Jangan Anggap Sepele Cacingan, Perhatikan Tanda-tandanya!

Jendela Informasi - Tanda-tanda Cacingan. “Bersih pangkal sehat”, pepatah yang populer ini memang menjadi kenyataan dalam kehidupan kita. Lalai dalam hal kebersihan, penyakit cacingan pun menghantui kesehaten anak-anak kita.

Mendengar kata cacingan, itu seakan kondisi yang umum terjadi pada anak-anak. Bahkan, kata-kata "Anak Anda cacingan?” dari suatu iklan komersial obat cacingan sering terngiang dan dijadikan pembahasan di antara orangtua.

Cacingan merupakan penyakit yang umum di Indonesia karena faktor higienitas atau pola hidup bersih. Sekitar 30% anak-anak di Indonesia mengalami cacingan. Namun, hal yang biasa itu jangan disepelekan karena bisa berdampak bahaya bagi anak-anak.

'Karena di Indonesia sangat umum, cacingan harus diobati. Ada banyak obat yang beredar yang bisa digunakan, diminum setiap enam bulan. Obat itu bisa menghentikan pertumbuhan populasi cacing di dalam tubuh dan membuinuh cacing itu.

Obat umum itu aman dikonsumsi untuk anak-anak di atas usia dua tahun. Untuk bayi sampai batas usia dua tahun disarankan supaya pengobatan dilakukan atas saran dokter. Pembuktian cacingan pada bayi memang harus dengan pemeriksaan lebih detail untuk membuktikan keberadaan telur cacing.
Berbeda dengan anak-anak di atas dua tahun yang bisa rutin diberikan obat cacing yang tersedia secara bebas. Bahkan, tanpa gejala sekalipun, anak-anak bisa diberikan obat cacing secara rutin karena memang cacingan adalah penyakit yang sangat umum.

Cacingan itu berbeda-beda jenisnya. Ada yang karena perkembangbiakan cacing tambang, cacing pita, ataupun cacing kremi. Cacingan pun tidak bisa sembuh dengan sendirinya dan justru bisa mengakibatkan komplikasi penyakit lain bila dibiarkan.

Dari cacingan, anak bisa mengalami infeksi yang lebih berat. Karena cacing menyerap gizi makanan yang dikonsumsi anak, daya tahan tubuhnya akan menurun. Akibatnya, akan muncul infeksi lain pada tubuh sang anak. Bukan itu saja, bila dibiarkan berkembang biak, cacing bisa bermigrasi ke organ-organ lain dalam tubuh seperti liver. 

Akibat lebih buruknya lagi, cacing yang berkembang biak bertambah banyak bisa menembus dinding usus dan mengakibatkan perdarahan di usus. Pada tahap inilah, cacingan pun dinilai bisa menjadi penyakit yang menyebabkan kematian.

Hidup Bersih
Aneka cacing itu memang bisa masuk ke tubuh melalui berbagai cara. Di antaranya, melalui makanan yang tidak dibersihkan dengan benar, tangan kotor yang masuk ke mulut, bahkan pori-pori kulit.
Kebiasaan memasukkan tangan ke mulut memang menjadi salah satu cara cacing masuk. Apalagi kalau tangannya kotor dan kukunya tidak dipotong, cacing akan mudah masuk ke pencernaan. Tetapi kalau telur cacing tambang, bisa juga masuk lewat pori-pori kulit.

Kebiasaan anak, apalagi bayi memsukkan tangan ke mulut, memang hal biasa. Itu adalah tahapan psikologis bayi di masa pertumbuhannya. Kebiasaan anak-anak bermain di tanah juga adalah hal yang biasa dilakukan.

Oleh karena itulah, orangtua yang harus lebih cermat memperhatikan kebersihan anak-anaknya. Orangtua harus secara rutin memotong kuku dan mencuci tangan anak-anaknya. Orangtua pun harus membersihkan bahan makanan dengan lebih cermat, baik yang melalui proses masak maupun yang dikonsumsi langsung.

Untuk anak bayi yang masih sering memasukkan tangan atau mainannya ke mulut, sebaiknya para orangtua rutin mencuci tangan dan berbagai mainan anak yang biasa dipegangnya. Kaki yang kotor setelah bermain pun harus segera dicuci supaya cacing tidak masuk melalui pori-pori kulit. 

Ya, anak-anak memang lumrah bermain-main setiap hari sehingga kotor karena debu, tanah, dan sebagainya. Namun, bermain dan menjadi kotor itu bukan pembenaran untuk membiarkan anak hidup sehari-hari dengan kondisi tubuh yang selalu kotor. Menjaga kebersihan adalah cara yang paling mudah dan murah mencegah cacingan. Jadi, ayo segera lakukan!

Perhatikan Tanda-tanda Cacingan
Cacingan adalah penyakit parasit akibat keberadaan cacing di dalam tubuh. Meski begitu, ada tanda-tanda fisik yang bisa membuat kita waspada apakah anak kita mengalami cacingan. Tentunya, bila tanda-tanda seperti di bawah ini terlihat, kita bisa segera memeriksakannya ke dokter dan mengobatinya dengan baik.
  • Anak cenderung lesu dan lemah, anemia, sering mengantuk, dan malas belajar karena zat-zat gizi pada makanan yang dikonsumsinya sudah diserap oleh cacing-cacing di dalam pencernaannya.
  • Anak cenderung makan dalam jumlah banyak, tetapi selalu kurus. Ada pula beberapa anak yang perutnya terlihat buncit atau kembung.
  • Mudah terkena infeksi karena daya tahan tubuhnya menurun. Penurunan daya tahan tubuh itu terjadi karena antibodinya pun dimakan oleh cacing.
  • Sering menggaruk-garuk pantat, terutama pada malam hari. Indung cacing kremi akan mengeluarkan telurnya saat malam hari di sekitar anus. Oleh karena itulah, anak-anak akan sering menggaruknya karena rasa gatal. [Source Image : Detik Health; Source Article : Vebertina Manihuruk / PRM / 06 / 11 / 2016]

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment