Ternyata Wanita Lebih Kuat dari Pria, Ini Buktinya!

Maman Malmsteen 20.49.00
Banyak yang beranggapan bahwa pria lebih kuat dibandingkan wanita. Anda para wanita, jangan berkecil hati dengan statement tersebut karena menurut penelitian, ternyata wanitalah yang secara fisik lebih kuat dibandingkan oleh para pria. Ada banyak alasan mengapa wanita dinyatakan lebih kuat, salah satunya adalah yang berhubungan dengan siklus menstruasi.

Seperti diketahui bahwa wanita setiap bulannya mengalami siklus menstruasi untuk menormalkan sistem reproduksinya. Dalam siklus tersebut, wanita mengeluarkan darah yang berasal dari dinding uterus yang luruh karena tidak terjadinya pembuahan. Karena itu juga siklus menstruasi menjadi pertanda hamil atau tidaknya seorang wanita. Pada siklus tersebut, wanita sudah harus menanggung banyak hal yang kurang menyenangkan seperti tidak leluasanya aktivitas, swing mood, nafsu makan menjadi tidak terkontrol dan yang paling tidak menyenangkan adalah munculnya nyeri haid atau dismenore di hari-hari pertama datangnya haid. Nyeri haid ini bisa terjadi hingga hari ketiga atau kelima pada siklus menstruasi yang berarti wanita menghadapinya setiap bulan selama kurang lebih tiga hari.

Padahal nyeri haid ini bukan hanya mengganggu namun juga menyiksa dengan rasa sakitnya. Perut terasa diremas dan diputar akibat kontraksi otot untuk merontokkan dinding uterusnya sendiri. Belum lagi bagi wanita yang juga harus bekerja, berarti ia harus bisa menahan rasa sakit yang terjadi agar bisa tetap produktif. Inilah yang membuat wanita menjadi lebih kuat dibandingkan para pria. Meski begitu, bukan tak ada cara untuk mengatasi nyeri haid di zaman yang telah maju ini. Apalagi kini telah hadir iFree yaitu pad yang bisa mengeluarkan rasa hangat Oxy Heat untuk memperlancar peredaran darah sehingga bisa menghilangkan nyeri haid.

iFree akan langsung mengeluarkan rasa hangat begitu Anda melepasnya dari kemasan. Buka tutup perekat iFree agar bisa langsung ditempelkan pada belakang baju, atau di bagian depan dan belakang celana dalam agar rasa hangat lebih terasa. iFree mampu memberikan kehangatan hingga 8 jam untuk mengusir rasa nyeri yang menyiksa para wanita setiap bulannya. Sumber artikel dari : https://ifreeindonesia.com/laki-laki-apakah-kalian-tahu-bagaimana-rasanya-ketika-kram-haid/.


Karinding, Salah Satu Jenis Harpa Mulut Tertua di Dunia

Maman Malmsteen 19.43.00
Jendela Informasi - Karinding menjadi salah satu jenis harpa mulut yang merupakan alat musik tertua di dunia. Ada 1.169 nama harpa mulut yang tercatat. Sebelas diantaranya berasal dari Indonesia. Di Indonesia ada 80 nama harpa mulut. Namun, Eropa tidak punya budaya yang bisa memaknai kehadiran harpa mulut di negara mereka.

Meskipun berdimensi mungil, alat musik bambu itu memikul sejarah yang setara dengan keberadaan alam dan manusia, terutama di tanah Sunda. Karinding juga sempat menjadi alat penuntun kehidupan manusia, mulai dari cara merawat alam, cara menghidupi diri dari proses produksi, hingga mengingatkan jiwa pada Sang Pencipta.

Struktur karinding berkaitan dengan tata cara memperlakukan alam semesta dengan bagian-bagiannya yang menjadi representasi gunung dan air. Karinding terbagi menjadi tiga bagian yakni pancepengan, cecet ucing atau ekor kucing yang berisi jarumnya, serta bagian ujung yang disebut paneunggeul (pemukul).

Bagian pertama adalah pancepengan. Biasanya bagian ini dibentuk simbol atau ukiran. Pancepengan merupakan bagian karinding yang harus dipegang pemain karinding dengan mantap.

Filosofi yang terkandung pada bagian ini dikaitkan dengan "keyakinan". Dalam Sunda, agama bisa berarti apa pun, yang penting bermuatan kebaikan. Yang diatur adalah tata cara dalam melaksanakan dan memegang agama tersebut. Pegangan yang menutup bagian karinding menyiratkan keyakinan yang tidak perlu ditonjolkan. Jika pegangan dilepas maka keyakinan akan jatuh; sekaligus mengajarkan untuk tidak gemar mempertontonkan keyakinan. Sejatinya, apa yang diyakini menjadi hubungan khusus antara manusia dan Tuhannya.

Bagian selanjutnya adalah jarum tempat keluarnya nada yang disebut cecet ucing atau ekor kucing. Dari pembatas jarumnya, buluh bambu karinding yang dibentuk tipis akan bergetar dan menghasilkan bunyi. Sementara bagian ujung lain disebut paneunggeul atau pemukul. Dalam satu permainan karinding, ketiga bagian itu mengajarkan sang pemain untuk yakin, sadar, dan sabar. Karinding menjadi media meluapkan rasa dan mengendalikan emosi. Gerak napas turut mengeluarkan aura negatif yang berlebihan.

Jika dilakukan dengan cara meditatif dan repetitif akan muncul rangsangan getar dari hidung, membuka limbik otak belakang, untuk kemudian merilis sensasi kesenangan dan kebahagiaan. Ketiga bagian karinding juga menggambarkan tiga sistem geopolitik gunung: leweung larangan, leuweung tutupan, dan leuweung baladahan.

Masing-masing leuweung harus diperlakukan berbeda. Leuweung larangan diwakili pada bagian pancepengan yang dinilai sakral dan tidak boleh sembarangan dimasuki. Toleransi akses manusia berada di leuweung baladahan (bagian paneunggeul), yang biasanya menjadi area produksi. Wilayah larangan menjadi area suci, harus dijaga lestari, dengan memberlakukan hukum pamali. Sementara leuweung baladahan menjadi hutan produksi yang dijadikan lahan nafkah manusia.

Mengenali karinding berarti belajar tata cara mengelola kesemestaan, alam, dan lingkungan hidup. Bencana yang terjadi di Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, beberapa waktu silam menjadi bukti hutan larangan yang dijamah, dan tak lagi diperlakukan suci.

Karinding menjadi pegangan untuk memandu kehidupan anak manusia turun temurun. Bukti gerakan merawat adat masih terjaga di 48 pangauban di Jawa Barat, yang murni bergerak untuk menerapkan sistem geopolitik gunung dengan dasar kesundaan itu.

Mereka menjadi pengawal dalam menyampaikan ajaran pengelolaan lingkungan hidup, kemanusiaan, dan ketuhanan untuk tatanan masyarakat yang lebih luas. Di wilayah perkotaan, pola pendekatan karinding dilakukan melalui kelompok musik. Bandung telah mengenal Karinding Attack dengan personel Kimung, Man, Aid Ameng, Jawis, Hendra, Papay, Jimbot, dan lainnya. Di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, telah muncul 100 lebih band karinding. Karinding mampu melebur dengan berbagai jenis musik.

Pergerakan penyebaran karinding mulai terpola dan terstruktur. Kelas yang dibentuk di ruang kreasi seperti Commonroom tidak melulu hanya mengolah teknik permainan karinding. Mereka mulai membangun record, website, merchandise, hingga artwork. Pegiat karinding juga diberi pelatihan sebagai kru pertunjukan, sound engineering, dan menggelar event tahunan.

Ada juga kelas public speaking, kewirausahaan, hingga pengarsipan dan dokumentasi. Kimung juga menyiapkan proyek Jon Pasisian. Ia akan menyinggahi sejumlah komunitas karinding yang tertidur dengan konsep bermain karinding di halaman.

Kimung menganggap, perjalanan panjang melalui Karinding Attack, buku Sejarah Karinding Priangan, hingga proyek Jon Pasisian hanya upaya kecil untuk menguak nilai karinding yang besar. Kimung berjanji akan terus membaktikan dirinya untuk karinding hingga akhir hayat. Ia sudah mendapatkan filosofi terbaik di karinding. Ia ingin membangun keyakinan, kalau filosofi karinding ini diterapkan secara benar, maka Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar. [Muh. Fikry Mauludy/08092019]

Deteksi Dini Kelainan Perkembangan Balita

Maman Malmsteen 09.16.00
"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)-nya."
(Q.S. An-Nisa : 9)

Sebagian orangtua sering mengkhawatirkan perkembangan buah hatinya. Apakah pekembangan putra/putrinya tersebut normal, mengalami keterlambatan, atau bahkan mengalami kelainan dalam perkembangannya? Harapan setiap orangtua adalah anaknya dapat tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus sebagaimana yang diharapkan.

Ada sebagian orangtua mengeluhkan anaknya mengalami keterlambatan dalam perkembangan terutama keterlambatan motorik semisal belum bisa mengangkat kepala, berguling, duduk, berdiri, atau berjalan, padahal anak lain sebayanya telah dapat melakukan hal tersebut. Hal itu biasanya mendorong Orangtua untuk membawa anaknya ke dokter. Biasanya mereka akan dibawa ke klinik anak atau ke klinik tumbuh kembang. Biasanya, selain dilakukan wawancara yang komprehensif dengan orangtua yang meliputi riwayat kehamilan dan persalinan, di klinik anak juga diperiksa secara naik dan dilakukan tes perkembangan. Jenis tes perkembangan yang akan dilakukan oleh dokter biasanya mempertimbangkan aspek-aspek di antaranya: usia anak, keluhan utama, kemampuan dokter, dan ketersediaan alat tes yang tersedia. Tes perkembangan yang sering dilakukan meliputi Denver II, BINS, Munchen, Griffith, dan sebagainya. Selanjutnya, dokter yang memeriksa akan menyampaikan hasilnya kepada orangtua tentang kondisi, sekaligus memberikan saran tentang penatalaksanaan selanjutnya.

Bila dari basil serangkaian pemeriksaan tersebut ternyata sang anak mengalami kelainan/keterlambatan pada aspek perkembangannya, akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium ataupun pemeriksaan penunjang lain yang dapat membantu menegakkan diagnosis. Namun, ada sebagian anak dengan kelainan perkembangan yang tidak memerlukan pemeriksaan penunjang. Selanjutnya, anak dianjurkan untuk terapi sesuai dengan kebutuhannya, antara lain:

1. Fisioterapi: terapi yang dilakukan untuk menangani masalah keterlambatan, gangguan dan kelainan pada alat dan fungsi gerak fungsional individu. Latihan yang dilakukan biasanya bertujuan untuk meningkatan keterampilan motorik kasar dan motorik halus, mengoreksi postur yang abnormal, koordinasi gerak yang buruk, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, mengurangi tubuh kaku dan kejang otot serta penguatan dan daya tahannya.

2. Terapi wicara: terapi yang dilakukan untuk menambah kecakapan bicara serta mengerti dan mengungkapkan bahasa, disamping bahasa yang sifatnya verbal, terapi wicara juga mencakup bentuk bahasa nonverbal. Untuk mengoptirnalkan terapi wicara biasanya yang pertama dilakukan adalah optimalisasi koordinasi mulut agar mampu menghasilkan suara untuk membentuk kata-kata. Olah mulut ini juga penting agar anak mampu membuat kalimat, termasuk kemampuan dalam artikulasi, kelancaran, dan pengaturan volume suara.

3. Terapi Okupasi: terapi untuk meningkatkan kemampuan fungsi individu seperti pemahaman, atensi, konsentrasi, kemampuan koordinasi visuomotor, activity daily taring, dsb. Pada anak biasanya terapi okupasi dikemas dalam bentuk permainan memanjat, meloncat, ayunan, menyusun balok puzzle, meronce, mewarnai, dan lain-lain. 

Dengan mengenal milestone perkembangan anak yang normal, diharapkan orangtua dapat mengenal secara dini adanya gangguan perkembangan anak. Dengan begitu, jika didapatkan adanya keterlambatan/penyimpangan perkembangan anak, dapat dilakukan intervensi secara dini agar memberikan hasil yang lebih baik.