Buah Naga Putih Turunkan Kadar Gula Darah

Di balik rasanya yang lezat, buah naga putih memiliki sejuta khasiat untuk kesehatan. Jika dimakan secara rutin, maka buah naga putih bisa menurunkan kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes. Kandungan serat dan antioksidan dalam buah naga putih dapat mengurangi kadar glukosa darah puncak setelah makan. 

Buah naga putih dikenal luas memiliki khasiat untuk kesehatan karena mengandung zat antioksidan. Buah yang bibitnya berasal dari Meksiko ini memiliki tekstur yang sama dengan buah naga merah. Kulit luarnya merah dan bersisik, yang terkadang dipadu dengan warna hijau sebagai gradasi warna pada kulitnya. Disebut buah naga putih karena daging buahnya berwama putih.

Buah naga putih memiliki rasa yang asam, karena banyak mengandung vitamin C. Selain vitamin C (Ascorbic acid), buah naga putih juga mengandung protein, karbohidrat, serat, vitamin B1 (Thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), kalsium, zat besi, fosfor dan air.

Berbeda dengan buah naga merah, yang mengandung antioksidan lebih banyak yaitu lycopene, flavonoid dan phytoalbumins. Sementara buah naga kuning yang rasanya lebih manis mengandung sukrosa dan fruktosa buah yang lebih tinggi dari buah naga putih, serta ukurannya lebih kecil.

Buah naga putih bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah yang tinggi serta menurunkan kadar gula darah yang tinggi. Pasalnya, buah naga putih kaya serat dan vitamin. Mekanisme serat dalam buah naga putih memainkan peran penting dalam menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes. Ketika serat larut menyerap air, maka membentuk cairan kental dalam saluran pencernaan yang memperlambat penyerapan nutrisi. Hal tersebut akan mengurangi kadar glukosa darah puncak setelah makan.

Selain itu, makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, berperan dalam menghasilkan perasaan kenyang. Dengan meningkatkan rasa kenyang dan memperpanjang waktu makan maka membantu mengontrol dan mengurangi kadar gula darah. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah naga juga membantu menstabilkan gula darah. Penderita diabetes sering mengalami gangguan metabolisme lipid yang akhirnya menghasilkan profil lipid yang abnormal.

Untuk membantu menurunkan kadar gula darah, sebaiknya buah naga putih dimakan segar (buah potong segar) secara rutin setiap hari. Pasalnya, penurunan kadar gula darah tidak bisa terjadi jika hanya sekali makan. Untuk penderita diabetes, tidak dianjurkan minum buah naga putih yang diolah menjadi jus karena akan meningkatkan indeks glikemik dari buah naga putih tersebut.

Sebagai contoh buah naga putih dimakan rutin selama tiga minggu berturut-turut. Namun tetap disertai dengan pengecekan kadar gula darah dan kolesterol untuk membandingkan hasilnya sebelum dan sesudah terapi. Tidak ada efek samping dari makan buah naga. Namun, untuk buah naga merah dan naga kuning karena rasanya manis sebaiknya konsumsinya dibatasi oleh para penderita diabetes. Penderita diabetes tidak dianjurkan terlalu banyak makan buah-buahan yang manis.

Di samping dapat menurunkan kadar gula darah, kandungan serat dan antioksidan dalam buah naga putih juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Serat makanan, terutama jenis larut, mampu menjebak kolesterol dan asam empedu di usus kecil. Matriks gel yang dibentuk oleh serat larut yang akhirnya diekskresikan dalam feses dalam menjerat beberapa asam empedu yang dikeluarkan dari kantung empedu. Hati kemudian harus menggunakan kolesterol dari darah untuk menyintesis asam empedu baru yang dapat mengakibatkan menurunkan kadar kolesterol darah.

Penyakit diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Penyebabnya adalah adanya gangguan sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Tubuh penderita diabetes tidak bisa memproduksi atau merespons hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas sehingga kadar gula darah meningkat. Hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek ataupun jangka panjang.

Pada penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol, akan terjadi peningkatan kadar glukosa (gula) darah yang disebut hiperglikemia. Hiperglikemia yang berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh, terutama pada saraf dan pembuluh darah. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah penderita DM.

Banyak orang yang tidak menyadari jika dirinya mengidap DM. Keluhan klasik DM berupa banyak berkemih (poliuria), rasa haus berlebih sehingga banyak minum (polidipsia), dan banyak makan karena merasa lapar terus-menerus (polifagia). Ciri lainnya adalah penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan tambahan seseorang terkena diabetes adalah lemas, mudah lelah, kesemutan, gatal, penglihatan kabur, penyembuhan luka yang buruk, disfungsi ereksi pada pria dan gatal pada kelamin pada wanita.

Selain itu, untuk memastikan seseorang terkena DM atau tidak dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dari pembuluh darah vena. Sementara untuk mengontrol hasil terapi dilakukan dengan memeriksa kadar glukosa darah kapiler dengan glukometer. Seseorang akan didiagnosis menderita DM jika mengalami gejala klasik dan kadar gula glukosa plasma sewaktu >200 mg/dL, kadar glukosa plasma puasa >126 mg/dL, kadar glukosa plasma dua jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) >200 mg/dL, serta pemeriksaan HbA1 C > 6.5%. 

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment