Mengenal Dampak Asap Kebakaran Hutan

Mengenal Dampak Asap Kebakaran Hutan - Akhir-akhir ini dilaporkan terjadi peningkatan kabut asap kebakaran hutan, utamanya di sebagian Sumatera dan Kalimantan. Musim kemarau kini sudah melanda negeri, dengan berbagai akibatnya seperti kekeringan, gagal panen, kekurangan air bersih dan sampai terjadinya kebakaran hutan. Kabut asap akibat kebakaran hutan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, lingkungan, dan kelestarian hayati.

Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak. Dampak asap kebakaran hutan ke kesehatan dapat berupa langsung dan tidak langsung.


Berikut ini dampak langsung akibat kebakaran hutan, antara lain:
Infeksi Paru dan Saluran Napas. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal/setempat pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan yang memang langsung kena asap kebakaran hutan. Kabut asap juga dapat menyebabkan reaksi alergi, beradangan dan mungkin juga infeksi, mulai ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan bila berat bisa sampai ke pneumonia. Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi. ISPA jadi lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dan lain-lain, penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan (environment). Jadi, ISPA dalam kasus kebakaran hutan terjadi melalui 3 mekanisme, yakni iritasi, infeksi, dan penurunan daya tahan tubuh untuk melawan kuman/virus.

Mata dan kulit, yang langsung terpapar asap. Gangguan iritasi serupa juga dapat terjadi di mata dan kulit, yang langsung kontak dengan asap kebakaran hutan, menimbulkan keluhan gatal, mata berair, peradangan dan infeksi yang memberat.

Dampak kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan Iain-Iain. Pasalnya, asap kebakaran hutan akan masuk terhirup ke dalam paru-paru. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.

Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi. Kalau kemudian air dan makanan terkontaminasi itu dikonsumsi masyarakat, maka bukan tidak mungkin terjadi gangguan saluran cerna dan penyakit lainnya.

Secara umum maka berbagai penyakit kronik di berbagai organ tubuh (jantung, hati, ginjal dan lain-lain) juga dapat saja memburuk. Hal ini antara lain terjadi karena dampak tidak langsung di mana kabut asap menurunkan daya tahan tubuh dan juga menimbulkan stres.

Selain itu, mereka yang berusia lanjut.dan anak-anak termasuk mereka yang mempunyai penyakit kronik, dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan mendapatkan gangguan kesehatan. Petugas kesehatan di daerah-daerah tertentu sudah siap untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan yang ada.

Memang gangguan kesehatan biasanya baru akan timbul kalau seseorang cukup lama kontak dengan asap kebakaran hutan. Sejauh ini belum ada peningkatan masalah kesehatan yang berarti di daerah-daerah yang kini ada asap kebakaran hutannya, tapi kita tentu perlu waspada. Petugas-kesehatan di daerah-daerah tentu sudah siap untuk antisipasi kemungkinan gangguan kesehatan yang ada.
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment