Sewa Apartemen Harian atau Sewa Apartemen Bulanan, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Maman Malmsteen 12.50.00

Kini apartemen merupakan pilihan gaya hidup dalam memenuhi keperluan tempat tinggal di sejumlah kota besar di Indonesia, semisal Bandung, Jakarta, Makassar, Surabaya dan lain sebagainya. Dalam menanggapi tantangan kian banyaknya peminat apartemen, para developer telah banyak yang membangun unit apartemen dalam beragam bentuk. Ada yang single unit atau superblok yang tetap mempunyai berbagai kelebihan, misalnya desain interiornya tersedia dalam varian dan pilihan yang beragam.

Ada unit dengan menyediakan 2 atau 3 kamar, dan desain apartemennya menggunakan beberapa variasi model, contohnya model family suite dan model studio yang lebih cocok bagi para mahasiswa. Dalam masalah sewa juga banyak pilihan waktu yang ditawarkan, diantaranya ada sewa apartemen harian, sewa apartemen bulanan atau per 3 bulanan, dan sewa apartemen tahunan.

Barangkali masih ada yang bertanya, lebih murah mana antara sewa apartemen harian, sewa apartemen bulanan dan sewa apartemen tahunan? Bila diakumulasikan jumlah nominalnya tentunya lebih murah yang sewa apartemen tahunan. Tetapi bila memilih waktu tahunan Anda mesti siap dengan anggaran/dana yang sekaligus akibatnya terkadang terasa berat untuk yang berpenghasilan pas-pasan.


Berlain halnya dengan sewa apartemen bulanan atau sewa apartemen harian. Memang sih nominalnya lebih besar bila diakumulasikan lantaran memang telah demikian aturannya. Saat diperbanyak cicilannya maka kian mahal namun menjadi ringan dalam pembayarannya. Hendaknya memilih waktu sewa juga harus dipertimbangkan menurut kebutuhan.  

Bagi mereka yang akan tinggal di suatu daerah tertentu dalam kurun waktu yang lama sepantasnya memilih sewa apartemen tahunan, semisal mahasiswa yang tengah kuliah. Pasalnya minimal mahasiswa dapat menghabiskan waktu sekitar  4 tahun untuk menyelesaikan kuliah S1 atau 2 tahun untuk S2.

Akan tetapi bila hanya datang ke sebuah daerah itu untuk kepentingan yang sebentar, misalnya pengusaha yang tengah mengurusi bisnisnya di daerah itu atau para pekerja yang cuma mempunyai kontrak kerja bulanan maka lebih baik memilih sewa apartemen bulanan sebab tentunya lebih hemat. Walaupun terdapat perpanjangan kontrak kerja ataupun urusan bisnisnya belum selesai dalam waktu tersebut, maka sewa apartemen bulanan dapat diperpanjang lagi disesuaikan dengan kebutuhan. 

Disamping waktu dan biaya sewa yang penting juga dipertimbangkan adalah letak apartemen mesti sesuai dengan aktivitas yang akan dilakukan nanti. Bila Anda mahasiswa tentunya pilih apartemen yang berdekatan dengan kampus dan aksesnya yang mudah. Kecuali itu, fasilitas/sarana yang disediakan pun harus yang memenuhi kebutuhan Anda. 

Semakin hari semakin lama, banyak orang atau pebisnis yang mempergunakan apartemen untuk hunian. Banyak orang yang beralih ke sewa apartemen lantaran apartemen lebih mirip layaknya rumah atau lebih efsien. Jika memilih hotel, hotel cuma cenderung seperti suatu kamar tidur. Namun jika dengan sebuah unit apartemen, Anda dapat tinggal layaknya dalam sebuah rumah kecil yang mempunyai beberapa buah kamar. 

Sewa apartemen harian atau sewa apartemen bulanan dengan tarif yang cukup terjangkau dan fasilitas/sarananya yang menarik telah banyak tersedia, khususnya di wilayah Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota yang lainnya. Kadang-kadang orang akan menyewa apartemen berdasarkan keperlua mereka, bisa sewa apartemen harian, sewa apartemen bulanan, bahkan tahunan sekalipun. Semuanya itu sesuai kebutuhan masing-masing individu. Pilihan sepenuhnya tentu saja berada di tangan Anda sendiri.

Terapi Sel Punca (Stem Cell) Dalam Suatu Tinjauan

Maman Malmsteen 09.20.00

Jendela Informasi - Terapi sel punca atau yang lebih populer dengan sebutan stem cell, kini semakin mudah diakses masyarakat di tanah air. Jika beberapa tahun silam terapi ini hanya bisa didapatkan di luar negeri, tak demikian halnya dengan saat ini.

Hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat terapi sel punca kian booming di kalangan masyarakat Indonesia. Meskipun, bagi sebagian besar masyarakat, biaya untuk mengaksesnya masih cukup mahal.

Terapi sel punca menjadi booming karena sel punca sudah bisa diproduksi di Indonesia. Hingga kini, tercatat 11 rumah sakit pemerintah di Indonesia yang berhasil mengembangkan terapi sel punca, dengan tingkat keberhasilan mencapai hampir 100 persen.

Di tanah air, terapi sel punca dilakukan dengan mengambil materi dari tubuh pasien itu sendiri. Istilahnya, antologus. Untuk melakukan terapi sel punca, sel punca bisa diambil dari beberapa bagian tubuh, seperti sumsum tulang belakang, lemak, tali pusat, hingga darah.

Proses pengambilan dan pengembangbiakan sel punca membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Dari yang jumlahnya satu, sel akan berkembang biak menjadi berkali-kali lipat. Mekanisme Stromal Vascular Fraction (SVF) adalah sel heterogen yang didapat dari jaringan lemak tubuh pasien itu sendiri. Proses pemisahan SVF dari jaringan lemak dilakukan dengan bantuan enzim maupun dengan teknik sentrifugasi.

Dalam prosesnya, yang diambil bukan cuma satu sel, tapi ada empat jenis sel punca, yang semuanya akan dikembalikan lagi ke dalam tubuh. Sel-sel temannya itu nantinya akan membantu tubuh meregenerasi sendiri.

Terapi sel punca pada dasarnya adalah suatu tindakan untuk mengganti sel yang rusak, hilang, atau berkurang kemampuannya dengan sel induk yang mempunyai kemampuan berubah menjadi sel yang diperlukan. Singkatnya, tubuh manusia memiliki ratusan jenis sel berbeda yang penting untuk kesehatan setiap hari. Sel-sel tersebut bertanggung jawab untuk menjaga tubuh bekerja setiap harinya, seperti membuat jantung berdetak, otak untuk berpikir, ginjal untuk membersihkan darah, mengganti kulit yang terkelupas, dan seterusnya.

Tugas khusus dari sel punca adalah untuk menciptakan berbagai jenis sel tersebut. Sel punca adalah sumber untuk sel-sel baru. Pada saat membelah, sel punca dapat memperbanyak diri sendiri atau menjadi jenis sel yang lain. Contohnya, sel punca di kulit dapat menciptakan lebih banyak sel punca kulit atau dapat membuat sel kulit terdiferensiasi yang memiliki tugas spesifik seperti membuat pigmen melanin.

Rani menyebutkan, ada dua jenis terapi sel punca yang banyak dilakukan. Pertama, stem cell embrionik yang berasal dari tali pusat dan disimpan sesaat bayi dilahirkan. Kedua, adult stem cell, yang diambil dari jaringan dewasa, antara lain dari sumsum tulang, darah tepi, susunan saraf pusat, adiposit (jaringan lemak), otot rangka, maupun pankreas.

Tidak seperti adult stem cell, stem cell embrionik dapat berubah menjadi hampir semua jenis sel manusia. Sebagai contoh, adult stem cell darah hanya dapat menciptakan darah. Namun, stem cell embrionik dapat menciptakan darah, tulang, kulit, otak, dan seterusnya. Selain itu, stem cell embrionik juga diprogram secara alami untuk membuat jaringan dan organ yang tidak dibuat oleh stem cell dewasa. Sehingga, stem cell embrionik memiliki kapasitas natural yang lebih besar untuk memperbaiki organ yang sakit.

Praktik terapi sel punca mulai dilakukan di negeri Paman Sam pada 2005. Di Indonesia, terapi sel punca mulai dilaksanakan pada 2007 pada penderita penyakit jantung di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Sutradara Iqbal Rais yang divonis kanker darah, juga menjadi pasien pertama yang melakukan terapi sel punca di Surabaya pada akhir 2011.

Di tanah air, terapi sel punca terutama dilakukan untuk menangani kelainan penyakit degeneratif. Boleh dikatakan, terapi ini pada dasarnya bersifat regeneratif. Artinya, sel punca mampu memperbaiki sel-sel yang mengalami proses degeneratif ataupun kerusakan, serta membantu membangun jaringan.

Dengan demikian, sel punca sangat potensial digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit berat yang berhubungan dengan proses degeneratif, seperti kardiovaskuler, diabetes, hingga parkinson yang sulit disembuhkan dengan pengobatan medis konvensional.

Banyak ahli berpendapat bahwa terapi ini akan menjadi salah satu jawaban terhadap pengobatan masa depan. Terapi ini disebutkan akan menggeser model pengobatan konvensional yang mengandalkan pada obat-obatan.

Lalu, apakah terapi ini ampuh menyembuhkan penyakit tersebut?
Yang menjadi tolok ukur bukan sembuh dalam arti penyakit hilang 100 persen, tapi peningkatan quality of life. Dalam arti, untuk Anda yang memiliki penyakit kronis kan standar membaiknya berbeda. Misalnya, pasien stroke yang tadinya hanya bisa berbaring, setelah dilakukan terapi sel punca bisa duduk dan berpindah sendiri.

Tak hanya itu, di kalangan masyarakat perkotaan, terapi sel punca merambah dunia kecantikan. Dalam dunia kecantikan, manfaat terapi sel punca antara lain untuk proses antiaging, menghilangkan kerutan, memutihkan kulit, menghilangkan jerawat dan bekasnya, menghilangkan bekas luka, regenerasi sel-sel kulit, mengatasi luka bakar, melembabkan kulit, dan masih banyak lagi. Bahkan, terapi sel punca juga bermanfaat untuk menyediakan nutrisi bagi kulit.

Untuk mengatasi strechmark hingga kebotakan rambut juga bisa, bonusnya yaitu weight loss. Sementara itu, tren terapi sel punca juga dibarengi dengan kekhawatiran terhadap efek samping yang ditimbulkan. Mengenai efek samping, karena selnya diambil dari tubuh sendiri dan menggunakan sel inti yang dapat berregenerasi, maka efek sampingnya tidak ada. Bahkan, reaksi alergi pun tidak ada. [Sumber: Endah Asih/PRM/17092017]

Sayap-Sayap Patah, Kisah Kahlil Gibran Tentang Cintanya

Maman Malmsteen 23.53.00
Jendela Informasi - Kisah remaja ini, bukan saja menggambarkan "sayap-sayap" patahnya Gibran sendiri, tetapi justru juga patahnya "sayap-sayap" Selma Karamy, si gadis yang begitu dicintai sekaligus mencintai Gibran. Mereka seolah-olah telah digariskan nasibnya dengan kungkungan kehidupan yang bergeser dari pedih ke pedih, bahkan akhir dari kisah inipun sedih.

Ceritanya dapat dikatakan sederhana. Tentang kemelut cinta seorang remaja berusia sekitar delapan belasan, yakni Kahlil Gibran sendiri. Si tokoh berkenalan dengan seorang kaya yang ramah, Farris Effandi. Persahabatan yang terjalin antar keduanya menyebabkan terjadinya perkenalan antara Gibran dengan anak gadis Farris, yaitu: Selma Karamy. Perkenalan itu mulanya terasa sederhana dan manis, hari demi hari jadi seperti bertebar bunga dan beberapa wewangian. Tetapi semuanya itu tak lama, cinta mereka yang mulai mekar direnggut. Selma telah dipaksa kawin dengan keponakan seorang pendeta, Mansour Bey Galib.

Mansour Bey Galib ini, adalah keponakan pendeta yang memiliki pengaruh besar di tempat tinggalnya ayah Selma. Farris Effandi memang telah terikat erat oleh sipendeta yang digambarkan penuh kelicikan itu. Sejak pemaksaan kawin terjadi, hidup Selma dan Gibran secara runtun dilukiskan begitu kelabu dan "sayap-sayap" mereka memang patah dan luruh.


Kisahpun berlanjut. Sesudah menikah Selma beberapa kali masih berusaha untuk mengadakan pertemuan rahasia dengan (bekas) kekasihnya di sebuah kuil. Pertemuan itu terasa banyak artinya bagi kedua anak manusia yang merasa dicampakkan oleh duri-duri kehidupan. Segala kesulitan yang dialami, saling diurai dan dibeberkan bersama dalam pertemuan semacam itu. Cinta antar pihak yang patah begini, kadang memang bisa terasa suci dan tanpa maksud tercadar apapun. Cinta kata Gibran adalah satu-satunya kebebasan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat yang hukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alamipun tak bisa mengubah perjalanannya.
Kehidupan perkawinan Selma dengan Mansour Bey Galib diceritakan penuh onak dan ketidak sepakatan, apalagi dengan musibah kematian Farris Effandi. Sang suami - yang telah memperoleh warisan dari ayah Selma - tak jarang bermain serong dengan wanita-wanita lain serta gemar berpesta pora. Bey Galib bahkan disebut sebagai jenis laki-laki yang rakus bagai liang kubur. Sedangkan si istri dibebani tekanan-tekanan tertentu, karena hampir lima tahun tidak jua melahirkan anak. Itulah mengapa hampir setiap saat, Selma berdoa kepadaNya.

Ketika akhirnya Selma bisa hamil, lalu melahirkan seorang putera. Ternyata kebahagiaan tiada jua diraihnya. Sang suami ketika diberitahu bahwa istrinya telah melahirkan, dia malah berpesta pora. Padahal, bayi ditakdirkan hidup sebentar saja. Sesudah saat pertama membuka.mata, meninggallah ia. Selma merasa amat terpukul, dan sempat berucap kepada dokter: "Berikanlah padaku anakku, dekatkanlah ia padaku dan biarkanlah aku memandangnya dalam kematiannya." Hingga kemudian ia pun meninggal tak lama setelah kematian bayinya. Mereka diletakkan dalam satu peti mati, lalu dikuburkan.

Peran Gibran disini, memanglah peran duka. Dia melukiskan kisah cintanya (sendiri) yang pahit, belum sempat berkembang, sudah harus didera oleh kenyataan-kenyataan yang terasa memedihkan. Walau cinta antara Selma dan Gibran terus berlanjut, ternyata dukapun terus menguntit.
Dalam kata pengantar buku "Sayap-Sayap Patah" memang telah disebutkan bahwa, cerita ini adalah kisah suram. Walau juga uraian cerita terasa diromantisir oleh pengarangnya, sehingga kepedihanpun digambarkan bisa jadi terasa manis dan nikmat, tapi tak apalah. Toh tulisan Gibran sungguh bisa menukik pada berbagai sudut kehidupan itu sendiri, padahal kerangka cerita sekedar penggalan kisah cinta remaja belaka. Hasil karya yang ditulis oleh pengarang terkenal si pencipta buku Sang Nabi itu, terasa kental oleh lukisan kehidupan yang kadang justru tidak kita sadari.

Terjemahan alinea demi alinea termasuk lancar, hingga buku ini enak dibaca (barangkali juga direnungi), bahkan didahului pula dengan kata pengantar tentang apa dan siapa Kahlil Gibran serta karya-karyanya. Akhirnya, karangan ditutup dengan pencantuman 'Glosarium Butir-Butir Hikmah' yang cukup menarik. Cobalah simak.

Buku: Sayap-Sayap Patah
Penulis: Kahlil Gibran
Penerbit : Pustaka Jaya, Jakarta, 1986, XXV + 155 halaman

Cara Membuat Toples Lucu dari Wadah Bekas

Maman Malmsteen 11.01.00

Jendela Informasi - Apakah Anda menggemari permen cokelat, biskuit, ataupun makanan-makanan manis kemasan lainnya? Seringkali, bila coklat dikemas dalam wadah-wadah plastik atau kaleng, kemasannya akan Anda buang begitu saja, ketika butiran permen di dalamnya sudah habis. 

Eits, jangan Anda buang dulu, karena Anda bisa memanfaatkannya menjadi sebuah toples yang lucu, untuk menyimpan permen, atau sekadar pajangan meja. Bagaimana caranya, ya membuat toples lucu dari wadah bekas?


Alat dan Bahan:
  • Wadah bekas cokelat, kopi, biskuit, atau selai.
  • Mainan berbentuk binatang.
  • Cat akrilik semprot.
  • Kertas koran.
  • Selotip.
  • Lem.
  • Gunting.
  • Kertas HVS bekas
Baca juga : 6 Langkah Mudah Membuat Kotak Kemasan

Cara Membuat:
  • Sebelum memulai, copot atribut-atribut kertas dan label dari wadah bekas tersebut.
  • Cuci seluruh bagian waha tersebut dengan air dan sabun, lalu keringkan.
  • Sementara menunggu isi wadah tersebut kering, Anda bisa memisahkannya dengan tutupnya. Ambil mainan binatang, lalu tempelkan di atas tutup wadah dengan lem. Diamkan hingga menempel erat.
  • Setelah menyatu, semprotkan cat ke seluruh permukaan tempelan tersebut. Biarkan mengering. Anda juga bisa menggunakan cat akrilik untuk mewarnainya.
  • Ambil wadah yang telah dicuci, lalu tempelkan selotip yang telah dibelah dua. Tempelkan di sekeliling permukaan wadah.
  • Ulangi penempelan tersebut di bawahnya, diberi jarak sedikit sekitar 2 cm.
  • Warnai dengan cat semprot yang sama atau warna yang senada. Anda juga bisa mewarnainya dengan cat akrilik.
  • Keringkan, lalu pasang tutup toples cantik di atasnya.
Baca juga : Sayap-sayap Patah, Kisah Gibran Tentang Cintanya

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#Toples Lucu, #Wadah Bekas, #Cara Membuat Toples Lucu Dari Wadah Bekas, #Cara Membuat

Guruku Pelitaku - Hutan yang Gundul

Maman Malmsteen 07.50.00

Guruku Pelitaku


Kuingin meraih cita-citaku 
Tahukah engkau? 
Ada pelita yang selalu kuingat 
Ada pelita yang selalu kuhormati

Dialah guruku 
Guru yang memberi ilmu 
Tak putus asa walau peluh terus mengucur 
Hanya untuk generasi penerus bangsa

Janganlah pernah redup pelitaku! 
Cahaya ilmu selalu ditunggu



Hutan yang Gundul


Terik matahari menyinari bumi 
Sinarnya tidak dapat dikalahkan 
Terlihat pohon-pohon yang bernasib malang, 
Gundul, dan terbengkalai

Ternyata, 
Manusia sungguh tega 
Menebang pohon sembarangan
Padahal, 
Hutan adalah paru-paru dunia

Kuharap, 
Hal ini tidak terjadi lagi 
Karena aku butuh pohon-pohon hijau yang tumbuh subur
Untuk membersihkan paru-paruku


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#Puisi Tentang Guru, #Puisi Tentang Lingkungan Hidup, #Puisi Tentang Alam







Menikmati Indahnya Pantai Parangtritis

Maman Malmsteen 07.38.00

Pantai. Aku belum pernah ke sana. Sekali pun belum pernah, walaupun aku berulang kali diajak mama, papa, bahkan saudara. Kalian tahu kenapa? Aku sering mendengar tentang ombak besar, dan tsunami. Intinya, aku ini takut kalau aku ke pantai akan ada tsunami.

"Siapa yang pernah ke pantai?" tanya Bu Helen di dalam kelas. Hampir semua murid kelas 5 mengacungkan tangan tinggi-tinggi. Hanya aku yang tidak.
"Ayo, buat cerita pengalaman kalian ke pantai!" 
Aku menggigit bibir. Bagaimana aku bisa membuat cerita pengalaman, sedangkan aku sama sekali belum pernah ke pantai? Kalian bisa bayangkan, jika ada di posisiku? Malu. Akhirnya aku menuju meja guru dam memberanikan diri untuk mengaku.
"Bu Helen, Selly belum, belum pernah ke pantai," kataku mengaku.
"Hahahaha...." semua teman-temanku tertawa.
"Anak-anak, diam! Jaga perasaan temanmu ini. Selly kenapa belum pernah ke pantai? Takut?" tanya Bu Helen. Aku mengangguk pelan. Bu Helen tersenyum.
"Buatlah sebuah karangan saja, ya Selly. Semoga, kamu akan segera berlibur ke pantai," kata Bu Helen. Aku kembali ke tempat dudukku sambil menunduk.

Saat istirahat.
"Kamu, benar nih belum ke pantai?" tanya Indah. Aku mengangguk. 
"Enggak usah takut Selly! Pantai itu indah, lo. Asyik kalau kita basah-basahan. Dijamin, kamu enggak bakal menyesal deh!" kata Indah.
"Kalau aku ke pantai, benar enggak ada tsunami, atau ombak besar?" tanyaku. Indah tersenyum. Ia mengambil ponselnya, lalu menunjukkan foto-foto dari ponselnya.
"Ini aku di pantai, Sell. Kalau tsunami, aku enggak tahu. Yang tahu kan Allah. Ombak besar,
asalkan enggak ke tengah pantai, enggak apa-apa. Tapi, kalau lihat ombak besar dari kejauhan, indah banget! Laut enggak selamanya menakutkan," jawab Indah. Aku tersenyum. Paling tidak, rasa takutku mulai hilang walaupun sedikit. 
Sepulang dari sekolah, adikku, Devi, mendekatiku.
"Kak, tadi Reni cerita liburannya di pantai. Kalau dari ceritanya, asyik banget! Kapan ya kita ke sana? Katanya, indah dan enggak bakal nyesel kalau ke sana! Kakak percaya?" curhat Devi.
"Kakak sih percaya. Soalnya, tadi teman kakak juga cerita. Tahu Kak Indah kan? Nah, dia yang cerita sama kakak," jawabku.
"Berarti, kita bisa ke pantai dong, Kak! Kan Kakak sudah enggak takut sama pantai," kata Devi. Aku hanya tertawa kecil.
Sorenya, saat berkumpul di ruang keluarga, mama dan papa mengatakan sesuatu padaku dan Devi.
"Besok, Sabtu, Uti, Kakung, Tante, Om, dan adik-adik sepupu kalian akan datang. Mungkin akan liburan-bersama kalian," kata Mama.
"Hore... Liburan ke mana kali ini?" kataku dan Devi bersamaan. 'Liburan ke mana kali ini?' adalah semboyan kami.
Sebuah mobil berhenti di depan rumah. Pasti itu rombongan Uti dan Kakung. Mereka datang dari Solo. Segera aku dan Devi menghampiri mereka.
"Kak Selly, besok bapak sama ibu mengajak ke Pantai Parangtritis lo, mau enggak?" tanya Felly adik sepupuku. Mataku membulat.
"Ya mau dong!" seruku cepat. Akankah jadi liburan menyenangkan? Semoga saja. 

Hari Minggu yang cerah.
Pukul sepuluh siang, kami sampai di Pantai Parangtritis. Dari kejauhan, tampak laut penuh dengan warna biru. Aku dan adik-adik sepupuku berlari menuju pantai, lalu berbasah-basahan. Sesekali, karena ombak, air laut terminum. Asin banget! Selain itu, pemandangan tebing, dan ombak besar dari kejauhan terlihat indah. Subhanallah.
Kami bermain pasir dan saling ciprat-cipratan.
"Anak-anak, ayo kita mandi. Sudah siang," kata Tante Kinara. Kami lalu mandi bergantian di kamar mandi yang disewakan. Aku dan Devi juga membeli baju sebagai kenang-kenangan bahwa aku pernah ke Pantai Parangtritis. Sebelum pulang, kami makan sebentar sambil foto-foto.
Sesampainya di rumah, aku ke kamar dan menulis diary.
'Hai, Diary....
Tadi, aku ke Pantai Parangtritis. Indah banget! Enggak seperti yang aku bayangkan. Indah benar, bahwa pantai itu tidak selamanya menakutkan. Ternyata, pantai menyimpan sejuta manfaat dan keindahan. Hmmm... kenapa enggak dari dulu aku ke pantai? Hahaha... sudah dulu ya diary, da....' 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#Cerpen Anak-anak, #Cerita Keindahan Alam, #Cerita Liburan, #Cerpen, #Cerita Pendek, #Pantai Parang Tritis

A Wise Lady, Folklore From India

Maman Malmsteen 07.00.00

Jendela Informasi - Once upon a time there lived a king named King Dheema. He had two beautiful daughters. They were Kamlibai and Haribai. Though they both were beautiful, the two girls had different personalities. Kamlibai was spoiled, arrogant, and also lazy, while Haribai was kind, helpful, and smart. The king thought it was time for his daughters to get married. He first asked Kamlibai to get married. The king arranged her marriage with a prince. The wedding was so extravagant. The king invited lots of guests. They were served with delicious food.

After Kamlibai got married, the king often spent his time with his youngest daughter. One day, he went to Haribai's room. He saw a placard hanging on the wall with some sentences. It said, "A home that has a wise lady in it will always prosper."
The king asked, "Who wrote that?"
"I did, Father," answered Haribai. 
"Do you believe that? Well, I don't agree with you. The person who makes the house prosper is the man," said the king.
"Please pardon me, Father. I hate to disagree with you. However I believe that it is the wise woman who makes the house prosper."

The king was angry. He felt that his daughter underestimated his role as the head of the family. The king suddenly had a bad idea. He wanted to arrange Haribai's marriage with a poor man. He wanted her to prove what she believed.

It finally happened. Haribai had to marry Nandu, a poor woodcutter. Haribai was an obedient child. She did what her father ordered. After they got married, Haribai and Nahdu lived in a hut near the jungle. They were so poor. Haribai was thinking how she could help her husband. She finally had an idea. She asked her husband to skip one meal. She said she would save the money to buy another axe so she could help her husband cut the woods in the jungle.

After they had enough money, they bought another axe. Haribai used the new axe to help her husband. Soon, they had lots of wood. During winter, they sold them and slow but sure their lives were getting better.

One day, Nandu cut a unique tree. He had never seen that tree before. When he cut it, the wood produced special fragrance. He showed the wood to his wife.

Haribai said, "It's Sandalwood. It's very rare and also very expensive. Kings and queens use this wood for special ceremony. Come, we must collect these woods as many as we can!"

Without wasting any time, they started to find this rare tree. They cut all those sandalwood trees and kept them carefully.

Meanwhile, a king from a neighboring kingdom just died. They would hold a ceremony for the dead king. They needed sandalwoods. They had been looking anywhere but they could not find it. Finally one guard heard that someone owned lots of sandalwoods. He told the prince about it. The prince said "Please buy the sandalwoods with any price. I don't care if the price is so expensive. I want to buy them for my father's funeral ceremony."

The guard went to Nandu's house. He brought lots of money to buy the sandalwoods. Nandu and Haribai were extremely happy. They became very rich! They built a very big house that looked exactly the same as King Dheema's palace.

Meanwhile King Dheema visited Kamlibai's house. He was so surprised to see her condition. Though she was very rich, she did not look very happy. She looked.very sad with her marriage. Later, King Dheema received an invitation from a rich man to attend the ceremony of his new house. King Dheema did not know who the rich man was. When he arrived, he was so surprised to see the house that looked exactly the same as his palace. 

Not long after that, Haribai appeared. King Dheema asked her how they could become very rich. Haribai told her father about her advice to her husband.
"You are right, My Dear. You are a wise lady, therefore your house is prosperous," said King Dheema to Haribai.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[Source: Media Indonesia/16032014]
#Folklore #Cerita Rakyat #Cerita Rakyat dalam Bahasa Inggris



Kanker Nasofaring, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Penanganannya

Maman Malmsteen 10.48.00
Jendela Informasi - Di antara keganasan kanker pada sektor telinga hidung dan tenggorokan (THT), kanker pada nasofaring (disebut juga ca-nasofaring) masih menempati posisi teratas. Di bawahnya, ada kasus tumor sinonasal serta tumor laring yang kasusnya sering ditemukan di masyarakat.

Nasofaring merupakan rongga yang ada di belakang hidung, menjadi penyambung antara telinga, hidung dan tenggorokan. Penyebab terbanyak terjadinya kanker pada rongga nasofaring antara lain diakibatkan oleh gangguan genetik yang diturunkan.

Cikal bakal gen kanker yang terdapat pada tubuh seseorang akan menjadi aktif jika terpapar oleh gangguan dari luar seperti faktor sanitasi lingkungan, pola hidup kurang sehat, perilaku merokok, serta tingginya polusi udara.


Pada Kanker nasofaring, penyebab yang paling khas karena gen kanker tercetus oleh infeksi dari Epstein barr Virus (EBV). Virus ini mampu bersembunyi dalam sel dan jaringan tubuh seperti pada rongga nasofaring. Ia akan bereaksi dengan senyawa lain seperti zat karsinogen bernama nitrosamin. Reaksi virus EBV dan nitrosamin inilah yang kemudian dapat menyebabkan kanker nasofaring.

Gen sel kanker juga dapat tercetus melalui pola makan yang tidak baik. Terutama jika sering mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet. Salah satu zat pengawet adalah nitrosamin, seperti terdapat pada ikan asin, asinan, atau makanan instan (terutama jenis daging).

Karena letaknya yang tersembunyi dan tidak terlihat langsung, kepedulian masyarakat terhadap kanker jenis ini masih rendah. Sebagian besar pasien kanker nasofaring baru terdeteksi saat sudah berada pada stadium lanjut. Kanker nasofaring baru menimbulkan gejala yang hebat setelah stadium lanjut. 

Saat masih stadium awal, gejala yang dirasakan masih saru dengan penyakit lain. Banyak yang hanya menganggap flu atau sakit kepala biasa. Karena tak kunjung sembuh dan sakitnya semakin hebat mereka baru memeriksa dengan seksama. Itu pun tak langsung ke spesialis THT, karena biasanya akan berputar dulu ke bagian lain baru ke THT.

Beberapa gejala pada penderita kanker nasofaring antara lain mengalami gangguan pendengaran karena salah satu saluran di telinganya, tubaeustachius, terganggu oleh sel kanker. Gejala lainnya adalah flu yang sulit sembuh dan bahkan bisa menahun sehingga kanker nasofaring kerap dianggap sebagai reaksi alergi, bahkan sinusitis (peradangan pada dinding sinus).

Meski demikian, ada beberapa gejala yang cukup khas, misalnya sering mimisan, atau muncul benjolan di leher kanan atau kiri. Benjolan ini merupakan kelenjar getah bening yang kemungkinan besar tengah berusaha melawan sel kanker.

Jika tanker nasofaring sudah parah, gejala yang terasa bisa membuat nyeri kepala yang juga sering disangka migrain. Malah bisa juga menyebabkan pandangan menjadi ganda karena ekstensi tumor masuk ke otak dan menyebabkan kelumpuhan saraf bola mata.

Menegakkan diagnosis pasien yang menderita kartker nasofaring melalui beberapa tahap. Setelah tahap wawancara dan ditemukan kecurigaan setelah pemeriksaan fisik THT, maka dokter bisa melakukan endoskopi dengan menggunakan alat Rhinolaringo Fiber Optic (RLFO).

Alat tersebut mampu masuk dan menelusuri rongga nasofaring hingga pita suara. Ia juga mampu memberikan gambaran real time yang terlihat pada layar. Jika ditemukan permukaan nasofaring yang tidak rata (terdapat benjolan-benjolan kecil), berwarna kemerahan, terdapat jaringan yang nekrotik (mati), serta bersifat rapuh dan gampang berdarah, dugaan dokter akan terbentuknya sel kanker dapat diteruskan dengan pemeriksaan biopsi.

Biopsi adalah pengangkatan jaringan yang dicurigai. Setelah itu, akan dilakukan uji histopatologis jika dipastikan sel kariker. Pada uji ini juga akan diketahui stoging kanker dan bisa menjadi target terapi, Itu sudah jadi gold standar penerapan diagnosis untuk kanker nasofaring. Untuk lebih meyakinkan bisa juga dilakukan pemeriksaan melalui CT Scan, USG, atau thorax.

Jika ingin menghindari biopsi, bisa dilakukan pemeriksaan menggunakan alat narrow band imaging (NBI). Alat yang memanfaatkan gelombang cahaya pendek ini banyak digunakan untuk memeriksa saluran cerna namun sudah mulai diaplikasikan untuk saluran napas atas.

Keunggulan NBI adalah lebih superfisial sehingga mampu melihat pola pembuluh darah yang bermasalah sehingga dapat menguatkan dugaan pada pemeriksaan sebelumnya. Diagnosis berdasarkan NBI juga dapat menghindari biopsi yang tidak perlu.

Pada kasus kanker, sangat diharapkan bisa terdeteksi sejak dini. Karena bisa membuat kemungkinan pulih lebih besar. Ini juga terjadi pada kasus kanker nasofaring. Meski sulit mendeteksinya karena lokasinya yang tak kasat mata, ada beberapa panduan agar seseorang bisa segera memeriksakan diri  ke dokter THT, yakni jika menderita pilek yang tak kunjung sembuh. Apalagi jika pada lingkungan keluarga terdapat pasien kanker. 

Tingkat kesembuhan kanker nasofaring untuk stadium 1-2 cukup tinggi bisa mencapai 60%, namun pada stadium lanjut bisa di bawah 20%. Untuk menangani kanker nasofaring hanya ada dua pilihan yakni radiasi (untuk stadium awal), serta kemoradiasi (stadium lanjut).

Tidak ada pilihan pembedahan karena letaknya yang berdekatan dengan struktur penting tubuh, yaitu dasar otak (basis cranial). Jika pun dilakukan pembedahan biasanya karena kasus yang kambuh (berulang). Itu pun kemungkinan suksesnya masih rendah.

Di negara lain ada pilihan penanganan lain untuk kanker nasofaring, yaitu foto dinamik terapi. Pasien akan disuntik zat dari obat khusus yang lalu ditembak oleh sinar agar dapat aktif memberantas sel kanker. Metode ini sangat lokal di nasofaring sehingga dianggap lebih akurat.

Hidup sehat dan melakukan pola makan yang baik menjadi hal penting untuk mencegah timbulnya kanker. Untuk terhindar dari kanker nasofaring, menghindari dan membatasi konsumsi makanan instan akan jauh lebih baik untuk tubuh. [Sumber: Eva Fahas/PRM/03092017]

Bukit Senyum, Panorama Alamnya Bikin Wisatawan Tersenyum Puas

Maman Malmsteen 07.24.00
Jendela Informasi - Bukit Senyum berada di kawasan kaki Gunung Burangrang, tepatnya di sisi selatan. Tempat yang berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut ini di kelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Lokasinya di lahan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara, tepatnya di Resor Pangkuan Hutan (RPH) Burangrang Selatan.

Pemandangannya teramat indah dan tenang, pohon pinus yang berjajar rapi, perkebunan teh yang terhampar luas, serta lansekap perairan dan daratan di sekitar Waduk Saguling. Hal itu membuat setiap orang yang melihatnya akan tersenyum. Oleh karena itulah tempat tersebut dinamai Bukit Senyum.

Ada cerita lain mengenai asal-usul penamaan Bukit Senyum, yang berawal dari ucapan refleks salah seorang anggota dari Kelompok Tani Hutan Rimba Sejahtera binaan Perhutani yang mempunyai nama Sugondo. Ia selalu memperhatikan beberapa orang yang terhimpun dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) tersenyum ketika sampai di atas bukit dan melihat pemandangan sekitarnya.


Bukit Senyum pun menjadi ikon tempat wisata baru yang dikembangkan dan dirintis sejak November 2016. Sebelum menjadi tempat wisata, sejak Januari 2009 kawasan ini merupakan perkebunan kopi yang dikelola oleh enam Kelompok Tani Hutan (KTH) di atas lahan yang telah dialihfungsikan seluas 8 hektare dari total luas lahan 180,8 hektare. Setelah diresmikan pada 19 April 2017, pengelola terus melakukan pembenahan terutama fasilitas pendukung.

Secara administratif Bukit Senyum berada di Desa Cipada, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Untuk mencapai tempat itu, akses termudah bisa dilalui dari Jalan Kolonel Masturi, kemudian belok kiri di persimpangan yang tepat berada di depan Sekolah Polisi Negara, Cisarua.

Dari situ, perjalanan sekitar 8 kilometer menyusuri jalan naik, turun, dan berliku hingga memasuki Desa Cipada di Cikalongwetan. Daerah tersebut lebih terkenal dengan sebutan Cipada I sebab di Kecamatan Cisarua pun ada Desa Cipada yang dinamakan Cipada II. Jalannya cukup menantang dan diwarnai kerusakan jalan, terutama mendekati Bukit Senyum.

RPH Burangrang Selatan mempunyai luas utama 8,5 hektar, yang setiap hektar ditanami oleh kira-kira 1.500 pohon pinus. Luas lahan yang menjadi objek wisata kira-kira 5 hektar. Ke depannya, LMDH masih akan mengadakan beberapa pengembangan untuk lebih memanjakan lagi para pengunjung dengan beragam fasilitas seperti toilet, musala, gazebo, warung makan, mainan anak, dan tempat spot untuk selfie.

Untuk tiket masuk, pengelola mematok Rp 5.000 per orang, parkir motor Rp 3.000 dan untuk berkemah Rp 10.000 per malam, dengan kapasitas tampung sekitar 400 orang di dua lokasi yang berbeda. 

Info Lokasi
Lokasi: Desa Cipada, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat
Fasilitas: Toilet, musala, tempat spot selfie, warung makanan, tempat main anak, gazeebo
Pengelola: Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)
Luas lahan wisata: 8,5 hektare
Tiket masuk: Rp 5000 dan Rp 3000 untuk parkir
[Sumber: Eno/PRM/03092017]

Puncak Bintang, Wanawisata Pinus yang Indah dan Sejuk

Maman Malmsteen 00.06.00
Jendela Informasi - Wanawisata Puncak Bintang merupakan kawasan hutan pinus milik Perum Perhutani yang dulunya hanya untuk tegakan pohon pinus sebagai kebutuhan bahan baku produksi. Kawasan ini berada pada ketinggian 1.442 meter di atas permukaan laut berlokasi di Kampung Bongkor/Buntis, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, setelah melewati kawasan wisata Caringin Tilu, masuk wilayah Perhutani KPH Bandung Utara.

Bila Anda datang dari Kota Bandung, akses masuk dari Jalan Padasuka-Cicaheum lewat Saung Angklung Udjo kira-kira 8,5 kilometer atau dapat ditempuh.dengan waktu 30 menit naik ke Cimenyan.

Dibukanya wanawisata Puncak Bintang tak lepas dari peran Wismo Tri Kancono, yang merupakan Administrator Perhutani KPH Bandung Utara, yang saat itu sedang melihat lokasi sadapan getah pinus.



Lokasi yang tinggi dan ramai dikunjungi, berdekatan pula dengan Warung Daweung dan Bukit Moko yang sebelumnya telah menjadi tempat wisata. Puncak Bintang dibuka dengan potensi yang luas dari keasrian hutan dan udara Bandung yang sejuk.

Puncak Bintang memiliki jalur jalan setapak dan lintasan sepeda yang menjadikannya tempat wisata alam yang nyaman untuk pengunjung dan memiliki pemandangan memukau dari ketinggian. Puncak Bintang selain indah alamnya, juga panorama matahari tenggelam yang begitu mempesona dan memanjakan pengunjung. Pengunjung pun bebas memesan makanan dan minuman saat berada di Puncak Bintang.

Rimbunnya tegakan pinus, rapi, dan kontur tanah yang tidak terlalu terjal ditutupi oleh jatuhan daun pinus membuatnya cocok untuk berkemah dan kegiatan alam lain. Flora yang ada selain pinus, ada pohon puspa, surian, damar, dan tanaman kopi. Aneka bunga juga ada di lahan terbuka. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan fauna seperti elang, alap-alap, kutilang yang melintas di langit. Selain itu, di hutan Anda bisa bertemu ular, babi hutan, kadal.

Di antara sejuknya udara dingin hutan pinus, pengunjung dapat menikmati aneka fasilitas di wanawisata Puncak Bintang. Pertama, signboard Puncak Bintang atau lokasi awal Puncak Bintang 100 meter dari pintu masuk berupa bintang raksasa, tempat pengunjung berswafoto dan melihat pemandangan Bandung-Lembang dari satu titik. Lalu ada Dermaga Bintang, salah satu tempat paling favorit berupa bangunan cantik dari besi-besi bertingkat empat dengan meja-meja dan kursi-kursi karet.

Pengunjung juga bisa berjalan-jalan ke Patahan Lembang, untuk melihat tebing berbatu dan pemandangan alam yang menyejukkan mata. Jaraknya dari pintu masuk Puncak Bintang hanya 1,7 Km atau ditempuh 30 menit dengan jalan kaki. Ada juga Lembah Bintang untuk bermain bersama anak, wahana bintang kecil, wahana tembak langit, dan galeri kaki langit.

Keindahan suasana di malam harinya dengan lampu kerlap-kerlip, tidak kalah dengan pemandangan sunset di Puncak Bintang yang disebut-sebut sebagai yang terbaik. [Sumber: E. Saepuloh/PRM/27082017]

Info Lokasi :
Alamat: Kampung Bongkor/Buntis, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung
Berdiri: 25 Juli 2014
Luas: 11,20 hektare         
Jam buka: 07.00-22.00
Harga tiket: Per orang Rp 15.000, berkemah Rp 25.000
Fasilitas lain: Toilet, musala, pusat informasi, tempat/alat berkemah, selter, saung, tempat parkir motor/mobil
Jumlah pengunjung: 7.000-8.000 orang/bulan (berkemah 300-400 orang)

Tips Aman Mengkonsumsi Dagi Kambing Pada Hari Raya Kurban

Maman Malmsteen 08.44.00
Jendela Informasi - Saat ini umat Muslim dunia sedang merayakan Hari Raya Kurban (Idul Adha). Pada hari ini hampir seluruh masyarakat di penjuru negeri akan dapat merasakan nikmatnya daging kurban, baik itu berupa daging sapi atau daging kambing.

Pada umumnya, orang kerap menghindari daging kambing karena memandang daging kambing merupakan pemicu hipertensi (tekanan darah tinggi). Faktanya daging kambing memiliki kandungan lemak total, kolesterol, lemak jenuh (saturated fat) yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging lainnya.



Ahli gizi dari Unsoed, Hesti Permata Sari, S.Gz, M.G menjelaskan, kandungan protein daging kambing hampir sama dengan daging lainnya. Akan tetapi, daging kambing memiliki karakteristik yang khas dalam hal lemak jenuh dan kolesterol. Daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan kandungan lemak mono dan polysaturated yang lebih tinggi.

Hasil analisa menunjukkan bahwa daging kambing memiliki lemak 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi (dalam jumlah yang sama). Maka sebenarnya tak perlu takut memakan daging kambing karena daging itu ternyata lebih menyehatkan ketimbang jenis daging lainnya. Namun perlu diingat, yang boleh dimakan hanya dagingnya, bukan lemaknya. Karena dagingnya yang sehat, sementara lemaknya jahat.

Untuk mengurangi efek negatif pada daging kambing, dihimbau agar masyarakat dapat memilih olahan yang tepat. Pilihan terbaik untuk mengolah daging kambing adalah dengan membuatnya menjadi sop/sup. Jumlah kalori pada sop kambing lebih sedikit dikarenakan tambahan air dan sayuran yang ada pada sop kambing. Selanjutnya adalah konsumsi sayur dan buah.

Mengkonsumsi aneka sayuran sangat disarankan setelah memakan daging kambing. Sayuran seperti tomat, mentimun, dan wortel adalah pilihan terbaik. Buah-buahan juga dapat mengimbangi jumlah kalori yang masuk.

Kemudian selain mengkonsumsi buah dan sayur, sebaiknya jangan memakan daging kambing yang memiliki lemak berwarna putih, serta kurangi makanan manis seperti sirup dan kue.

Dan yang tidak kalah penting, lakukan olahraga ringan. Melakukan olahraga ringan seusai makan daging kambing dapat membakar kalori dan lemak. Pilihlah olahraga seperti bersepeda dan lari-lari kecil. [Sumber: mamanmalmsteen.blogdetik.com]