IBX59ED8B2FED208 Mengenal Katarak, Penyebab, Gejala Dan Penanganannya - Jendela Informasi

Mengenal Katarak, Penyebab, Gejala Dan Penanganannya

Katarak adalah suatu kondisi pada yang mengalami pengeruhan pada lensanya. Istilah ini berasal dari bahasa latin cataracta, yang berarti air terjun. Air yang mengalir cepat tampak berwarna putih, dan hal ini digunakan untuk menggambarkan warna lensa pada penderita katarak stadium lanjut. Katarak dapat terjadi pada semua kelompok umur, tetapi paling sering pada usia di atas 40 tahun.

Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan katarak. Penyebab tersering adalah karena proses penuaan. Penyebab lainnya adalah penggunaan obat jangka lama, cedera mata, bawaan lahir, penyakit mata, atau penyakit sistemik. Katarak yang disebabkan oleh penuaan tidak dapat dicegah, sedangkan yang disebabkan oleh penggunaan obat jangka lama, cedera mata, penyakit mata atau penyakit sistemik dapat dicegah dengan mengontrol faktor penyebab tersebut. Contoh dari pencegahan tersebut misalnya pekerja yang matanya berisiko terkena pentalan benda hams menggunakan kacamata pelindung, atau penderita diabetes mellitus yang selalu mengontrol kadar gula darahnya diambang normal.

Gejala pada penderita katarak adalah penglihatan buram berangsur-angsur seperti tertutup asap. Pada awalnya penderita lebih menyukai tempat yang teduh. Keluhan lain yang dapat dirasakan adalah perubahan pada persepsi warna, kesulitan saat membaca, ukuran kacamata yang berubah-ubah, penglihatan ganda serta silau. Pada keadaan lanjut seluruh lensa menjadi keruh, penglihatan akan menjadi sangat terganggu bahkan penderita hanya dapat membedakan terang dan gelap.

Pada orang dengan gejala-gejala di atas perlu dilakukan pemeriksaan lengkap oleh dokter mata untuk menentukan apakah gangguan penglihatan yang terjadi disebabkan oleh katarak atau oleh sebab lainnya. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara umum, pemeriksaan tajam penglihatan, pemeriksaan mata secara menyeluruh, dan menilai kekeruhan lensa serta kondisi saraf mata.

Sampai dengan saat ini, belum ada obat-obatan yang terbukti efektif untuk mengurangi kekeruhan pada lensa mata. Untuk tata laksana katarak, tergantung dari seberapa berat kondisi katarak. Pada katarak yang masih dini dengan kekeruhan lensa masih tipis, penglihatan penderita mungkin masih dapat membaik dengan penggunaan kacamata. Apabila kekeruhan lensa bertambah, kacamata umumnya tidak dapat membantu.

Atas dasar gejala yang dirasakan dan dari pemeriksaan yang didapat, dokter mata bersama dengan penderita akan memutuskan kapan tindakan bedah akan dilakukan. Jika katarak telah mengganggu aktivitas sehari-hari, atau katarak menimbulkan penyakit mata lainnya seperti glaukoma (tekanan tinggi bola mata) atau peradangan mata, maka perlu dilakukan operasi katarak.

Operasi katarak bertujuan menggeluarkan lensa mata yang keruh dan diganti dengan lensa tanam buatan yang dimasukkan ke dalam mata. Operasi katarak dilakukan dengan menggunakan mikroskop dan alat bedah mikro. Jenis pembiusan pada umumnya bius lokal, kecuali pada penderita yang tidak kooperatif (anak kecil, gangguan jiwa, tuli) dilakukan dalam bius total. Lama operasi sekitar 30 menit.

Setelah operasi katarak aktivitas ringan dapat dilakukan seperti biasa. Beberapa anjuran serta larangan setelah operasi terutama obat-obatan harus digunakan sesuai aturan, mata tidak boleh digosok-gosok, dan kontrol sesuai dengan jadwal. Pemulihan sesudah operasi berkisar dalam dua sampai empat minggu.

Katarak tidak akan kambuh kembali sesudah dioperasi. Pada sebagian kecil penderita dapat terjadi kekeruhan pada kantung lensa, yang memang ditinggalkan saat operasi untuk meletakkan lensa tanam buatan. Gejala yang dirasakan oleh penderita adalah penglihatan menjadi buram seperti berkabut, persis seperti gejala awal katarak. Kondisi ini dapat ditangani tanpa harus melakukan tindakan operasi, yaitu dengan membuat lubang pada kantung lensa yang keruh menggunakan laser.

0 Response to "Mengenal Katarak, Penyebab, Gejala Dan Penanganannya"

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih.