Curug Sindulang (Curug Cinulang) Nu Di Pika Melang

Nama asli curug (air terjun) ini sebenarnya Sindulang yang diambil dari nama kampung tempat air terjun ini berada, Kampung Sindulang. Mulai tahun 1970-an masyarakat setempat menyebutnya Curug Cindulang karena curug setinggi 70 meter itu terbagi ke dalam dua wilayah yaitu Kampung Cicadas di Kabupaten Bandung dan Kampung Sindulang di Kabupaten Sumedang. Jadilah Cindulang, gabungan dari Cicadas dan Sindulang. Tetapi banyak masyarakat, terutama orang Sunda yang melafalkan Cindulang tak persis dengan tulisannya sehingga terdengar "Cinulang". Apalagi Darso, penyanyi Sunda, pernah menyanyikan lagu berjudul Curug Cinulang dan lagunya menjadi populer. Maka curug ini pun lebih tersohor dengan sebutan Curug Cinulang.

Meski Curug Sindulang tak setenar dan semegah Air Terjun Niagara, tetapi keduanya mempunyai sedikit kesamaan. Air Terjun Niagara membelah dua wilayah dan dapat dinikmati di Amerika juga Kanada. Begitu juga Curug Sindulang yang membelah dua wilayah kabupaten dengan sungai sebagai batas wilayahnya. Ada tiga air terjun di kawasan wisata Curug Sindulang. Dua curug berdiri berdampingan yang sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Sumedang. Sedangkan curug yang ketiga posisinya berseberangan dengan dua curug tadi dan sepenuhnya berada di wilayah Kabupaten Bandung. Ketiga curug ini tingginya hampir 70 meter dan debit airnya nyaris tak pernah surut.

Jika masuk dari gerbang di wilayah Kabupaten Bandung, maka pemandangan yang akan langsung terlihat adalah dua curug yang sumber airnya berasal dari Gunung Cimulu. Pengunjung biasanya menikmati dua curug itu dari jembatan yang terletak beberapa meter saja dari pintu masuk. Sedangkan jika datang dari wilayah Kabupaten Sumedang, maka yang akan terlihat adalah satu curug yang cukup lebar dan airnya selalu jernih. Bebatuan tebing yang berundak membuat airnya tak langsung jatuh sungai dan membuat curugnya terlihat lebih indah. Kalau ingin menikmati tiga curug sekaligus, tersedia tangga untuk turun ke dasar curug. Tetapi pengunjung harus rela basah karena air dari curug yang menghantam bebatuan dan sungai ciptaannya melesat cukup jauh.

Meski Curug Sindulang baru diresmikan menjadi tempat wisata pada akhir tahun 1990-an, tetapi pembangunan di sana sudah dilakukan sejak tahun 1960-an. Misalnya saja, jembatan tempat pengunjung menikmati dua curug yang dibangun tahun 1965 dan beberapa kali sudah dipugar. Lalu tangga, mushala, dan kamar mandi dibangun tahun 1992. Fasilitasnya terbilang cukup lengkap, meski tak terlalu istimewa.

Kebanyakan pengunjung datang dari pintu masuk di wilayah Kabupaten Bandung karena aksesnya relatif lebih murah. Tak terlalu sulit untuk menuju Curug Sindulang. Dari Rancaekek, tepatnya perempatan Cikopo, tinggal menelusuri jalan sempit beraspal sejauh 9 km dengan kondisi menanjak dan berkelok-kelok.

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment