Secangkir Teh untuk Ayah - Jiwa Ibu

Secangkir Teh untuk Ayah

duduklah sebentar, ayah
biar aku buatkan secangkir teh untukmu
dengan bulir bulir keringat
yang aku tuangkan dari pori kegigihanmu

secangkir saja memang tak sanggup 
memudarkan getir yang telah kau teguk bertahun tahun
setidaknya kau pernah merasakan 
betapa manisnya keringatmu

Ambon, 2014


Jiwa Ibu

sebatang sungai, mengalir
di kedalaman jiwanya
airnya bening
alirnya hening
di situ aku menjaring mimpi

Ambon, 2014


Roymon Lemosol lahir di Lumoli, 24 Agustus 1971. Beberapa karya puisinya pernah dimuat di sejumlah surat kabar nasional dan termaktub dalam antologi puisi penyair Maluku Biarkan Katong Bakalae (2013). Kini mengabdi sebagai guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Ambon.

Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. EmoticonEmoticon