Cara Membuat Perpustakaan Anak-anak yang Mempertimbangkan Karakter Anak


Jendela Informasi - Desain interior yang berkesan menyenangkan bukan hanya bisa diaplikasikan ke ruang-ruang bermain yang digunakan anak-anak. Ruangan yang terkesan cukup serius pun bisa terlihat segar dengan desainnya yang playful. Seperti yang diterapkan pada ruang baca anak di Perpustakaan Anak anak.

Perpustajkaan memang umumnya berkesan serius karena itu adalah tempat untuk membaca buku. Peringatan dilarang berisik saja seakan sudah menjadi hal yang lumrah ada di perpustakaan. Perpustakaan pun umumnya menjadi ruang publik yang hening.

Namun, mencapai keheningan tidak berarti harus berpatokan dengan desain yang kaku. Apalagi ruang perpustakaan khusus untuk anak yang lebih menarik saat desainnya disesuaikan dengan karakter anak yang ceria dan penuh warna.

Mendesain perpustakaan anak-anak bukan sekadar menyiapkan ruangan yang luas. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan mempertimbangkan karakter anak-anak yang memiliki cara berbeda-beda untuk belajar dan bagaimana mereka bisa menyerap dengan sebanyak-banyak indra.

Ada beberapa panduan yang perlu diperhatikan yang dikumpulkan dari beberapa sumber desain. Berikut ini panduan dalam membuat perpustakaan anak-anak. 
  • Sediakan pengaman berlapis. Perpustakaan anak-anak harus terdiri atas beberapa area, misalnya area aktif dan hening, bersama-sama atau sendiri, dan lain-lain.
  • Kreasikan kemudahan. Desain perpustakaan anak harus mudah diakses anak-anak dan orangtua atau penjaganya. Hal-hal yang biasa pun bisa menjadi luar biasa bagi anak-anak seperti jendela yang diletakkan sesuai dengan tinggi anak seakan memberi tanda bahwa tempat itu memang diciptakan untuk mereka.
  • Beri ruang pencapaian. Anak-anak sangat senang dengan pencapaian yang bersifat bisa dilihat dan diketahui. Contoh kecilnya adalah area untuk mengukur tinggi badan. Anak-anak akan senang saat ke perpustakaan mendapatkan tinggi badan mereka sudah bertambah.
  • Beri tempat untuk mengungsi. Anak-anak membutuhkan tempat di mana mereka bisa berkumpul dengan temannya untuk mengistirahatkan mata, tubuh, dan pikiran. Area itu bisa hanya berupa ruang pojok dengan beberapa sofa atau ditambahkan menjadi area menyusun teka-teki (puzzle) dengan pemandangan ke luar ruangan.
  • Sediakan ruang gerak yang aktif. Meskipun perpustakaan harus hening, tetapi untuk anak-anak mereka tetap membutuhkan ruang gerak. Misalnya dengan membangun jalur berupa terowongan kecil untuk mereka bisa mencapai lorong buku tertentu.
  • Desain multiindra. Anak-anak belajar dengan berbagai indra yang dia miliki sekaligus, yaitu penglihatan, penciuman, peraba, pendengaran, dan pengecap. Kreasikan pengalaman yang bisa menyatukan itu semua sehingga anak-anak memiliki pengalaman tak terlupakan saat berada di perpustakaan. 


Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. EmoticonEmoticon