Cara Mengatasi Rasa Bosan Akibat Terlalu Lama Berpacaran

Cara Mengatasi Rasa Bosan Akibat Terlalu Lama Berpacaran - Rasa bosan terlalu lama berpacaran wajar dialami setiap orang yang sudah menjalin hubungan serius hingga bertahun-tahun. Ketakutan akan ketidakpastian sampai kejenuhan akibat melewati hari tanpa kejelasan yang berujung pernikahan sering membuat salah satu pasangan menjadi galau. Lalu bagaimana cara mengatasi rasa bosan akibat terlalu lama berpacaran? Apakah hubungan tersebut sebaiknya dilanjutkan atau dihentikan?

Ryan (35tahun)dan Fani (34 tahun) telah menjadi sepasang kekasih selama 10 tahun. Mereka mulai berpacaran selepas masa kuliah hingga sekarang. Keduanya memang terlihat romantis dan sating mengisi. Kesetiaan menjadi sesuatu yang dipertahankan karena keduanya sama-sama merasa 'klik' dan tidak ingin berpaling ke yang lain. Namun ternyata di tahun kesembilan pacaran, Fani mulai merasakan kebosanan. la mencoba melupakan rasa bosannya dengan tenggelam di berbagai aktivitas. 


Rasa bosan yang dialami Fani timbul karena melihat teman-temannya sudah menikah, padahal baru berpacaran 2 atau 3 tahun. Fani menyadari Ryan adalah laki-laki yang dicarinya. Tetapi kekasihnya terlalu sibuk mencari kehidupan mapan untuk mereka berdua sehingga tidak berani untuk menikah. Fani mulai merasakan kejenuhan yang tidak berujung. la memutuskan break sejenak dari Ryan untuk berpikir mau ke mana hubungan mereka akan dibawa.

Kejadian tersebut sering dialami banyak pasangan yang sudah menjalin hubungan pacaran relatif lama. Bahkan yang baru dua atau tiga tahun berpacaran sudah merasa bosan dan ingin melanjutkan hubungan ke jenjang lebih lanjut yaitu pernikahan. Sesungguhnya ada baiknya melakukarr introspeksi bersama, ke mana hubungan akan berlanjut misalnya pernikahan atau perpisahan.

Mengatasi Rasa Bosan. Diuraikan Dra. A. Kasandra Putranto, Psikolog, rasa bosan yang terjadi dalam suatu hubungan itu seperti racun yang membutuhkan 'obat' sebagai penawarnya. Dibutuhkan daya dan upaya untuk mengatasi rasa bosan tersebut seperti meningkatkan aktivitas berkomunikasi, rutin menelepon, perhatian, kasih sayang, surat atau kejutan-kejutan kecil. Meskipun hubungan berusia di bawah 6 bulan atau di atas 3 tahun, juga berpotensi kurang baik. Tetapi semuanya kembali kepada masing-masing orang bagaimana cara mempertahankan hubungan tersebut.

Rasa bosan yang timbul akibat hubungan pacaran dengan intensitas waktu relatif lama memang sering terjadi. Bahkan bisa mendatangkan berbagai pertanyaan yang menandakan keraguan. Misalkan, 'apakah dia serius dengan saya?' 'mengapa dia betum melamar saya?' 'benarkah dia yakin menjadikan saya sebagai pendampingnya?' Berbagai pertanyaan pun muncul dalam benak.

Berbagai pertanyaan dan kebimbangan tersebut terkadang membuat seseorang baik perempuan atau laki-laki mulai merasakan kejenuhan. Akibat dari rasa jenuh yang terjadi salah satu dari mereka bisa mencari hal-hal negatif yang merugikan hubungan. Misalnya mulai mencari orang lain yang bisa membangkitkan semangat atau selingkuh. Hal seperti ini yang membuat hubungan yang terjalin bukan kembali berwarna melainkan hancur berkeping-keping.

Banyak orang beranggapan, menjalin hubungan pacaran terlalu lama bisa menghabiskan waktu apalagi bila tanpa ujung. Namun sebaliknya ada yang memiliki prinsip lebih baik pacaran dengan waktu yang lama untuk saling mengenal lebih dalam dan mempersiapkan diri untuk saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tetapi dari keduanya, kondisi lingkungan masyarakat, desakan keluarga besar, tuntutan lingkungan ditambah faktor usia membuat banyak pasangan ingin segera menikah tanpa harus melewati proses pacaran yang terlalu lama.

Hal yang perlu diingat, keberhasilan pernikahan sesungguhnya bukan terletak pada seberapa lama sepasang kekasih menjalin hubungan, tetapi kualitas dan niat positif yang akan menciptakan hubungan pernikahan yang lebih baik. Terlepas dari berapa lama hubungan pacaran yang akan berlangsung pada pernikahan, untuk mengatasi rasa bosan atau jenuh terhadap hubungan pacaran yang sudah serius tetapi belum menikah, sebaiknya pasangan tidak langsung mengambil keputusan untuk putus atau mencari cinta yang lain.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa bosan atau kejenuhan yang datang melanda yakni:

1. Komunikasi dan Ambit Waktu Berdua. Komunikasi dua arah dan saling bertatap muka menjadi hal wajib yang harus dilakukan pasangan. Jika Anda sudah menjalin hubungan dalam jangka waktu yang lama dan mulai merasakan kebosanan, bicara secara jujur dari hati ke hati. Tanyakan apa yang diharapkan dari hubungan. Apakah hubungan akan berlanjut pada pernikahan, atau masih tetap berpacaran sebagai rangka persiapan pernikahan. Ambil keputusan yang terbaik untuk bersama. Jangan mengutamakan ego dan hindari saling menyalahkan satu sama lain.

2. Liburan Bersama. Kegiatan liburan bersama terutama bagi pasangan yang jarang bertemu akan kembali menghangatkan hubungan yang sudah jenuh atau dingin. Tidak perlu keliling dunia ataupun pergi terlalu jauh, asalkan liburan dihabiskan dengan kualitas waktu yang baik. Berhenti bermain gadget, fokus pada pasangan untuk saling bercerita dari hati ke hati dan menghangatkan hubungan.

3. Perhatian dan Kasih Sayang. Memberikan perhatian dan kasih sayang tidak harus selalu bertatap muka atau ketika sedang menghabiskan waktu bersama. Dimudahkan dengan perkembangan teknologi yang pesat, Anda bisa membanjiri pasangan dengan perhatian dan kasih sayang lewat pesan singkat, email dan telepon. Namun, perlu diingat untuk tidak terlalu memberikan perhatian yang berlebihan. Misalnya menelepon setiap satu jam sekali, mengirimkan pesan singkat setiap 15 menit sekali. Hujani pasangan dengan kasih sayang dan perhatian yang wajar. Tujuannya agar si dia menyadari bahwa orang yang dicintainya selalu dekat dan mengingatnya.

4. Hadiah atau Kejutan Kecil. Bila Anda termasuk orang yang cuek, tak ada salahnya tiba-tiba memberikan kejutan kecil kepada pasangan. Kejutan yang diberikan bisa berupa hadiah atau kehadiran Anda. Misalnya, tiba-tiba Anda datang ke kantomya membawakan makan siang atau mengirimkan paket ke kantomya. Ketika ia sedang merapihkan rambut di salon, Anda tiba-tiba menyusul dan membawakan bunga. Meski terlihat 'sok' romantis, tetapi kejutan dan hal yang tidak biasa Anda lakukan dapat menyentuh hati si dia.

5. Ambil Jarak Sejenak. Sering bertemu dan berinteraksi setiap hari baik lewat pesan singkat, telepon atau dinner memang bisa memicu rasa bosan. Apalagj bila Anda tidak memiliki waktu me time atau menghabiskan waktu bersama teman-teman. Ambil jarak sejenak menjadi hal yang cukup penting bila kejenuhan mulai melanda. Dalam kondisi seperti ini, Anda juga bisa mengintrospeksi diri mengenai hubungan dengan pasangan. Di sini Anda bisa belajar membedakan rasa membutuhkan atau kehilangan dengan ketergantungan atau kebiasaan. Hal sedemana ini dapat membuat Anda terus meresapi seberapa dalam rasa cinta Anda kepada pasangan.

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment