Tips Memanfaatkan THR dengan Baik


Jendela Informasi - Tak terasa puasa sudah akan memasuki minggu terakhir. Tidak lama lagi kita akan merayakan hari Lebaran. Bagi karyawan atau karyawati, puasa memberikan berkah tersendiri yakni pada umumnya akan mendapat tambahan pemasukan berupa tunjangan hari raya (THR).

Kehadiran THR memang selalu dinanti-nantikan sebab merupakan tambahan pemasukan uang yang cukup lumayan. Momen seperti ini selalu berulang setiap tahun selama kita menjadi karyawan atau karyawati. Namun pernahkah kita mencoba menghitung berapa kali kita sudah pernah menikmati THR selama kita bekerja? Cobalah hitung berapa selaruh jumlah THR yang pernah kita terima tersebut? Cobalah juga untuk sekadar introspeksi, berapa persenkah dari seluruh total THR yang kita pernah kita terima, kita gunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif? Umumnya mungkin sebagian besar THR kita gunakan untuk membeli berbagai barang yang bersifat konsumtif seperti baju baru, sepatu baru, tas baru, kue-kue Lebaran, hadiah untuk anak, keponakan, orang tua, om, tante, dan masih banyak lagi. Memang sesuai tradisi, kita akan sangat sulit untuk menghapuskan keinginan kita untuk membahagiakan keluarga, orang tua, saudara, dan diri sendiri di hari yang penuh dengan kebahagiaan.

Dalam situasi ekonomi yang semakin sulit seperti saat ini, mungkin tidak ada salahnya jika kita bersikap bijak untuk mengelola THR tersebut dengan baik. Ada baiknya kita memanfaatkan THR untuk beberapa hal yang sangat penting daripada hanya untuk hal-hal yang kurang penting.


Kepentingan setiap orang memang berbeda satu dengan yang lainnya, maka yang perlu dilakukan adalah masing-masing mencoba menyusun daftar kebutuhan berdasarkan kepentingan dan kebutuhan. Urutkan berdasarkan tingkat kepentingan dan kebutuhannya, mulai dari A sampai dengan Z. Jujurlah pada diri sendiri untuk menghapus daftar belanja yang tidak penting. Bila masih bisa ditunda, tundalah. Jangan ragu untuk menghapusnya. Kita sering terjebak dalam perasaan, cobalah untuk bersikap lebih rasional. Kuatkan hati dan ingatlah bahwa kondisi ekonomi saat ini kurang mendukung. Lebih baik kita lebih dini menyiapkan diri dalam mengantisipasi keadaan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Jika hal tersebut dapat dilakukan, kemungkinan besar akan banyak manfaat yang dapat dipetik di kemudian hari yang dapat kita rasakan.

Memang mengubah sikap konsumtif menjadi produktif bukanlah seperti sesuatu yang datang dengan mudah, terlebih jika kita memperlakukan THR sebagai semacam uang kaget. Bila kita ingin lebih merasakan kenikmatan jangka panjang dan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan kita dari THR yang kita terima, berikut ini beberapa hal yang perlu kita perhatikan dengan saksama. 

Belanja Hari Lebaran
Siapa yang tidak ingin merayakan hari Lebaran secara istimewa? Siapa yang tidak butuh belanja hari raya? Sekiranya kita tidak mendapat THR, apa yang akan kita lakukan? Tentunya hidup kita akan berjalan seperti biasa kan? Kita tetap harus berbelanja bahan makanan sehari-hari, membeli kebutuhan rumah tangga setiap bulannya, membayar listrik, air, dan telepon. Jadi, mengapa kita harus menaikkan standar hidup kita secara berlebihan hanya karena kita mendapatkan THR yang datangnya cuma sekali setahun?

Sebagai pedoman, belanja Lebaran yang normal umumnya hanya akan menaikkan pengeluaran keluarga sekira 1,5 kali atau maksimal 2,5 kali pengeluaran biasanya. Sangat normal dan wajar bila kita membelanjakan THR untuk keperluan Lebaran. Namun bukan berarti kita harus berlebihan dalam menghadapinya. Terlebih dengan melambungnya harga-harga kebutuhan yang terjadi menjelang hari raya saat ini. Belum lagi THR untuk pembantu, petugas keamanan, dan kebersihan lingkungan, dan masih banyak lagi yang memang merupakan pengeluaran yang tidak bisa dihindarkan. Di sini dibutuhkan sikap taktis kita dalam berbelanja menjelang hari raya. Dahulukan kebutuhan keluarga untuk berhari raya yang memang penting sekali. Sebelum menyusun daftar belanja, maka putuskanlah terlebih dahulu dengan bijak, berapa persen dana dari THR yang dianggarkan untuk berbelanja? Sebagai acuan, minimal 30% dari THR seyogiaaya dapat ditabung untuk keperluan yang bersifat produktif di kemudian hari. Bukankah masih ada kehidupan setelah hari raya?

Biaya Mudik Dan Hadiah
Tradisi kita di setiap hari raya sangat identik dengan perjalanan mudik ke kampung halaman. Hal ini merupakan salah satu pos pengeluaran yang perlu dicermati dengan baik. Berdasarkan pengalaman, sepanjang perjalanan mudik terdapat biaya tak terduga yang dikeluarkan maupun yang sesuai perkiraan. Jangan cepat tergiur bila sepanjang perjalanan banyak penjaja yang menawarkan aneka barang dagangan.

Bila memakai kendaraan pribadi, pastikan kendaraan yang digunakan untuk mudik dalam keadaan prima supaya tidak perlu berhari raya di bengkel dan biaya juga lebih bisa dihemat.

Perhitungkan berapa jumlah uang tunai yang perlu kita siapkan untuk perjalanan, hadiah, atau angpau untuk sanak keluarga di kampung. Dalam keadaan yang memang sangat sulit, keputusan untuk mudik sebenarnya dapat dipertimbangkan kembali.

Hari Lebaran atau Idulfitri menurut ajaran agama hanya mewajibkan dan menganjurkan untuk saling bermaaf-maafan. Cara untuk bermaaf-maafan sebenarnya banyak sekali alternatifnya. Mulai dari telepon, berkirim surat, email, SMS, dan lain sebagainya. Sebenarnya maaf itu terdapat di lubuk hati yang paling dalam, tak seorang pun tahu kecuali diri kita sendiri dan Tuhan Yang Mahakuasa.

Utang Kartu Kredit dan Utang Lainnya
Jika kita memiliki utang, khususnya utang jangka pendek, sebaiknya gunakan sebagian uang THR untuk mengurangi atau melunasi utang tersebut terlebih dulu. Dengan demikian, kita akan terhindar dari kewajiban membayar bunga utang yang bisa makin berlipat dalam tahun-tahun mendatang. Dalam melunasi utang, prioritaskan pembayaran utang yang memiliki bunga paling tinggi seperti utang kartu kredit. 

Banyak orang merasa enggan dan sayang untuk menggunakan uang THR dalam membayar utang. Bahkan ada yang berutang lebih banyak untuk sekadar dapat merayakan hari Lebaran. Akhir-akhir ini, banyak pihak menawarkan kredit untuk keperluan hari raya, namun waspadalah umumnya kredit tersebut ditawarkan dengan bunga yang tinggi. Jika kita lebih cermat, sesungguhnya membayar utang yang berbunga tinggi dengan uang THR adalah langkah sangat bijak. Sikap terbaik kita adalah mumpung ada dana lebih dari THR, mengapa tidak kita prioritaskan sebagian untuk mengurangi utang kartu kredit dan pos-pos utang lainnya. Daripada menghabiskan dana tunai tersebut untuk berbelanja atau sekadar memenuhi hasrat yang bersifat sementara saja.

Menabunglah Lebih Banyak
Langkah pertama yang sebaiknya kita lakukan adalah ambil minimal 30% dari uang THR untuk ditabung atau disimpan dalam investasi yang memiliki imbal hasil memadai, namun risiko yang rendah seperti deposito dan emas murni. Makin besar bagian THR yang dapat kita simpan akan semakin baik.

Dalam situasi ekonomi seperti saat ini, langkah terbaik adalah menabungkan sebagian uang yang masuk, termasuk THR. Adanya THR seharusnya bisa membuat kita dapat memperbesar tabungan, bukan malah sebaliknya dengan membelanjakan dan menghabiskannya.

Kiat praktis agar kita dapat lebih berdisiplin dalam menabung maupun melakukan pengeluaran uang, usahakan paling tidak kita memiliki dua rekening tabungan di bank. Pisahkan penggunaan kedua rekening tersebut dengan cara menjadikan rekening tabungan yang satu untuk simpanan dan rekening tabungan yang lain untuk pengeluaran. Setiap kita menerima uang, simpanlah uang tersebut ke dalam dua jenis rekening tabungan tersebut secepat mungkin sesuai dengan anggaran yang telah kita buat dan tetapkan. Untuk rekening tabungan simpanan, maka untuk berjaga-jaga pilihlah rekening tabungan yang tidak memiliki fasilitas debit card atau ATM. Hal ini untuk mencegah diri sendiri supaya tidak bersifat boros dan bersikap lebih hemat.

Awan mendung perekonomian negara kita sebaiknya kita antisipasi dengan lebih dini dan lebih baik. Ancaman stagnasi atau ekonomi mengalami pertumbuhan yang rendah sementara inflasi membubung tinggi, akan memengaruhi roda perekonomian rakyat secara umum. Dalam kondisi seperti ini, sikap berhemat lebih mudah kita lakukan dibandingkan mencoba untuk menambah penghasilan. Bagaimanapun pengeluaran ekstra untuk hari raya tetap akan selalu ada. Namun semakin bijak kita menganggarkan dan dapat menyisakan untuk ditabung, kita sendiri yang akan menikmati manisnya THR dan uang lebih lainnya di masa yang akan datang. Terlebih lagi, jika kita dapat memanfaatkan uang THR dan uang lebih lainnya untuk hal-hal yang bersifat produktif atau menghasilkan keuntungan dengan investasi di sektor riil maupun finansial. Jangan biarkan THR datang dan berlalu hanya sekejap mata.

Selamat berpuasa dan mencoba untuk lebih produktif!

0 Response to "Tips Memanfaatkan THR dengan Baik"

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih.