Fisioterapi, Cara Nyaman Menjalani Kehamilan

Jendela Informasi - Pegal, kram kaki, serta nyeri pinggang dan punggung adalah beberapa dari keluhan yang biasanya dirasakan ibu hamil. Ketika keluhan itu menghampiri, apa yang sebaiknya dilakukan?

Ketika rasa sakit sudah sedemikian mengganggu, fisioterapi bisa dilakukan untuk meminimalkan keluhan tersebut. Theurapeutics exercise adalah salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan akibat kehamilan. Dengan peregangan, penguatan otot, memperbaiki postur tubuh, serta teknik fisioterapi tertentu, keluhan-keluhan seperti kram, nyeri, dan pegal dapat diatasi.

Walaupun tidak seratus persen menghilangkan keluhan selama hamil karena ada beberapa sindrom yang akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, nyeri yang berkurang akibat perubahan muskuloskeletal setelah menjalani theurapetics exercise dapat membantu ibu beraktivitas dan menjalani kehamilan dengan lebih nyaman.

Salah satu program yang bisa dilakukan adalah Dynamics Backcare Exercise. Tujuannya membantu ibu hamil yang menderita keluhan dan sindrom prenatal. Terapi dengan metode Dynamics Neuromuscular Stabilization dari Republik Cheska ini membantu memperbaiki muscles imbalance serta memperbaiki koneksi neuromuscular sehingga fungsi tubuh bisa lebih optimal.

Ada satu lagi teknik yang sedang dikembangkan untuk membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan nyaman, yaitu Pregnancy Release Tension. Program tersebut dirancang untuk membantu ibu hamil menjalani kehamilan tanpa rasa tegang ataupun stres, serta kekhawatiran lain selama menjalani kehamilan sampai masa persiapan melahirkan. 

Metode itu digunakan dengan menggabungkan aromatherapy, hypnobirth, dan exercise khusus, karena kondisi psikis dan fisik ibu hamil yang baik diharapkan membantu pertumbuhan janin lebih optimal hingga proses melahirkan.

Metode tersebut relatif aman dan tidak menimbulkan efek samping. Setelah mengikuti kelas, ibu hamil diharapkan bisa melakukan sendiri latihan tersebut di rumah. Meskipun demikian, ada gerakan tertentu dari fisioterapi yang memerlukan pengawasan dari fisioterapis sehingga lebih aman bila dilakukan dalam aktivitas kelas.

Perbaikan Postur
Secara medis, fisioterapi tergolong aman bagi ibu hamil, tentunya, setelah mendapatkan persetujuan dari dokter kandungan. Apalagi, beberapa keluhan yang terjadi selama masa kehamilan sebagian besar bisa diminimalkan. Dengan begitu, proses kehamilan menjadi menyenangkan untuk orangtua, terutama ibu.

Ketika kehamilan berkembang, tubuh mulai melakukan banyak perubahan dan penyesuaian diri untuk membantu pertumbuhan bayi. Beberapa perubahan tubuh bisa jadi tidak terasa atau tampak pada ibu hamil. Akan tetapi, beberapa perubahan tubuh yang lain cukup terasa, atau bahkan mengganggu.

Setiap ibu yang tengah hamil mengalami perubahan pada struktur tubuh. Perut yang semakin membesar menyebabkan otot perut meregang selama kurang lebih 9 bulan. Tulang belakang pun akan semakin cekung ke depan (lordotic) untuk mengimbangi perut yang semakin membesar. Selain itu, pusat keseimbangan tubuh (center of gravity) ikut berubah sehingga untuk mempertahankan keseimbangan tubuh, otot-otot postural (core muscles) bekerja ekstra.

Hal-hal itulah yang sering menimbulkan keluhan nyeri leher, punggung, pinggang, dan panggul pada ibu hamil. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan terkadang memperparah keluhan saat hamil. Ada satu hal yang kerap tidak disadari oleh ibu yang sedang hamil, yaitu ngompol saat batuk atau bersin. Hal ibu sebetulnya adalah salah satu kondisi otot dasar panggul dalam kondisi tidak stabil akibat bertambahnya beban internal di dalam tubuh.

Ketika ibu hamil mengalami perubahan postur, otot pada beberapa organ menjadi tertekan dan menyebabkan rasa nyeri. Oleh karena itu bagian postural tubuh ini yang seharusnya diperkuat. Beberapa gerakan yang dilakukan sepintas mirip dengan senam hamil, tetapi dengan fokus yang lebih terjaga. Fokusnya lebih kepada menggabungkan kekuatan endurance dan muscle untuk ibu hamil.

Akan tetapi penanganan ini tak hanya bisa dilakukan ketika ibu sudah memasuki masa kehamilan di trimester kedua atau ketiga. Untuk calon ibu yang belum memasuki masa kehamilan pun fisioterapi untuk mempersiapkan perubahan postural sudah bisa dilakukan. Atau, begitu memasuki masa kehamilan, bisa secepatnya melakukan terapi berupa excercise untuk mempersiapkan perubahan postural tubuh sehingga ibu merasa siap dalam menghadapi perubahan postural, serta keluhan-keluhan yang akan terjadi bisa diminimalkan.

Yang lebih penting adalah penekanan positive afirmasi untuk ibu hamil. Ketika ibu merasakan kenyamanan, diharapkan keseluruhan proses kehamilan dan melahirkan berjalan dengan baik serta lancar. Setelah melahirkan pun, terbentuk ikatan yang kuat antara ibu dan bayi sehingga meminimalkan potensi baby blues pada ibu. [Sumber: Endah Asih/PRM 30 April 2017]

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment