Petualangan Seru di Dunia Waktu

Maman Malmsteen 12.53.00
Jendela Informasi - Perkenalkan, nama aku Anggun. Aku memiliki hobi menciptakan berbagai macam barang yang antik dan unik. Barang-barang hasil ciptaanku sering kali dianggap aneh oleh orang lain. Setiap hari aku didampingi seorang asisten bernama Aylii. Ia selalu siap membantu kapan pun aku perlukan. Tidak segan-segan, aku juga meminta bantuan Aylii unruk mencoba beberapa barang hasil ciptaanku. Ia sering bernasib sial karena barang yang aku ciptakan gagal dan akhirnya berantakan. Walaupun demikian, Aylii tetap memberikan semangat kepadaku agar tidak kapok dan bersikap optimistis bahwa kelak ciptaanku pasti akan bermanfaat bagi orang lain. Seperti kata pepatah, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. 

Saat ini aku sedang berkonsentrasi membuat sebuah mesin waktu. Selama berbulan-bulan aku dan Aylii menghabiskan waktu dan pikiran untuk menyempurnakan mesin tersebut dengan berbagai macam cara. Aku terkadang ragu apakah mesin waktu yang akan aku ciptakan dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Hingga suatu hari, aku memberanikan diri mencoba mesin waktu tersebut bersama Aylii.


Ternyata kesialan pun kembali kami alami. Aku dan Aylii terisap ke dalam mesin waktu. Kami berdua hilang dan terdampar di tahun 3013. Ya, tahun 3013! Aylii terlihat cemas setelah mengetahui apa yang sedang terjadi.

Aku berusaha menenangkan dia sambil melihat ke sekeliling tempat kami berada. Sejauh mata memandang, yang tampak hanyalah gedung, tiang, perumahan, dan papan reklame.
"Wah.. Kita nyasar nih! Gimana dong?!" teriak Aylii panik.

Belum hilang rasa panik kami berdua, tiba-tiba ada dua pucuk senjata api yang diacungkan ke depan mataku.
"Angkat tangan! Kau harusnya setuju ketika kami mengajak kerja sama 1.000 tahun yang lalu!" teriak seorang laki-laki berwajah mengerikan.

Ups, gawat! Kejadian itu kan sudah lama, kenapa masih diingat olehnya? "Maaf deh, lagi pula maksa sih!" ujarku dengan nada sedikit tinggi karena kesal.

Aylii yang berdiri di sampingku hanya berteriak-teriak tanpa membantu.

"Huh, Aylii! Daripada teriak-teriak, lebih baik..." kataku terputus. Orang-orang dari The Gold mulai menyerang.

"Berlindung!" ujar aku.
Aylii menutupi tubuhnya dengan jas besi miliknya. Kami dikejar-kejar keliling dunia! Pada saat ini yang aku inginkan hanyalah tiket bioskop gratis dan bisa menonton dengan tenang. Namun kami malah dikejar sampai keliling dunia!

Aylii melemparkan semua barang ciptaanku dengan sekuat tenaga ke pemilik perusahaan The Gold. Untunglah, kami berhasil lari sampai ke pintu mesin waktu, tepat pada waktunya. Dan bbzztt Oh,tidak! Sekarang kami memiliki masalah baru. Aku dan Aylii menjadi tembus pandang!
"Eh, profesor, sepertinya kita terpisah dari jasad kita deh," ujar Aylii polos.
“Oh iya, Lii. Saya punya ide yang bagus. Bagaimana kalau kita meloncat kembali ke badan kita?" usulku.

Setelah melalui perbincangan yang cukup lama, akhirnya Aylii memutuskan untuk menerima usulan tersebut. Dengan penuh harapan, kami pun melompat masuk ke dalam jasad kami masing-masing.

Beberapa saat kemudian aku tersentak dan menyadari bahwa ternyata aku dan Aylii telah tertidur cukup lama di laboratorium. Mungkin karena kami berdua sangat kelelahan menghabiskan sebagian besar waktu kami untuk penemuanku.

Untunglah pengejaran oleh komplotan The Gold itu ternyata cuma mimpi! 

Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. EmoticonEmoticon