Benteng Van Der Wijck, Wisata Sejarah Peninggalan Masa Lalu Di Kebumen

Siapa sangka Kebumen menyimpan peninggalan sejarah yang hingga kini masih tegak berdiri. Sebuah benteng menjadi saksi bisu masa penjajahan dan perjuangan untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Terletak di Kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Benteng Van Der Wijck ini begitu istimewa, berbeda dengan bangunan benteng lain.

Benteng peninggalan Belanda itu diperkirakan dibangun pada 1827 oleh arsitek Muslim. Soalnya, bentuknya segi delapan, mirip Masjidilharam. Jika dilihat dengan kompas Islam, pintu benteng tepat menghadap ke arah kiblat.

Benteng pertahanan Hindia-Belanda itu sekitar 300 meter dari Jalan Raya Kebumen-Yogyakarta. Jika pelancong dari arah Jakarta atau Bandung melewati jalur selatan, tak sulit menemukan lokasinya. Sesampainya di Pasar Gombong setelah perempatan Sangkal Putung kira-kira 500 meter, ada belokan ke kiri dan lurus saja sampai menemui gerbang masuk benteng kira-kira 300 meter dari belokan. Benteng berada di sebelah kanan.

Nama Van Der Wijck berasal dari nama komandan pada saat itu yang kariernya cukup cemerlang dalam membungkam perlawanan rakyat Aceh. Pada awal didirikan, benteng itu diberi nama Fort Cochius (Benteng Cochius), nama salah seorang Jenderal Belanda Frans David Cochius (1787-1876) yang pernah ditugaskan di daerah Bagelen (salah wilayah Karesidenan Kedu).


Dengan luas mencapai 3.606 meter persegi dan tinggi 9,67 m, warna merah yang mendominasi menjadikan benteng itu tampak mencolok dibandingkan dengan bangunan-bangunan kuno di sekelilingnya. Benteng itu memiliki 16 barak dengan ukuran 7,5 x 11 m2. Kompleks bangunan di sekitar Benteng Van der Wicjk adalah barak militer yang awalnya digunakan untuk meredam kekuatan pasukan Pangeran Diponegoro.

Selain sebagai markas pertahanan Belanda, benteng itu digunakan Belanda untuk pendidikan militer. Mantan Presiden Soeharto, saat masuk KNIL atau het Koninklijke Nederlands Indische Leger, juga dilatih di situ. Pada zaman penjajahan Jepang, kompleks benteng itu menjadi tempat pelatihan prajurit PETA. Kini, kompleks benteng itu menjadi Sekolah Calon Tamtama dan barak militer TNI AD.

Bukan lagi sekadar benteng tua, pengelola juga melengkapi objek wisata ini dengan taman bermain seperti kincir putar, perahu angsa, mobil-mobilan, dan kolam renang sehingga wisata sejarah tidak terlalu membosankan bagi anak-anak. Ada juga hotel di dekatnya dan pergelaran musik.

Ada patung dinosaurus raksasa yang pastinya membuat anak-anak menjadi senang dan gembira. Tak ketinggalan, warung-warung makan menambah semarak sekitar Benteng Van der Wijck.

Pengelola menyediakan kereta mini yang mengangkut pengunjung dari pintu gerbang utama menuju benteng yang jaraknya agak jauh. Yang unik adalah kereta mini persis di atas benteng. Dengan kereta ini, pengunjung bisa mengelilingi benteng dan menikmati pemandangan dari atas benteng. Pengunjung bisa menyaksikan prajurit TNI yang tengah berlatih di lapangan tak jauh dari kompleks benteng.

Cukup membayar tiket Rp 5.000 per orang, pengunjung bisa menaiki kereta mini kira-kira 15 menit. Sensasi menaiki kereta di atas benteng hanya bisa Anda dapatkan di sini. Anda bisa juga membeli tiket komplet memasuki benteng dan naik kereta serta bebas foto-foto mengabadikan tur wisata di benteng ini dengan tiket masuk paket Rp 25.000 per orang.

Pengunjung juga bisa melihat-lihat ruangan dalam benteng. Ruangan-ruangan itu dulunya berfungsi sebngai barak militer, pos jaga, dan kantor. Ada pula ruangan khusus berisi foto-foto benteng zaman dulu, sebelum dipugar dan sesudah dipugar.

Benteng tersebut kian terkenal setelah beberapa film menggunakan lokasi Benteng Van Der Wicjk. Salah satunya film "The Raid 2". Beberapa band juga menjadikannya latar video klip, termasuk band papan atas, Slank.

Ingin melihat keangkuhan dan kekokohan benteng yang berusia ratusnn tahun? Datang saja ke Benteng Van Der Wijck.

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment