Agar Tetap Trendi, Tetapi Sesuai Syariat, Inilah Tipsnya

Tren busana muslim telah menjadi terobosan baru dalam dunia fesyen. Tentu hal itu merupakan sebuah prestasi yang hams diacungi jempol. Di satu sisi, perempuan dituntut untuk menggunakan busana trendi, tetapi tetap dengan syariat Islam. Konsep busana muslim telah tampil modern dan elegant dengan munculnya berbagai brand yang hadir untuk melengkapi kebutuhan kaum muslimin agar selalu up to date.

Jenahara, salah satu desainer busana muslim, mengakui tren busana muslim saat ini banyak berkembang. Sebab, sudah ada segmen dan marketnya sendiri. Perempuan yang telah menggeluti binis fesyen sejak 2011 itu mengatakan perempuan muslim saat ini cenderung memilih busana yang simpel, tetapi tetap dapat dipadupadankan. Wanita muslim ingin yang lebih bisa di-mix and macth. Jadi, mereka bisa punya banyak sekali pilihan. 

Untuk pemilihan warna, lebih suka mengusung warna-warna netral, seperti hitam atau putih, juga warna monochrome. Spesial untuk edisi hari raya lebaran, terdapat opsi warna lain, abu-abu, cokelat dan lain-lain. Karena di hari raya tidak semua orang memiliih warna putih.

Fesyen busana mushmah yang kini berkembang pesat sebaiknya tidak boleh keluar dari nilai-nilai keislaman. Uztad Mohamad Hidayat mengatakan berbusana dalam Islam harusnya memperhatikan sejumlah hal, di antaranya tidak membuka aurat, tidak berlebihan yang tujuannya semata-mata mendapat perhatian manusia, dan tidak boleh bermewah-mewahan. Sebab fungsi pakaian ialah untuk menutup tubuh dan sebagai penghias.

Boleh kita berpakaian bagus dan rapi sebagai tanda syukur kepada Allah, tapi harus dilihat lingkungan kita. Yang terpenting, perempuan dalam berbusana, jangan menyerupai laki-laki ataupun sebaliknya sebab Rasullah melaknat itu.

Anjuran bagi para pengusaha di bidang fesyen muslimah dengan menjadikan bisnis tersebut sebagai jalan dakwah, yakni membuat busana yang sesuai syariat dan pastinya menutup aurat. Bahannya sederhana, warnanya tidak mencolok dan membuat desain-desain aneh sebaiknya dikurangi saja.

Menjelang Hari Raya ldul Fitri, diingatkan untuk tidak berpakaian secara belebihan. Boleh saja berpakaian rapi dan bagus untuk menunjukkan rasa syukur, tapi tidak melampaui batas. Hari raya bukan berpakaian baru tapi bagaimana keimanan kita bertambah.
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment