Cara Sembuh Total Dari Penyakit Hepatitis A

Hepatitis A merupakan penyakit yang sangat menular. Penularannya melalui anus dan mulut, serta kontaminasi makanan. Sebab itu, mencegah penyakit Hepatitis A sangat penting, yaitu menjaga asupan makan dan kebersihan. Jika sudah terkena, penderita tidak harus dirawat dan diberikan obat-obatan untuk mengatasi gejala, serta makan makanan bergizi. Ternyata Hepatitis A dapat disembuhkan secara total.

Hepatitis merupakan penyakit infeksi atau gangguan pada hati, yang disebabkan oleh virus. Hepatitis berarti radang atau pembengkakan hati. Penderita hepatitis mengalami kerusakan pada sel hatinya sehingga zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Akibatnya, warna kulit menjadi kekuningan. Sebab itu, penyakit hepatitis ini disebut penyakit kuning.

Penyakit ini dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah. Penyebabnya virus alkohol, narkoba, obat-obatan (termasuk obat-obatan yang diresepkan) atau racun. Hepatitis merupakan penyakit yang sangat umum, bahkan dapat terjadi pada orang yang sistem kekebalannya baik.

Hepatitis A
Hepatitis dapat mengakibatkan goresan atau pengerasan hati (sirosis) sehingga fungsi hati menjadi gagal dan berakibat kematian. Ada berbagai macam hepatitis, di antaranya adalah hepatitis A. Hepatitis A adalah penyakit yang sangat menular. Virusnya ditemukan dalam tinja yang terinfeksi oleh hepatitis A.

Orang yang mengidap penyakit hepatitis A mengeluarkan virus dalam tinja sekitar 2 minggu sebelum dan sekitar 5-7 hari setelah munculnya gejala. Virus hepatitis A (hepatitis A virus/HAV), termasuk family picornaviridae genus hepatovirus yang merupakan RNA virus positif. Cara penularannya melalui fecal-oral atau melalui anus dan mulut.

Vims ditemukan dalam tinja dan mencapai puncak 1-2 minggu sebelum timbulnya gejala. Namun, akan berkurang secara cepat setelah timbulnya gejala disfungsi hati timbul bersamaan setelah munculnya sirkulasi antibodi HAV dalam darah. Kejadian luar biasa terjadi dengan pola common source. Umumnya terjadi pada pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, sanitasi yang buruk dan higienis yang rendah.

Tanda dan gejala hepatitis A di antaranya demam, malaise (lemah dan lesu), anoreksia, gangguan abdominal serta iktirus (kondisi di mana tubuh memiliki terlalu banyak bilirubin sehingga kulit dan putin mata menjadi kuning). Masa inkubasinya terjadi selama 15-50 hari, namun rata-rata terjadi selama 28-30 hari.

Mengenai infektivitas masa penularan maksimum virus hepatitis A terjadi pada hari terakhir dari separuh masa inkubasi dan berlanjut setelah timbulnya ikterus. Ini merupakan puncak aktivitas aminotransferase pada kasus an-ikterik. Sebagian besar kasus kemungkinan tidak menular pada minggu pertama setelah ikterus.

Ekskresi virus melalui tinja paling lama terlaporkan selama enam bulan, terjadi pada bayi dan anak. Ekskresi kronis pada hepatitis A virus (HAV) tidak pernah terlaporkan. Semua orang reman terhadap infeksi virus hepatitis A ini. Pada bayi dan anak pra-sekolah, jarang menunjukkan gejala Minis. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi ringan dan an-ikterik umum terjadi. Imunitas homologous setelah mengalami infeksi, dapat berlangsung seumur hidup.

Pencegahan Hepatitis A
Penyakit hepatitis A dapat dicegah. Karena penularannya bisa melalui anus dan mulut, serta kontaminasi makanan, maka pencegahannya terkart dengan hal tersebu. Berikut sembilan cara pencegahan penyakit hepatitis A yang dapat dilakukan oleh masyarakat:
  1. Selalu mencuci tangan sebelum masak, sebelum makan dan setelah keluar dari toilet
  2. Selalu mencuci alat-alat masak dan alat-alat makan.
  3. Dapur harus selalu bersih, sampah padat dan cair terkelola dengan baik, serta tidak ada binatang seperti serangga, dan lain-lain.
  4. Gunakan air yang bersih dan bahan makanan yang baik. Pilih makan makanan yang segar, dengan proses memasak yang benar dan baik. Selain Itu, cuci buah-buahan dan sayur-sayuran dengan baik, serta tidak menggunakan bahan makanan yang sudah kadaluarsa.
  5. Memasak makanan hingga matang, terutama daging sapi, ayam, telur, seafood, serta rebus sup hingga 70°C.
  6. Pisahkan bahan makanan matang dan mentah dengan menggunakan alat dapur dan alat makan yang berbeda, serta simpan di tempat yang berbeda.
  7. Simpan makanan di suhu aman. Jangan menyimpan makanan matang di suhu ruangan terlalu lama. Masukkan makanan ke dalam lemari es bila ingin disimpan. Sebelum dihidangkan, panaskan sampai lebih dari 60°C, serta jangan terlalu lama disimpan di lemari es.
  8. Jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang kotor dan berjamur.
  9. Selalu menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan dan pribadi. Selain pencegahan secara perorangan, promosi kesehatan juga diberikan kepada masyarakat tentang sanitasi yang baik. Kebersihan perorangan yang perlu dipromosikan seperti cuci tangan secara benar dan pembuangan tinja di jamban yang bersih. Selain itu, perlunya penyediaan air bersih, sistem pendistribusian air yang baik, serta pengelolaan limbah yang benar.
Bisa Sembuh Total
Jika sudah terkena penyakit hepatitis A, maka penanganan penderita, serta kontak dan lingkungan sekitar perlu diperhatikan. Biasanya jika diperlukan dilakukan isolasi bagi penderita yang positif hepatitis A. Pengobatan yang diberikan tidak spestfik. Pengobatan biasanya dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga penderita hepatitis A perlu istirahat dan makan bergizi. Selain itu, dilakukan disinfeksi serentak terhadap bekas cairan dari penderita. Namun, penderita tidak perlu dikarantina.

Sementara jika ada wabah hepatitis A, segera laporkan kepada instansi kesehatan setempat. Lakukan investigasi dengan PE, apakah penularan terjadi pada orang ke orang atau common source mencari populasi yang terpanjang. Biia ditemukan sumber infeksi seperti kaporisasi pada air yang tercemar, maka segera dimusnahkan. Lakukan upaya khusus untuk meningkatkan sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan untuk mengurangi kontaminasi makanan di air dengan tinja.

Namun, tak perlu khawatir penyakit hepatitis A bisa disembuhkan secara total, asalkan yang terperrting selama pengobatan pasien harus beristirahat total. Obat-obatan yang diberikan hanya bersifat menghilangkan gejala yang muncul. Misalnya, jika penderita hepatitis A menderita diare maka akan diberikan obat antidiare. Jika ada gejala mual maka akan diberikan obat antimual.

Sementara jika penderita hepatitis A mengalami demam maka akan diberikan obat antidemam. Jika penderita tubuhnya lemas maka akan diberikan vitamin dan dianjurkan untuk memperhatikan asupan makannya. Selama proses perawatan dan pengobatan, penderita hepatitis A memang perlu diisolasi, dan dilarang tidur sekamar dengan orang sehat. Jika dirawat di RS, biasanya penderita hanya tidur sendiri di kamar dan dipisah dengan pasien lain. Namun, tidak semua pasien harus dirawat. Bila tidak mengalami mual, muntah dan tidak mau makan, sebaiknya dirawat untuk mendapatkan infus cairan dan makanan.

Cara Mengobati Hepatitis A Secara Alami
Hepatitis A bisa disembuhkan dengan bahan alami seperti kunyit, temulawak, mahkota dewa, mengkudu, dan brotowali. Berikut penjelasannya:
  1. Kunyit. Mengandung minyak atsiri, yang bermanfaat sebagai antimikroba. Cara membuat ramuan, kunyit yang sudah dicuci, diparut, lalu diperas airnya dan dicampur dengan madu asli dan air hangat. Minum 3 kali sehari.
  2. Temulawak. Mengandung kurkumin dan xanthoriza, yang bermanfaat menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan. Kurkumin berguna sebagai antioksidan alami, serta bersifat hepatotoksik di dalam tubuh. Temulawak juga dapat menurunkan kadar lemak datah dan meningkatkan daya tahan tubuh.
  3. Mahkota Dewa. Mengandung tannin, flavonoid, fenol, lignin dan minyak atrisi untuk menyembuhkan serangan penyakit Mahkota dewa dikeringkan terlebih dulu, laiu direbus dan air rebusan diminum dengan teratur.
  4. Mengkudu. Mengkudu mengandung antiseptik dan antibakteria patogen. Zat nutrisinya cukup lengkap dan menyehatkan seperti protein, vitamin dan mineral penting. Kandungan selenium sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh. Zat terpenoid-nya dapat membantu proses pemulihan sel-sel tubuh. Scolopetin efektif untuk antiperadangan dan antialergi.
  5. Brotowali. Meski rasanya pahit, namun brotowali bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit infeksi. Brotowali mengandung alkaloid, damar lunak, pati, glikosida, pikroretosid, zat pahit pikroretin, palmatin dan kokulin yang dapat mengobati hepatitis secara alami.
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment