Peran Orang Tua Dalam Menjaga Kesehatan Anak

Jendela Informasi - Setiap orangtua memiliki kewajiban untuk senantiasa berusaha memenuhi segala kebutuhan anak, baik kebutuhan pangan, sandang, papan maupun pendidikan. Kebutuhan anak yang paling mendasar adalah kebutuhan pangan atau kebutuhan yang berhubungan dengan penyediaan makanan bagi anak.

Orangtua yang perhatian pada anak akan berupaya memberikan pemenuhan kebutuhan pangan secara sehat. Makanan sehat akan memberi dampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara sehat pula. Begitu pula sebaliknya, makanan yang kurang baik tentunya menjadikan anak tumbuh kurang sehat sehingga anak tidak dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara maksimal. Memilih makanan yang sehat merupakan tugas orang tua untuk mengenalkannya pada anak. Di dalam rumah mungkin kita dapat menyediakan dan memantau makanan yang dikonsumsi oleh buah hati kita tetapi di luar rumah mungkin menjadi lebih sulit bagi kita untuk memantau seberapa jauh anak-anak mampu memilih dan mengkonsumsi makanan yang sehat.


Pada umumnya anak-anak usia sekolah diberi uang saku oleh orangtuanya untuk bekal ke sekolah, sementara kalau kita lihat jajanan yang dijual di sekolah belum tentu sehat jika dikonsumsi oleh anak-anak. Ada yang menyebutkan bahwa sekitar 40% jajanan yang ada di sekolah-sekolah merupakan makanan yang tiadk sehat. Berbagai macam gorengan yang dijual biasanya dilengkapi saus cabe atau tomat dalam kemasan yang mengandung pewarna sintetis, pengawet sintetis dan penyedap rasa sintetis pula.

Disamping itu gorengan yang dibuatnya belum tentu sehat, adakalanya minyak goreng yang dipakai adalah minyak goreng yang telah dipakai berulang-ulang sampai warna minyak gorengnyapun berwarna kehitaman.

Minyak goreng yang seperti tersebut berbahaya bagi tubuh karena dimungkinkan mengandung logam-logam yang terlarut akibat proses pemanasan yang terus menerus dengan suhu yang relatif tinggi sehingga memberi peluang bagi munculnya penyakit kanker dan rusaknya organ-organ penting seperti ginjal, jantung dan organ-organ lain. Makanan siap saji dalam kemasan juga banyak dijual di lingkungan sekolah tempat anak-anak kita menuntut ilmu. Padahal makanan- makanan tersebut pun belum tentu sehat karena umumnya mengandung zat-zat aditif buatan seperti pengawet, pewarna maupun penyedap rasa.

Anak-anak seringkali menyukai makanan-makanan yang terlihat menarik dengan warna yang mencolok, rasa yang lezat dan praktis. Makanan-makanan yang menarik baik tampilan ataupun rasanya kadangkala dibuat dengan menambahkan zat-zat tertentu yang belum tentu sehat bila dikonsumsi oleh manusia. Zat-zat yang secara sengaja ditambahkan ke dalam makanan supaya terlihat menarik dan lezat biasanya dikenal dengan sebutan zat aditif. Zat aditif ada yang alami adapula yang sintetis atau buatan. Zat aditif alami tiadk berbahaya bagi tubuh karena zat tersebut diambil langsung dari alam seperti vanili, daun suji, rempah-rempah, daun pandan dan lain-lain.

Zat aditif buatan berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih, apalagi jika zat aditif buatan yang ditambahkan tidak sesuai misalnya pewarna kertas atau tekstil digunakan untuk pewarna makanan, formalin yang sebenarnya merupakan pengawet mayat tetapi digunakan pada makanan seperti tahu, bakso, ikan asing dan mie basah.

Seorang dokter ahli di bidang kanker menyatakan bahwa kasus kanker hati di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat yang disertai dengan jumlah kematian yang terus bertambah. Salah satu penyebabnya dimungkinkan karena makanan yang dikonsumsi sudah bercampur senyawa berbahaya yang dapat menjadi racun dalam tubuh dan dapat memicu munculnya penyakit berbahaya bagi pengkonsumsi.

Formalin dan senyawa lainnya yang digunakan sebagai pengawet merupakan senyawa yang memiliki sifat karsinogenetik yang antara lain dapat menimbulkan kanker terutama kanker hati. Tetapi ada kalanya formalin yang termakan dengan takaran rendah tidak menimbuklkan efek langsung sehingga konsumen tidak merasa dirugikan atau tidak menyadari bahwa makanan tersebut berbahaya bagi tubuh. Dalam takaran kecil formalin yang termakan belum menunjukkan gejala yang berbahaya tetapi selang beberapa waktu mungkin hingga tahunan zat-zat tersebut berakumulasi atau tertimbun hingga akhirnya senyawa tersebut benar-benar menyebabkan kanker terutama kanker hati.

Penggunaan zat-zat aditif buatan lebih disukai oleh produsen makanan mengingat harganya yang relatif lebih murah sehingga dapat meminimalisir biaya produksi, disamping itu makanan yang diproduksi dapat terlihat lebih menarik dengan menggunakan pewarna sintetis yang mencolok, lebih lezat dengan penambahan penyedap rasa seperti MSG dan terasa lebih manis dengan menambahkan pemanis buatan dalam jumlah yang relatif sedikit sehingga makanan yang diproduksi dapat lebih dinikmati oleh konsumen.

Melihat fenomena tersebut orangtua hendaknya memberi gambaran pada anak bagaimana memilih makanan yang sehat dan senantiasa mengontrol jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anaknya setiap hari di sekolah atau di luar rumah. Akan menjadi lebih baik jika kita sebagai orangtua memberi bekal untuk anak anak kita di sekolah bukan berupa uan saku tetapi berupa makanan yang terjamin sehat dan minuman yang kita siapkan dari rumah karena minuman yang tersedia di kantin-kantin pun belum tentu bersih dan sehat.

Orangtua memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan anak, terutama dalam menentukan makanan yang dikonsumsi anak. Makanan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga diupayakan makanan-makanan yang diolah tanpa menggunakan zat-zat aditif buatan yang berbahaya bagi tubuh. Meminimalisir penggunaan zat-zat aditif dalam pengolahan makanan  untuk keluarga merupakan langkah yang tepat dalam mencegah munculnya berbagai  macam penyakit berbahaya  yang mungkin menyerang anggota keluarga, terutama anak-anak. Disamping itu pemilihan menu seimbang 4 sehat  5  sempurna perlu diupayakan untuk senantiasa dikonsumsi oleh anak-anak sehingga anak-anak kita dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. EmoticonEmoticon