

1. Kurma
Bentuk buah kurma (Phoenix dactylifera) adalah silindris, warnanya kuning hingga cokelat kemerahan. Dagingnya tebal, membalut sebutir biji. Kulit yang tipis membuat daging buah mudah dimasuki ragi dari udara, selanjutnya memfermentasi karbohidrat. Saking tingginya kadar gula, buah tidak perlu pengawet lagi. Pengeringan biasanya dilakukan oleh matahari. Dalam proses ini, buah akan kehilangan sekira 35 % dari bobotnya.

Kandungan kalori kurma terbilang tinggi (317 kal/100 gr), hingga sangat cocok untuk memulihkan stamina yang anjlok. Kalori yang dihasilkan mayoritas berasal dari karbohidrat. Selain sebagai "bahan bakar" utama tubuh, fungsi lain zat adalah mencegah terjadinya oksigen lemak yang tidak sempuma sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam beta-hidroksi-butiran, yang dibentuk dalam hati dan dikeluarkan melalui urine dengai mengikat basa berupa ion natrium dapat menyebabkan ketidakseimbangan natirum dan dehidrasi, ke tosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh.

Tetapi, kurma tak cuma "gudang" karbohidrat, dalam buah masaknya yang berasa legit itu tersaji juga serat. Semakin dikeringkan nilainya kemungkinan bisa semakin tinggi karena terbentuk resistant starch. Termasuk dalam kategori ini adalah selulosa dan hemiselulosa dari dinding sel tanaman, serta pektin dan gummy, yang merupakan komponen nonstrukral sel tanaman.

Selulosa amat berguna untuk mengatur peristatik usus, sedangkan hemiselulosa dan pektin mampu menyerap banyak air dalam usus besar sehingga memberi bentuk pada sisa makanan yang akan dikeluarkan.

Unsur lain yang juga tidak boleh dilupakan dari kurma adalah fosfor — mineral terbanyak kedua dalam tubuh setelah kalsium — yang merupakan unsur pokok asal nukleat dan membran sel; menjadi faktor esensial pada seluruh reaksi pembentukan energi dalam sel; juga sebagai komponen berbentuk kristal dari tulang rangka.

Tentang kepintaran lainnya dari manfaat kurma untuk kesehatan, dicatat Bakhru dalam Foods That Heal: The Natural Way to Good Health: 1. Menjaga kesehatan saluran usus; 2. Mencegah konstipasi; 3. Intoksikasi alkohol; 4. Menguatkan jantung; 5. Meningkatkan kemampuan seksu-al; 6. Mengobati diare dan disentri pada anak.

2. Kolang-kaling
Orang suka salah duga, menyangkanya sebagai buah. Padahal, sebetulnya biji. Buahnya sendiri berwarna hijau saat muda dan agak kekuningan ketika tua. Pohonnya dikenal dengan nama aren (Arenga pinnata). 


Saat bulan Puasa, "makhluk" ini sering hadir. Unsur gula dalam kolang-kaling tidak seberapa, tetapi kandungan airnya terbilang berlimpah. Unsur lain yang dimilikinya adalah pati merupakan komponen yang banyak terkandung dalam tanaman, berfungsi sebagai cadangan energi dan penguat tekstur. Melalui proses pemanasan, baik pembakaran maupun perebusan (biasa dilakukan saat proses pengambilan), pati akan mengental dan membentuk gel, dinamakan pregelatinized starch. Pati seperti ini sangat sulit dicerna dan bisa menyebabkan cepat kenyang.

3. Blewah
Blewah (Cucumis melo var. contalupensis), yang paling sering dihadirkan sebagai penyegar bersama es dan sirup, konon berasal dari Afrika. Masuk ke Indonesia atas jasa sinyo Londo yang mendatangkannya dari Mesir. Oleh karena itu, sejenis melon ini sering pula disebut semangka Belanda.

Ukuran blewah besar, dagingnya tipis dan memiliki banyak biji. Bentuknya bulat lonjong berlekuk-lekuk dan berkulit sangat tipis. Pada usia muda, kulit buah ditumbuhi bu-lu-bulu licin.


Daging buah kuning kemerahan dengan tingkat kemanisan sangat rendah (3-5% brix), hingga cocok untuk penderita diabetes; kandungan airnya berlimpah (92 - 96%); memuat banyak vitamin C (90 mg); kaya akan karotin (9.240 UI) yang baik bagi kesehatan mata. Vitamin C dan karotin bisa bertindak sebagai antioksidan, yang dapat diandalkan untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif.

Mengenai manfaat kesehatan lainnya dari blewah antara lain mampu menurunkan demam; menanggulangi penyakit crohn, radang usus regional atau autoimmunedisorder; serta mulas-mulas.

4. Timun suri
Timun suri alias melon sayur atau labu air, termasuk keluarga melon yang memiliki kulit buah tebal, berwarna putih kehijauan. Dagingnya kuning hingga oranye. Bentuknya seperti mentimun tetapi ukurannya besar. Untuk menikmati daging buahnya, kita harus mengeruknya setelah buah dibelah memanjang. 

Di Jepang, buah yang dinamai karimori ini banyak dikonsumsi setelah diasin (jadi acar) atau setelah seolah lebih lanjut dengan memberi ampas sake (biasa disebut sakesaku) untuk mengurangi rasa asin sekaligus memberi rasa manis.

Soal kemampuannya di bidang kesehatan disebut Hembing dalam Hidup Sehat Cara Hembing (Buku 2 dan 5) buah ini dapat digunakan untuk mencegah kanker, hepatitis, dan memulihkan tenaga.

5. Pisang
Famili Musaceae yang bernama latin Musa paradisiaca ini sebagai pembuka, kerap "direnangkan" dalam kolak. Memiliki banyak varietas sehingga warna, bentuk, dan ukurannya pun berlainan. Nilai kalori pisang terbilang lumayan (antara 68-146 kalori/100 gr dengan b.d.d. 70-85%). Seratnya terdiri dari selulosa, pektin, dan hemiselulosa yang dapat diandalkan untuk menurunkan kolesterol darah, melindungi jantung, serta dijadikan wahana pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Bahan-bahan ini akan mempengaruhi motilitas (daya gerak) saluran pencernaan.

Kandungan mineralnya yang menonjol adalah kalium. Sebuah pisang kira-kira memiliki 440 mg. Kalium berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh, kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, dan membantu pengiriman oksigen ke dalam otak. Kehebatan lain buah ini — seperti diungkap Yin Fang dan Cheng-Jun dalam Fruits as Medicine - adalah menghindarkan konstipasi, tenggorokan kering dan susah menelan, hemoroid hingga tak jarang terjadi perdarahan, hipertensi, paru-paru rasa terbakar disertai sesak napas dan batuk-batuk, nyeri bengkak, seperti bisul, sakit pada waktu bangun pagi, setelah mabuk berat.

0 Response to "Membongkar Manfaat Makanan Berbuka Puasa"

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih.