Agar Padu Padan Dengan Batik Tidak Monoton

Lebaran sebentar lagi. Selama momen silaturahmi, batik bisa menjadi pilihan. Corak dan warna adalah unsur utama pada tampilan batik. Akan tetapi, bermain aman dengan memadukan batik corak penuh dengan kain polos? Hmm, sudah bukan zamannya lagi. Memilih busana batik dengan paduan satu turunan warna? Itu pun terlalu monoton. Ayo berekspresi bebas untuk gaya kasual dan dinamis dengan batik!

Kreasi batik memang semakin beragam. Apalagi, batik yang merupakan warisan budaya khas Indonesia itu bukan lagi hanya menjadi kain tradisi, tetapi juga telah menjadi produk fashion yang bisa didesain dengan detail-detail yang gaya dan mengikuti tren.

Pemakaian batik dahulu umumnya hanya untuk berperan sebagai sarung atau kain bawahan. Ia dipadukan dengan kebaya atau baju kurung sebagai atasan. Lalu, karena batik memiliki corak dan warna, umumnya atasan yang dipilih pun bernuansa polos dengan warna netral atau turunan warna senada.

Namun, seiring berjalannya waktu, kreativitas desain semakin kaya sehingga batik disesuaikan untuk kebutuhan berbu-sana sehari-hari.

Aktivitas sehari-hari memang membuat kita membutuhkan gaya fashion yang lebih kasual dan praktis. Kepraktisan itu membuat kita tampil sebagai pribadi yang energik dan dinamis. Namun, tuntutan fashionable pun tetap tinggi sehingga tidak cukup hanya menjadikan kain batik sebagai bawahan, batik bisa hadir dalam bentuk minidress, bolero, atasan, dan sebagainya.




Gaya busana memang bergantung pada karakter seseorang. Ada yang senang "bermain aman" dengan penampilan serupa, tetapi tak sama setiap harinya. Nah, apakah Anda sedang merasa bosan dengan penampilan yang monoton?

Kalau ya, ayo sesekali ubah gaya agar lebih variatif tanpa perlu meninggalkan karakter masing-masing. Begitu pun saat ingin bergaya dengan batik, kekayaan corak dan warnanya bisa membuat kita lebih bisa berkreasi untuk mendapatkan penampilan yang fashionable.

Ingin keluar dari padu padan yang monoton? Berikut ini ada sedikit panduan gaya buat Anda yang semoga menginspirasi untuk memunculkan the other side of you in batik fashion.
  • Jangan padukan warna dari satu tone saja dari atas sampai bawah. Tampillah lebih dinamis dengan memadupadankan warna lembut dan tajam. Misalnya, atasan merah yang bold dan tegas dengan bawahan krem yang lebih lembut.
  • Untuk mendapatkan kesan girly, anggun, ataupun feminin, Anda bisa saja menggunakan warna lembut dari atas sampai bawah dengan warna yang serasi. Akan tetapi, hati-hati, serasi bukan berarti mengambil satu turunan warna untuk seluruh fashion items. Misalnya, atasan pink, bawahan soft pink, sepatu pink tua, dan bahkan tas dan aksesori masih juga pink. Hal itu harus dihindari karena penampilan menjadi monoton. Contoh perpaduan warna soft yang baik adalah memadukan pink lembut dengan baby blue. Bisa juga warna peach atau.kuning lembut dengan warna tosca.
  • Mengenai motif atau corak, pemakaiannya juga sesuaikan dengan bentuk badan. Bagi yang berbadan besar sebaiknya mengenakan batik yang motifnya bervolume kecil. Motif volume besar akan mengesankan bentuk badan terlihat semakin besar.
  • Saat ingin bergaya kasual, tetap tunjukkan karakter Anda. Sah-sah saja untuk memadukan atasan batik dengan celana pendek sehingga karakter dinamis tetap terlihat.
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment