Inilah Sejarah Asal-usul Sandal Yang Anda Pakai

Maman Malmsteen 21.23.00
Jendela Informasi - Pernahkah terbayang oleh Anda darimana asal-usul sandal yang selalu kita pakai sehari-hari? Ternyata ada banyak cerita di balik kehadirannya, Iho. Penasaran dengan kisah si sandal ini? Follow me, babe!

Geta
Geta merupakan alas kaki tradisional Jepang yang terbuat dari kayu. Pada bagian alas, terdapat tiga buah lubang untuk memasukkan tali berlapis kain yang disebut hanao. Dan dua buah hak yang disebut ha (gigi), terdapat di bagian bawah alas (sol). Hak tinggi itu berfungsi untuk memudahkan pemakainya berjalan melewati becek ketika hujan. Geta atau yang lebih dikenal dengan bakiak Jepang, dipakai di luar ruangan sewaktu mengenakan yukata atau kimono yang bukan kimono formal.

Jipsin
Jipsin adalah sandal tradisional yang terbuat dari jerami. Konon, jipsin sudah dipakai sejak zaman dahulu oleh orang-orang Korea pada masa Joseon. Mereka dikategorikan sebagai yi, yaitu sepatu dengan hak pendek. Nama jipsin bisa bervariasi, tergantung dari bahan yang dipakai untuk pembuatannya seperti samsin, wanggolsin, cheongoi jisin, dan budeulsfa. ipatoumumnya dipakai oleh para petani dan peternak di desa sebagai alas kaki mereka sehari-hari.

Saltwater Sandals
Saltwater muncul pada awal tahwn 1940-an sebagai alas kaki tradisional untuk anak-anak. Awalnya, saltwater dibuat karena makin berkurangnya kulit alami untuk pembuatan sepatu pada masa perang dunia kedua. Makanya. jenis sandal ini dibuat dari sisa pembuatan kulit sol sebelah kiri atas sepatu pria. Desainnya terdiri dari tali yang mirip dengan tali gesper, yang dibuat melintang pada jari dan mata kaki.

Jelly Sandals
Sandal jelly merupakan sandal klasik para nelayan yang terbuat dari bahan PVC plastik. Awalnya, ditemukan pada tahun 1946 oleh nelayan yang bernama Jean Dauphant. Sandal ini terbuat dari plastik dan sangat empuk bila dipakai. Karena bentuk dan warna-warnanya yang cerah menyerupai sandal ini akrab dengan sebutan sandal jelly.

Flip-Flop
Ada berbagai macam sebutan untuk flip-flop, Di India misalnya, flip-flop lebih dikenal dengan sebutan Hawaii Chappals, sedangkan di Australia dan Kanada disebut thongs, slip-slops di Afrika Selatan, jandals di Selandia Baru dan Pasifik Selatan. Nama lainnya seperti slippers, pluggers, dan chancietas juga banyak muncul. Flip-flop sendiri merupakan sandal karet yang datar bagian bawahnya dan memiliki tali menyerupai huruf "Y", yang berfungsi sebagai penjepit di antara jari jempol dan jari kaki lainnya. Karena sempat menjadi permasalahan lingkungan, bahan baku pembuatan flip-flop yaitu polyurethane yang berasal dari minyak mentah, kini mulai digantikan dengan bahan baku dari daur ulang ban mobil bekas dan bahan-bahan alami seperti rami, kapas, dan kelapa.

Caligae
Caligae dahulu kala adalah alas kaki tradisional yang dipakai berdasarkan tingkatan kasta di Roma. Caligae yang dipakai oleh para patricians, senator, dan magistrates disebut dengan calcei, yang dipakai oleh rakyat jelata disebut perones, dan yang dipakai oleh para prajurit disebut gladiator. Sandal ini terbuat dari kulit yang sangat kuat, tali pengikat dengan gaya militer (yang dililit hingga betis) dan sol tebal dari kulit. Bedanya, gladiator yang dipakai oleh para prajurit dilengkapi oleh paku-paku pada bagian bawahnya.

Keindahan Keraton Kasepuhan Cirebon

Maman Malmsteen 20.12.00
Jendela Informasi - Keindahan Keraton Kasepuhan Cirebon. Cirebon dikenal akan wisata Kasepuhannya. Cirebon memiliki Keraton Kasepuhan Cirebon yang merupakan keraton kesultanan pertama di Cirebon yang dibangun pada 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II. Sampai sekarang kondisi keraton masih tetap lestari, terjaga dan terawat.

Bangunan Keraton Kasepuhan dan pernak-pernik yang tersimpan di dalamnya adalah perpaduan dari tiga agama, yaitu Hindu, Islam, dan Buddha, serta tiga budaya, yaitu Jawa, Tiongkok, dan Eropa. Perpaduan ini menjadikan Keraton Kasepuhan lebih istimewa dari keraton lainnya. Secara keseluruhan, kompleks keraton terdiri dari keraton itu sendiri, alun-alun, serta masjid. Tembok keraton yang terdiri dari bata merah dan bentuk gapura keraton serupa dengan arsitektur bangunan Hindu seperti keraton Majapahit.


Keberadaan Siti Hinggil dan pendopo-pendopo kecil adalah representasi dari bangunan Jawa. Ada juga keramik-keramik dinding yang memiliki 2 corak, Eropa dan Tiongkok. Di Taman Bundaran Dewandaru yang terletak di kompleks tengah keraton, unsur Hindu bisa dijumpai dalam wujud Lembu Nandu. Sementara, unsur Eropa terdapat di meriam yaitu hadiah dari Thomas Stanford Raffles.

Keraton Kasepuhan memiliki Kereta Kencana Singa Barong yang perwujudannya menunjukkan perpaduan unsur berbagai agama dan budaya. Kereta kencana tua canggih pertama buatan Indonesia ini memiliki desain yang melambangkan persahabatan antar agama.

Uniknya lagi, saat Lebaran tiba, Keraton Kasepuhan rutin melaksanakan tradisi cuci Kereta Singa Barong. Setiap tanggal 1 Syawal, mereka mengeluarkan Kereta Singa Barong untuk dimandikan. Ritual biasanya dilakukan di Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon. Dua kereta terdiri dari kereta asli dan duplikat dibersihkan dengan air dari tujuh sumur keraton dicampur dengan kembang tujuh rupa pada proses pemandian Kereta Singa Barong.

Saat ini Kereta Singa Barong sudah tidak lagi digunakan. Ia disimpan di Museum Keraton Kasepuhan dan baru dikeluarkan setiap tanggal 1 Syawal. Keraton Kasepuhan berlokasi di Jalan Jagasatru, Cirebon. [YP 2015]

Ragam Kuliner Khas Kota Cirebon

Maman Malmsteen 06.34.00
Jendela Informasi - Ragam Kuliner Khas Kota Cirebon. Cirebon menyimpan beragam makanan tradisional menggugah selera. Dengan luas wilayah yang tidak terlalu besar, akan memudahkan Anda menyusuri tiap jalan untuk menyantap ragam kuliner khas Cirebon. Meski beberapa makanan tersebut sudah banyak dijumpai di Jakarta atau kota besar lainnya, tak ada salahnya Anda menyantapnya langsung di tempat asalnya.

Nasi Jamblang

Nasi Jamblang merupakan penganan yang asalnya dari Jamblang, salah satu tempat yang terletak di barat Kota Cirebon. Sajian nasi lengkap khas Cirebon ini dulu merupakan nasi putih yang dibungkus dengan daun jati dan ditambahkan berbagai macam pilihan lauk. Aneka lauk yang dapat dipilih, diantaranya tempe goreng, ikan asin, aneka pepes, ayam goreng, tungkai cumi hitam, tumis udang, aneka sate, semur telur, gulai lidah, limpa sapi, paru paru goreng dan banyak lagi. Pengunjung bisa bebas memilih lauknya sebagai pelengkap nasi dengan harga bervariasi mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 17.500. Semakin banyak lauk yang dipilih maka semakin mahal harganya.
Baca juga : 4 Minuman Khas Sulawesi yang Segar dan Cara Membuatnya

Empal Gentong

Dinamakan Empal Gentong karena dari cara memasak tradisional yaitu menggunakan gentong atau periuk tanah liat. Makanan berkuah santan ini disajikan panas-panas dengan pilihan nasi atau lontong. Di atas kuahnya ditaburi irisan daun kucai. Harga satu porsi cukup bervariasi mulai dari 18.000 sampai 20.000 rupiah. Selain Empal Gentong, di beberapa warung makan Anda dapat memesan Empal Asem yang mirip dengan Empal Gentong tetapi berkuah bening dengan rasa asam dari belimbing wuluh dan asam Jawa.

Teh Poci
Baca juga : Tahu Jeletot
Tentu saja minuman khas Cirebon ini sudah tidak asing lagi. Sekilas teh ini sama dengan teh pada umumnya. Teh poci memiliki rasa yang alami dan disuguhkan menggunakan teko yang terbuat dari tanah liat atau gerabah. Teh poci biasanya menggunakan teh hijau melati yang mengeluarkan aroma khas dan disajikan di pagi atau sore hari dengan ditemani makanan kecil. Menikmati secangkir teh poci menjadi salah satu kegiatan penting para wisatawan yang berkunjung ke Cirebon. [YP 2015]

4 Minuman Khas Sulawesi Yang Segar Dan Cara Membuatnya

Maman Malmsteen 17.21.00
Jendela Informasi - Minuman khas Sulawesi yang segar sangat populer di lidah masyarakat, baik yang non alkohol maupun yang mengandung alkohol. Minuman-minuman ini menyegarkan diseruput saat santai. Beberapa minuman khas Sulawesi yang non alkohol seperti Wedang Saraba, Es Pisang Ijo Lilit Ubi, Jus Markisa hingga Es Kelapa Makassar sangat nikmat diseruput. Dahaga di kala panas pun akan segera hilang dan berganti rasa segar. Seperti apa?

Wedang Saraba

Bahan :
100 gr jahe merah, memarkan 
3 sdm gula merah, sisir halus 
100 ml susu kental manis putih 
600 ml air

Cara Membuat :
  • Rebus air, gula merah dan jahe hingga mendidih di atas api sedang, angkat dan saring.
  • Siapkan susu kental manis di dalam gelas saji, tuang air rebusan jahe sambil diaduk perlahan.
  • Wedang Saraba siap disajikan selagi hangat.



Es Pisang Ijo Lilit Ubi

Bahan :
300 gr bubur sumsum
3 buah pisang raja
Keju Cheddar, parut secukupnya
Cokelat Meises, secukupnya
Es batu secukupnya, serut
Sirop Tjampolay secukupnya

Adonan Kulit :
1/2 kg ubi putih, kukus, haluskan 
70 gr tepung sagu 
2 tetes pewarna hijau 
Garam secukupnya

Cara Membuat :
  • Adonan Kuli t: Campur ubi dengan tepung sagu, pewarna hijau dan garam, aduk hingga rata dan kalis.
  • Pisang Ijo : Ambil sebuah pisang, balut dengan adonan kulit yang telah dipipihkan hingga tertutup rapat. Kukus adonan pisang ijo hingga matang di dalam klakat yang telah dialasi daun pisang, sambil sesekali penutup kukusan dibuka agar adonan pisang ijo tidak pecah, angkat dan dinginkan.
  • Potong serong pisang ijo, susun di atas mangkuk saji berisi es batu dan Bubur Sumsum. Taburi dengan keju parut dan cokelat meises, siram dengan sirop Tjampolay.
  • Es Pisang Ijo Lilit Ubi siap dinikmati

Untuk 3 Porsi


Jus Markisa

Bahan :
3 buah markisa
2 buah jeruk peras, ambil airnya 
Gula cair secukupnya 
Es batu secukupnya

Cara Membuat :
  • Blend markisa, air jeruk dan gula cair hingga lembut, saring.
  • Siapkan es batu di dalam gelas saji, tuang jus markisa.
  • Jus Markisa siap disajikan dingin.



Es Kelapa Makassar

Bahan :
1 buah kelapa muda 
1 buah air jeruk nipis 
50 ml sirop coco pandan 
Es batu secukupnya

Sirup Gula :
50 gr gula pasir 
100 ml air 
Garam secukupnya

Cara Membuat :
  • Sirop Gula : Larutkan gula pasir dan garam dengan air, rebus hingga mendidih di atas api kecil, angkat dan dinginkan.
  • Siapkan batu es di dalam gelas saji, tambahkan sirup gula dan air jeruk nipis.
  • Tuang air kelapa beserta dagingnya ke dalam gelas, tambahkan sirop coco pandan.
  • Es Kelapa Makassar siap disajikan

Untuk 2 Gelas


Pasar Tegalgubug Cirebon, Pasar Sandang Terbesar Di Asia Tenggara

Maman Malmsteen 08.08.00
Jendela Informasi - Terletak di lokasi yang strategis, menjadikan Cirebon sebagai simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Cirebon juga memiliki potensi wisata dan belanja yang cukup menjanjikan. Terhitung ada lebih dari 20 pusat perbelanjaan. Selain itu, ada beberapa pasar yang menawarkan harga lebih murah tetapi dengan kualitas yang setara atau bahkan lebih bagus dari mall.

Adalah Pasar Sandang Tegalgubug yang berada di Kecamatan Arjawinangun, Cirebon. Tegalgubug adalah nama desa di Cirebon dan terkenal akan julukan pasar sandang terbesar se-Asia Tenggara dengan luas lebih dari 30 ha yang terbagi menjadi beberapa blok. Ternyata Pasar Tegalgubug sudah ada sejak tahun 1914 dan memiliki latar belakang sejarah yang sangat menginspirasi.



Saat itu, warga setempat menggantungkan hidupnya hanya dengan membuat dan menjual perlengkapan kebaya kaum perempuan. Kaum perempuan di Tegalgubug memang mahir dalam menjahit. Para pembeli biasanya berasal dari luar wilayah Cirebon dan berdatangan pada malam hari dengan menggunakan pedati. Karena itulah, hingga kini, aktivitas perdagangan di Pasar Tegalgubug telah dimulai sejak malam hari sebelum 'hari pasaran' tiba.
Meski aktivitas perdagangan terus berjalan, ternyata belum bisa meningkatkan keadaan perekonomian warga Tegalgubug. Oleh karena itu, para lelaki merantau ke Bandung untuk menjadi tukang becak. Saat itu pada tahun 1960-an, di Bandung sedang menjamur industri tekstil. Seringkali, pabrik-pabrik tekstil membuang sisa-sisa kain yang tidak mereka gunakan. Melihat hal itu, para tukang becak yang berasal dari Tegalgubug memungut sisa-sisa kain tersebut dan membawanya pulang. Mereka yakin kain-kain itu dapat dimanfaatkan bila diolah oleh istri mereka yang memang pandai menjahit,
Baca juga : Tahu Jeletot
Ternyata benar, kain-kain sisa pabrik itu dijahit oleh kaum perempuan menjadi pakaian jadi dan sangat laku dijual di Pasar Tegalgubug. Bahkan, permintaan pun terus meningkat hingga akhirnya mereka tak lagi hanya menggunakan kain sisa untuk dijahit menjadi pakaian jadi, melainkan juga membeli kain secara utuh. Melalui promosi dari mulut ke mulut, keberadaan Pasar Tegalgubug pun semakin dikenal. Apalagi, lokasinya yang sangat mudah dijangkau oleh para pembeli yang datang dari berbagai daerah. Tercatat, ada sekitar 6.000 pedagang dari berbagai kota seperti Tasikmalaya, Tegal, Solo, Pekalongan, Jogja, dan Indramayu yang berjualan di Pasar Tegalgubug. Pasar Tegalgubug beroperasi dua kali dalam seminggu yaitu hari Selasa dan Sabtu. [Source : YP 2015]

Aku sudah Lelah Berteriak

Maman Malmsteen 22.51.00
mungkin aku kini akan berbisik saja, pada angin,
pada debu yang berpusing, pada semut yang berderet
di jendela, pada burung yang melintas di udara. aku sudah lelah berteriak, mengingatkanmu akan riwayat
ular dan buaya, yang sesekali menjelma tikus dan
musang di lipatan pakaian dinasmu. mungkin daun-daun
ayat itu akan layu, dan runtuh bagai helai-helai daun jambu.

mungkin kini aku akan bergumam saja,
membiarkanmu melipatgandakan angka-angka,
yang kau curi dari anggaran belanja negara, dan
menumpuk di rekening istri simpananmu. ah, ada
pula yang kau sembunyikan di kardus berdebu. bagai
igauan ilalang pada embun, bagai igauan ketela pada
belatung, aku akan menghitung diam-diam, sampai
saatnya darahku mendidih dan kepal tanganku
menghantam ke wajahmu. lalu aku akan kembali
bergumam saja, membiarkanmu berlalu dengan
wajah lembam dan membiru.

ah, siapa akan mendengar detak jantungku, galau
hatiku, kecamuk otakku. mungkin aku sisipus yang
gigih mendorong batu ke atas bukit itu. mungkin aku
bilal yang terus berseru meski dada ditimpa batu,
sampai saatnya batu berbalik menimpuk wajahmu
yang dungu.



Ahmadun Yosi Herfanda, sastrawan, lahir di Kaliwungu, 17 Januari 1958. Ia dikenal sebagai penyair religius-sufistik, tapi juga banyak menulis cerpen, kolom, dan esai sastra. Ia pernah meraih Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2008) untuk buku puisi Ciuman Pertama untuk Tuhan. Kini, mengajar creative writing dan academic writing di sebuah perguruan tinggi swasta di Serpong.

Berapa Usiamu Hari Ini

Maman Malmsteen 22.44.00
berapa usiamu hari ini? sehelai bulu matahari
tanggal lagi oleh gigitan tokek waktu. pada lipatannya
berderet bangkai kutu dan kecoa yang kau bunuh
kemarin lusa. kata-kata berhamburan dari jendela,
larut dalam hiruk-pikuk jalan raya adakah makna
jam tersisa pada cecerannya?

berapa usiamu hari ini? jadikah kau membunuhku
malam ini? ah, rasanya aku belum tega. uban di
rambutmu belum merata, dan yang kemarin memutih
kini telah lenyap di salon kecantikan pinggir kota
(perempuan itu begitu suka mengusap tiap uban
di kepalamu, seperti ia usap kepala anak pertamanya
sebab pada tiap helainya tertera angka-angka)

berapa usiamu hari ini? hitung saja potongan kuku
jariku yang telah kau kubur itu. pada tiap helainya
tertera detak jantungku yang melambat pada kerdip
matamu.
ya, berapa usiamu hari ini? hitung saja sendiri
sampai kau benar-benar tega membunuhku

sambil tersedu di balik lipatan buku harianmu!

Ahmadun Yosi Herfanda, sastrawan, lahir di Kaliwungu, 17 Januari 1958. Ia dikenal sebagai penyair religius-sufistik, tapi juga banyak menulis cerpen, kolom, dan esai sastra. Ia pernah meraih Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2008) untuk buku puisi Ciuman Pertama untuk Tuhan. Kini, mengajar creative writing dan academic writing di sebuah perguruan tinggi swasta di Serpong.

Cara Merapikan Bumbu Di Dapur Agar Kegiatan Memasak Lebih Menyenangkan

Maman Malmsteen 00.00.00
Jendela Informasi - Spice up your life! Ungkapan itu ingin menyatakan kita harus membumbui kehidupan dengan aneka rasa yang membuat hidup lebih bergairah. Nah, bumbu-bumbu di dapur ternyata butuh pula sentunan aneka desain yang menarik supaya tampil memikat.

Area dapur mungkin menjadi satu tempat di dalam rumah yang difavoritkan keluarga. Di sanalah kehangatan keluarga bisa dirasakan saat sepasang suami-istri bisa bersama-sama menyiapkan masakan dan minuman. Lebih menyenangkan lagi saat anak-anak pun turut serta menghebohkan area dapur.



Keseruan itu akan lebih menyegarkan lagi saat kita melihat botol atau stoples bumbu yang berjajar dengan cantik. Kegiatan memasak pun menjadi semakin semangat sehingga hasil masakannya lebih nikmat.

Ya, bumbu memang menjadi kunci yang melezatkan suatu masakan. Mulai dari yang umum seperti gula, garam, bubuk cabai, merica, sampai bumbu yang spesifik untuk masakan tertentu atau membuat kue.

Namun, sering kali peletakan bumbu-bumbu itu diabaikan atau disimpan seadanya. Baiklah, ini saatnya kita mengatur bumbu-bumbu di dapur dengan botol atau stoples. Tentunya dengan stoples atau botol yang cantik dan memberikan aksen di area dapur sehingga kegiatan memasak semakin menyenangkan.

Ada berapa banyak bumbu di area dapur atau area meja makan di rumah Anda? Hmm... mungkin kita tidak pernah menghitungnya. Penempatannya pun alakadarnya seperti saat baru dibeli dari supermarket atau pasar.

Ingin merapikan itu semua pasti membutuhkan banyak stoples atau botol. Bila harus membeli dari supermarket, mungkin membutuhkan biaya besar saking banyaknya tempat bumbu yang dibutuhkan.

Kalau itu pertimbangannya, bagaimana kalau membuat tempat bumbu sendiri? Dengan biaya yang lebih sedikit, kita bisa menyiapkan lebih banyak tempat bumbu. Desain atau tambahan aksesorinya bisa sesuai dengan selera kita.

Berikut ini ada beberapa alternatif untuk membuat sendiri tempat bumbu yang didapatkan dari beberapa sumber. Silakan mencobanya!

Siapkan beberapa stoples kaca bening bertutup yang jumlahnya sesuai dengan jumlah aneka bumbu yang ingin disimpan. Bisa juga gunakan stoples bekas pakai dari kemasan selai atau kemasan sambal olahan. Pastikan saja sudah dicuci bersih, dikeringkan, dan tutupnya masih berfungsi menutup rapat. 

Bila ingin lebih unik, siapkan botol kaca tinggi yang bentuknya menyerupai botol percobaan di laboratorium kimia seperti bisa dilihat di homedit.com. Namun, untuk menggunakan ini, kita harus membuat tutupnya yang bisa dibuat dari bahan plastik atau gabus yang bentuknya menyerupai tutup botol anggur.

Setelah menyiapkan wadah-wadahnya, siapkan label atau stiker untuk mendesain lapis luar stoples atau botol. Label bisa didesain sesuka hati, yang penting tambahkan nama aneka jenis bumbu yang akan disimpan di dalamnya. Karena bentuknya silinder, pastikan label itu bisa melekat sempurna. 

Memang label dari kertas bisa cepat rusak akibat pencucian. Bila khawatir dengan itu, cobalah cara seperti dilansir dari acozykitchen.com. Dia memilih mengecat tutup stoples. Selain tutupnya menjadi lebih gaya, tentunya memudahkan saat kita akan memilih bumbu tertentu.

Wadah dan label nama adalah yang utama. Bila itu sudah, personalisasikan tempat bumbu sesuai selera. Dekorasi ini tentunya bersifat bebas. Bila melihat contoh di snippet-sofdesign.com, ia menambahkan benang wol atau benang rajut untuk mengikat leher stoples. Dekorasi yang klasik.

Stoples dan botol yang cantik tentunya harus juga disimpan dengan apik. Ingin mencari ide penyimpanannya yang unik? Ada banyak cara yang disajikan di topdreamer.com. Selamat membuat sendiri tempat bumbu di dapur Anda!

Awas! Menikah Usia Dini dapat Memicu Kanker Mulut Rahim

Maman Malmsteen 23.05.00
Jendela Informasi - Kanker mulut rahim (serviks) tak pelak merupakan momok yang paling menakutkan bagi kaum wanita. Selain belum ada obatnya, kanker mulut rahim juga bisa mengakibatkan kematian. Jenis kanker ini paling sering ditemukan di antara penyakit kanker ginekologik, dan menjadi penyebab kematian utama wanita penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia. Lantas, mengapa menikah dl usia muda bisa menjadi faktor predisposisi penyebab kanker mulut rahim?

Hubungan seks idealnya dilakukan setelah seorang wanita benar-benar matang. Ukuran kematangan tentunya bukan hanya dilihat apakah seorang wanita sudah menstruasi atau belum, tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel mukosa yang terdapat di selaput kulit bagian dalam rongga tubuh. Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas. Jadi, seorang wanita yang menjalin hubungan seks pada usia remaja, paling rawan terkena kanker serviks bila dilakukan di bawah usia 16 tahun.



Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks seorang wanita. Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang. Artinya, masih rentan terhadap rangsangan sehingga tidak siap menerima rangsangan dari luar dan paparan sperma, termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma.

Lain hal bila hubungan seks dilakukan kala usia sudah di atas 20 tahun, di mana sel-sel mukosa tak lagi terlalu rentan terhadap perubahan. Nah, karena masih rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. Sifat sel dapat selalu berubah setiap saat, mati dan tumbuh lagi. Karena ada rangsangan, bisa saja sel yang tumbuh lebih banyak dari sel yang mati sehingga perubahannya tak seimbang lagi. Kelebihan sel ini akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker.

Adanya benda asing, termasuk alat kelamin laki-laki dan sel sperma akan mengakibatkan perkembangan sel ke arah abnormal. Apalagi kalau sampai terjadi luka yang mengakibatkan infeksi dalam rahim.

Sel abnormal dalam mulut rahim itu dapat mengakibatkan kanker mulut rahim (serviks). Kanker serviks menyerang alat kandungan perempuan, berawal dari mulut rahim dan berisiko menyebar ke vagina hingga keluar di permukaan. Selain itu, kanker serviks juga berisiko menyebar ke organ lain di dalam tubuh, misalnya uterus, ovarium, tuba fallopi, ginjal, paru-paru, lever, tulang, hingga otak.

Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lainnya, maka kanker serviks dapat mengakibatkan kematian. Jika pasien sudah menderita stadium lanjut, umumnya harus mengangkat organ alat kandungan dan kemungkinan mempunyai anak menjadi tidak mungkin.

Kanker mulut rahim ditandai dengan tumbuhnya sel-sel pada mulut rahim yang tidak lazim (abnormal). Sebelum menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut selama bertahun-tahun. Pada stadium awal, kanker ini cenderung tidak terdeteksi. Pada tahap prakanker atau displasia sampai stadium 1, praktis tidak ada keluhan yang dirasakan. Baru menginjak stadium 1A-3B terdapat keluhan. Salah satu tanda signifikan adalah keluar darah sewaktu berhubungan seks, sedangkan pada stadium 4B, sel kanker mungkin sudah menjalar ke otak dan paru-paru.

Bisa juga terinfeksi dari sperma yang mengandung komplemen histone yang dapat bereaksi dengan DNA sel serviks, sehingga terjadi kanker. Cairan sperma (semen) pria yang bersifat alkalis juga dapat menimbulkan perubahan pada sel-sel ephitel serviks (neoplasma dan displasia), dan mengakibatkan kanker mulut rahim. Dalam perjalanannya, penyakit kanker mulut rahim membutuhkan waktu yang cukup lama dari kondisi normal sampai menjadi kanker.

Gejala Awal Kanker Mulut Rahim
Gejala kanker serviks pada umumnya tidak tampak. Hanya ada keluhan yang disebabkan oleh infeksi, misalnya keputihan. Pada stadium lebih lanjut, timbul pendarahan sesudah bersenggama atau keputihan. Tetapi tidak semua keputihan dan pendarahan merupakan gejala kanker serviks karena mungkin hanya infeksi biasa atau adanya polip dalam serviks.
Jika sudah timbul gangguan lain seperti nyeri pinggul, gangguan buang air besar, gangguan buang air kecil, berat badan menurun, lemah atau kurang darah, hal ini biasanya menunjukkan bahwa kanker sudah pada tingkat lanjut. Oleh karena itu, untuk mendeteksi adanya kanker serviks dalam stadium dini, tes pap harus dilakukan segera setelah ada aktivitas seksual. Bagi wanita yang hidup secara normal, tes pap dapat dilakukan setahun sekali selama dua tahun.

Selain itu gejala seperti pendarahan spontan pada bagian alat reproduksi, gangguan pada saluran kencing dapat menjadi indikasi gejala awal munculnya kanker leher rahim yang harus segera diwaspadai. Gejala yang sering muncul pada penderita biasanya timbulnya keputihan yang berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian kemaluan saat tidak sedang haid. Untuk itu diperlukan pemeriksaan secara dini di bawah penanganan seorang dokter spesialis.

Setelah dinyatakan dokter bahwa seorang perempuan mengidap kanker leher rahim, ada beberapa langkah yang harus dilakukan pasien. Dimulai dari tindakan kuratif atau upaya penyembuhan secara total, atau dengan tindakan poliatif yang bertujuan mengurangi penderitaan akibat kanker leher rahim. Tindakan poliatif ini biasanya diberikan kepada pasien yang terdeteksi mengidap kanker leher rahim stadium lanjut.

Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan antara lain dengan operasi, radiasi, kemoterapi, atau kombinasi dari ketiganya tergantung kondisi pasien. Tindakan operasi dapat dilakukan bagi pasien yang terdeteksi kanker leher rahim stadium Ib sampai IIa. Operasi dilakukan dengan pengangkatan rahim dan kelenjar getah bening pelviks.

Radiasi dilakukan dengan alat khusus dan dapat dilakukan untuk semua stadium penyakit. Kemoterapi dilakukan sebagai bentuk pengobatan tunggal dan bukan pilihan. Kemoterapi dilakukan apabila terjadi kasus kambuh pada pasien atau terjadi penjalaran kanker pada organ lainnya. Upaya lain yang dapat dipilih yaitu tindakan medis kombinasi mulai dari operasi dan radiasi, operasi dan kemoterapi, radiasi dan kemoterapi, atau operasi, radiasi, dan kemoterapi.

Bagaimana Mencegah Kanker Mulut Rahim?
Kanker leher rahim memiliki beberapa stadium. Stadium paling awal masih bisa disembuhkan dengan penyinaran dan atau pengangkatan rahim serta indung telur. Tapi apabila sudah mencapai stadium lebih lanjut, upaya pengobatan tak mungkin dilakukan, apalagi bila telah menyebar (metastasis). Biasanya penyebaran ke hati, otak, paru-paru, atau tulang.

Mengetahui kanker secara dini dianggap sangat penting, karena merupakan cara paling mungkin melawan kanker. Untuk mengetahui adanya kanker secara dini, pemeriksaan pap smear akan sangat membantu, kalau bukan yang paling utama. Adanya deteksi dini dan banyaknya penanganan serta manajemen medis yang baik dalam penanganan kanker akan memperpanjang lama hidup penderita.

Pencegahan paling efektif adalah melalui pendeteksian dini dengan pemeriksaan pap smear, yang bisa mendeteksi pertumbuhan sel-sel yang akan menjadi sel kanker. Semakin dini sel-sel abnormal terdeteksi, semakin rendahlah risiko seseorang menderita kanker mulut rahim.

Pap smear test adalah suatu pemeriksaan yang aman, murah, dan telah dipakai bertahun-tahun untuk mendeteksi kelainan sel-sel di mulut rahim.Tes ini pertama kali ditemukan oleh dr George Papanicolou. Metode tes ini adalah pemeriksaan sel-sel yang diambil dari cairan mulut rahim dan kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Tes ini tidak memakan banyak waktu, hanya beberapa menit.

Pasien dalam keadaan berbaring terlentang, akan dimasukkan sebuah alat yang disebut spekulum ke dalam liang vagina. Kemudian cairan sel rahim diambil dengan cara mengusap dinding leher rahim dengan sebuah alat yang disebut spatula. Cairan tersebut dioleskan pada object-glass, kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan pap smear yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel yang berpotensi menjadi kanker.

Agar Terhindar dari Kanker Mulut Rahim:
  • Melakukan pemeriksaan secara teratur. Apabila Anda wanita dewasa yang melakukan hubungan seks secara teratur, lakukan pap smear test setiap dua tahun. Ini dilakukan sampai berusia 70 tahun.
  • Waspadai gejalanya. Segera hubungi dokter bila ada gejala-gejala yang tidak normal seperti pendarahan, terutama setelah aktivitas seksual.
  • Hindari merokok. Wanita sebaiknya tidak merokok karena dapat merangsang timbulnya sel-sel kanker melalui nikotin dikandung dalam darah Anda. Risiko wanita perokok terkena kanker mulut rahim adalah 4-13 kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok. Diperkirakan nikotin memberikan efek toksik pada sel epitel sehingga memudahkan masuknya mutagen virus.
  • Hindarkan antiseptik. Hindarkan kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan antiseptik maupun deodorant secara berlebihan karena akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker. Ketika membilas vagina, gunakanlah air matang.

Perkembangan Musik Dunia

Maman Malmsteen 21.45.00
Musik Abad Pertengahan
Yang dinamakan zaman Abad Pertengahan di dalam sejarah kebudayaan ialah zaman di antara akhir kerajaan Roma dan zaman mulai tumbuhnya pendapat-pendapat baru. Pendapat baru yang dimaksud ialah pendapat cetak-mencetak, penemuan benua Amerika dan masa reformasi agama Kristen.

Pada Abad Pertengahan ini musik mengalami perubahan besar-besaran. Perubahan itu antara Iain ialah musik mulai menggunakan beberapa suara. Sebelum zaman ini musik hanya terdiri atas satu suara.

Musik Barok dan Rokoko
Berakhirnya zaman Abad Pertengahan muncul zaman yang disebut zaman Barok dan Rokoko. Pada zaman Barok dan Rokoko perhatian terhadap musik terletak pada penggunaan ornamentik. Gerak lincah digemari umum. Perbedaan bagian keras dan bagian lunak terasa sekali.

Kemajuan di bidang musik sejalan dengan kemajuan di bidang seni bangun-bangunan. Kedua kemajuan ini selalu terasa di sepanjang sejarah kesenian.

Musik Klasik
Berakhirnya zaman Barok dan Rokoko maka musik Klasik mulai tumbuh. zaman Klasik dimulai pada tahun 1750. Zaman musik Klasik adalah zaman peralihan menuju pada zaman Romantik.

Pada zaman Klasik ini timbul kebiasaan-kebiasaan baru, misalnya penggunaan peralihan dinamik, penggunaan peralihan kecepatan tempo lagu, penggunaan akord tiga bunyi dan ornamentik.

Musik Zaman Modern

Zaman Modern ialah zaman yang kita alami sekarang ini. Di abad ini terjadi perubahan yang jauh jika dibandingkan dengan masa atau zaman yang sudah silam. Pendapat baru dalam bidang teknik mendorong kehidupan manusia kepada kehidupan baru. Peninggalan-peninggalan abad yang sudah silam lenyap pada zaman Modern ini. Kehidupan yang baru ini membawa musik kepada gerak yang lebih bebas. Keindahan dan kemurnian suara tidak lagi menjadi keagungan, akan tetapi, yang dipentingkan ialah pelahiran atau pengungkapan perasaan dengan bebas dan leluasa.

Cara Merawat Furnitur Kayu Jati

Maman Malmsteen 09.03.00
Jendela Informasi - Meski dapat memberikan kesan unik dan etnik, furnitur dan ornamen dari kayu membutuh-kan perawatan khusus. Pertama ialah melindungi permukaan furnitur dengan baik untuk menghindari adanya goresan, noda, ataupun warna yang se-makin kusam. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menutupi permukaan furnitur.

Untuk meja tentu saja Anda dapat menggunakan taplak, sedangkan untuk kursi dapat dengan memberi kain etnik. Agar tetap rapi tanpa menghilangkan karakter hangat, ujung-ujung kain dapat Anda ikatkan ke kaki kursi di bagian dekat dudukan. Penggunaan taplak tersebut dapat memperkecil kemungkinan tergoresnya atau rusaknya furnitur kayu secara tidak sengaja.



Kedua ialah meletakkan furnitur yang terbuat dari kayu pada suhu ruangan yang normal dan tidak lembab. Selain itu, hindari furnitur tersebut terpapar sinar matahari secara langsung. Suhu yang panas dapat membuat furnitur kayu terlihat kusam, retak, ataupun melengkung.
Membersihkan furnitur kayu terbilang mudah. Anda cukup menggunakan kain lap. Untuk bagian-bagian sulit seperti ukiran ataupun sela-sela kecil, dapat dibersihkan dengan kuas. Anda dapat menambahkan semprotan pledge (cairan pembersih furnitur kayu) seperlunya yang dapat dibeli di supermarket ataupun toko bahan bangunan guna mendapatkan hasil akhir pembersihan yang lebih maksimal.
Baca juga : 6 Kiat Memilih Sofa Yang Tepat
Khusus untuk furnitur yang terbuat dari kayu jati dapat dipoles dengan minyak jati. Hal itu terutama berguna untuk furnitur yang ditaruh di luar ruangan atau yang warnanya sudah mulai memudar. Pemolesannya sendiri setidaknya dilakukan 2 atau 3 tahun sekali agar furnitur kayu jati tetap dalam kondisi yang baik. [MI 17052015]