6 Langkah Mudah Membuat Kotak Kemasan

Ungkapan don't jugde the book by it's cover bisa jadi sudah usang. Akan tetapi, kita juga tak bisa memungkiri hal ini. Ketika hadiah sampai di tangan, yang dilihat - untuk kemudian dinilai - pertama kali adalah kotak kemasannya.

Untuk itu, kemasan menjadi elemen penting yang tak luput dari desain. Semakin menarik penampakannya, visual semakin dimanjakan. Hati pun akan semakin riang, bukan? Bahkan, tokoh kenamaan Steve Jobs pernah berujar, "Packaging can be theatre, it can create a story." Dari situ, bisa dimaknai bahwa kotak kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus belaka. Lebih dari itu, juga bisa menjadi panggung untuk menyampaikan maksud serta "bercerita" dengan sendirinya.



Di masa kini, desain kotak kemasan sangat bervariasi. Warna dan motifhya tak kalah banyaknya. Bentuknya bukan hanya kotak sederhana, melainkan mengikuti keinginan dan kemampuan sang pembuat. Desain kotak kemasan saat ini boleh jadi terhingga. Seperti kreativitas yang tak terbatas, semua desain bisa diwujudkan. Meskipun pada akhirnya, eksekusinya bergantung pada fungsi yang diinginkan.
Dari fungsi itulah, desain kemasan mulai bisa diejawantahkan. Misalnya untuk meletakkan sebuah atau beberapa benda agar tidak rusak hingga elemen dekorasi. Tak jarang, keduanya bisa disatukan. Dengan kemasan yang menarik, juga bisa meningkatkan daya jual produk atau isi yang ada di dalamnya.

Kini semakin banyak orang yang mencari kotak dan kemasan yang dibuat khusus secara custom dengan berbagai tujuan. Dengan begitu, kesan personal lebih bisa didapat. Kesan personal tersebut juga semakin dikuatkan dengan pengerjaan secara handmade. Saat kotak yang dirniliki tak bisa didapatkan di tempat lain, pasti ada nilai lebih yang berbeda, apalagi dengan desain yang juga custom sesuai dengan keinginan.

Dari segi bentuk, bukan hanya kotak yang sedang digandrungi. Ada desain yang menyerupai buku, berbentuk seperti bola, oval, hingga bentuk lain yang sesuai dengan benda atau karakter yang diinginkan. Misalnya, kemasan berbentuk kastil, rumah burung, peta harta karun, dan buku. Biasanya, bentuk-bentuk tersebut lekat dengan cerita yang ingin disampaikan. Ada pula cerita yang disampaikan melalui media gambar, tulisan, serta logo. Baik gambar maupun tulisan, tren yang terjadi adalah coretan yang dibuat menggunakan tangan, bukan merupakan template. Tipografi huruf yang dipilih pun biasanya berupa hand lettering. Yang terpenting, konsumen harus tahu terlebih dahulu kotak itu akan diisi oleh apa, baru kemudian bentuk dan desain menyesuaikan konsepnya.

Dari segi warna, beragam sesuai permintaan dan kebutuhan. Jika diperuntukkan bagi anak-anak, biasanya warna yang dipilih sangat play-full dengan desain tokoh karakter yang sedang digandrungi. Untuk kalangan dewasa, warna monokrom biasanya lebih banyak dipilih. Palet warna solid seperti hitam, hijau tua, emas, merah, dan biru seringkali menjadi pilihan.
Mengenai material, orang biasanya memilih kertas karena terlihat lebih simpel. Harganya pun lebih terjangkau. Sementara itu, untuk rangka kotak dan kemasan, dipilih beberapa jenis seperti karton boards 3 mm dan kardus lipat, sesuai kebutuhan. Agar lebih tahan lama, material kertas tersebut biasanya dilaminasi. Cara itu ditempuh untuk menghindari debu, jamur, dan keringat. Pernak-pernik lain seperti magnet, kancing, pita, bahan daur ulang, renda, dan kain bisa digunakan untuk menampilkan aksen berbeda.

Untuk membuat kotak kemasan, sebenarnya tidak sulit. Tinggal menyiapkan alat dan bahan, lalu mengkreasikannya dengan ide yang ada, jadilah kotak kemasan berdesain sesuai keinginan. Sambil - tentu saja - membutuhkan niat, ketelitian, dan kesabaran.

Pada kesempatan kali ini, kita akan coba membuat kotak kemasan dengan desain sederhana. Desain tersebut dipilih karena tergolong dasar serta bisa langsung diaplikasikan oleh pemula.
Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah cutter, gunting, penggaris, selotip kertas, karton board 3 mm, fancy paper, kuas untuk lem, lem kayu, alas, kain bekas, dan bone folder (alat melipat kertas).
Untuk tahap lanjut, bisa memilih jenis kertas atau material lain yang diinginkan sesuai kebutuhan atau desain lain dengan detail yang lebih rumit.
Berikut langkah-langkahnya.
  • Ambil karton board 3 mm, kemudian ukur dan gunting menjadi pola berukuran yang diinginkan. Pada bagian yang akan dilipat, terlebih dahulu dibuat bentuk setengah putus menggunakan cutter. Proses itu tergolong sulit karena membutuhkan ketelitian mengenai ukuran yang presisi.
  • Oleskan lem kayu ke seluruh permukaan karton bagian dalam. Pengolesan lem menggunakan kuas lebih direkomendasikan agar lebih merata.
  • Lapisi bagian dalam karton dengan kertas yang dipilih dan rapikan. Untuk menghindari lem yang menggumpal ketika dilapisi kertas, bisa menggunakan kain atau bone folder setelah dilapisi kertas. Sisihkan kertas yang tidak digunakan untuk lapisan.
  • Tekuk karton mengikuti pola dan rekatkan dengan menggunakan selotip kertas di bagian luar.
  • Oleskan lem kayu ke seluruh permukaan karton bagian luar, lalu lapisi dengan kertas dan rapikan.
  • Bentuk dasar kotak telah selesai.


Selanjutnya, pembuatan kotak custom bisa dilanjutkan dengan membuat tutup kotak melalui proses yang sama. Untuk membuat rangka tutup kotak, biasanya ukuran yang digunakan lebih 6 mm dari ukuran dasar kotak, jika menggunakan karton board 3 mm. Jika ingin material berbeda seperti mika atau menggunakan aksen tertentu seperti benda daur ulang, pita, dan kain, bisa dikreasikan sesuai imajinasi. So, selamat berkreasi! [Source Article : Endah Asih/PRM/23/10/2016]
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment