4 Faktor Risiko Kanker Prostat Yang Harus Diketahui Kaum Lelaki

4 Faktor Risiko Kanker Prostat Yang Harus Diketahui Kaum Lelaki -  Prostat adalah suatu kelenjar yang terletak di bawah kandung kemih dan melingkari uretra. Kelenjar prostat hanya terdapat pada pria. Salah satu fungsi kelenjar prostat adalah menghasilkan air mani. Untuk mengeluarkan air mani pada saat ejakulasi, pada kelenjar prostat terdapat banyak otot polos.

Volume prostat normal pada usia dewasa muda berkisar 15-25 mililiter. Volume prostat ini bertambah besar seiring dengan bertambahnya usia. Secara medis keadaan ini disebut dengan pembesaran prostat jinak.

Seperti organ-organ tubuh manusia lainnya, berbagai macam penyakit dapat timbul pada kelenjar prostat. Contoh penyakit yang sering timbul di kelenjar prostat adalah infeksi, penyakit autoimmun, trauma, inflamasi, dan penyakit yang paling ditakuti adalah kanker prostat.


Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang sering terjadi pada pria. Di Indonesia, kanker prostat menduduki peringkat ke-3 di bawah kanker paru dan kanker usus besar. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang pria terkena kanker prostat atau terkena kanker prostat yang agresif. Sayangnya, sebagian besar faktor risiko ini tidak dapat diubah atau dicegah.

Berikut ini 4 faktor risiko kanker prostat yang harus diketahui, diantaranya:

Usia
Dengan bertambahnya umur seorang pria, semakin tinggi risiko pria tersebut menderita kanker prostat. Kanker prostat didapatkan pada 1 dari 10.000 pria yang berusia di bawah 40 tahun. Angka kejadian ini meningkat pada rentang usia 40 tahun-59 tahun menjadi 1 dari 38 pria dan 1 dari 14 pria pada rentang usia 60 tahun-69 tahun.

Riwayat keluarga/genetika
Seorang pria dengan ayah, kakak, atau adik yang menderita kanker prostat mempunyai risiko terkena kanker prostat dua kali lebih besar dibandingkan dengan pria yang tidak mempunyai riwayat keluarga yang menderita kanker prostat. Risiko ini makin meningkat bila keluarga yang terkena menderita kanker prostat pada usia yang muda (di bawah 55 tahun). Demikian pula bila tiga atau lebih anggota keluarga menderita kanker prostat.

Ras
Ras Asia memiliki risiko terkena kanker prostat lebih ren-dah dibandingkan dengan ras lain. Ras Afrika yangtinggal di Amerika Serikat memiliki risiko paling tinggi dibandingkan dengan ras-ras lain.

Indeks massa tubuh
Pria dengan obesitas mempunyai risiko terkena kanker prostat yang lebih ganas dibandingkan dengan pria dengan indeks masssa tubuh yang ideal. Hal yang sama berlaku untuk pria perokok. Pria yang merokok mempunyai risiko terkena kanker prostat yang lebih ganas dibandingkan dengan pria yang tidak merokok.

Beberapa faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker prostat yang lebih ganas adalah kurangnya olah raga, pekerjaan yang banyak duduk, dan kurangnya makan sayuran serta buah-buahan.

Sayangnya, sebagian besar kanker prostat pada stadium dini tidak menimbulkan gejala. Bila kanker prostat mempunyai gejala, gejala yang dapat timbul dapat berupa gangguan berkemih, darah pada air kencing, rasa tidak nyaman di daerah panggul, dan nyeri pada tulang.

Untuk mendeteksi kanker prostat sedini mungkin, pemeriksaan yang terbaik dilakukan adalah pemeriksaan colok dubur untuk meraba dan menilai prostat dan pemeriksaan dini ditemykan, semakin besar kemungkinannya untuk bebas dari tumor.

Saat ini, berbagai macam tindakan dapat diambil untuk penanganan kanker prostat. Penatalaksanaan kanker prostat dipilih berdasarkan stadium kanker prostat yang ditemukan. Pengawasan yang ketat merupakan salah satu pilihan pada kanker prostat stadium yang rendah. Bila stadium kanker prostat sudah mulai tinggi, terapi hormon ataupun kemoterapi merupakan pilihan penatalaksanaan kanker prostat. Oleh karena itu. deteksi dini sangatlah penting dalam menangani penyakit kanker prostat
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment