Cara Mengatasi Pneumonia Pada Anak

Cara Mengatasi Pneumonia Pada Anak - Anak-anak usia dini sangat rentan terkena pneumonia atau radang paru. Pneumonia disebabkan oleh bakteri dan virus ini harus segera diatasi. Jika tidak ditangani segera maka infeksi akan menyebar dan menyerang organ paru-paru. Akibatnya dapat menimbulkan gejaia serius, bahkan kematian. Namun, biia diatasi maka pneumonia pada anak bisa disembuhkan dan tidak mengganggu tumbuh kembang anak. Bagaimana gejala pneumonia pada anak dan bagaimana cara mengatasinya?

Orangtua harus concern terhadap kesehatan anak dan jangan sampai anak terkena penyakit berbahaya. Salah satunya adalah pneumonia Anak-anak balita atau usia dini rentan mengalami penyakit pneumonia. Pneumonia adalah penyakit radang atau infeksi di jaringan paru-paru. Penderita pneumonia mengalami kerusakan pada jaringan paru-parunya sehingga tidak bisa memasok oksigen ke seluruh tubuh. 

Jenis-jenis Dan Gejala Pneumonia Pada Anak
Gejala pneumonia di antaranya demam, menggigil, batuk, suara serak, napas yang tidak teratur atau sesak napas. Terdengar bunyi dengkuran ketika bernapas serta napas yang berat hingga menyebabkan tulang rusuk berkontraksi. Gejala lainnya muntah, sakit di bagian leher, sakit perut, dan penurunan kemampuan tubuh untuk beraktivitas. Penderita umumnya kehilangan nafsu makan, dehidrasi, serta pada anak bisa menyebabkan bibir dan kuku berwarna keabu-abuan.

Ada tiga jenis pneumonia berdasarkan penyebab, di antaranya adalah bakteri, infeksi virus atau jamur, serta lingkungan. Berikut penjelasannya:

1. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Kondisi kritis yang menyerang sistem pernapasan disebabkan oleh beberapa kelompok bakteri, yang termasuk kelompok Streptococcus, Staphylococcus, dan Mycoplasma. Gejala yang sering muncul pada pneumonia akibat bakteri muncul secara cepat, seperti demam tinggi mendadak, batuk, sesak napas, muntah dan diare. Balita yang menderita pneumonia jenis ini bisa menampakkan tanda seperti tidak nafsu makan, lemas, denyut nadi cepat, serta pada kondisi tertentu mulut dan kuku tampak kebiruan. Penyebaran melalui bakteri disebabkan oleh kekebalan tubuh anak.

2. Pneumonia yang disebabkan oleh virus. Pneumonia yang disebabkan oleh virus gejalanya muncul lebih perlahan dan tidak begitu menyakitkan dibandingkan dengan pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Pneumonia yang disebabkan oleh virus biasanya menyebabkan dengkuran ketika bernafas. Gejala pneumonia pada balita yang disebabkan oleh virus di awal nampak seperti gejaia salesma atau flu. Kemudian perlahan-lahan berubah menjadi lebih parah dan disertai dengan demam tinggi dengan suhu di atas 38,5 derajat Celcius. Gejalanya antara lain kesulitan bernapas, batuk, lemas, muntah dan diare. Virus yang biasa menyebabkan kondisi ini di antaranya adalah kelompok Respiratory Syncytial Virus (RSV), influenza virus, parainfluenza virus, adenovirus dan rhonovirus. Biasanya anak yang terserang penyakit ini adalah anak-anak yang memiliki gizi buruk, daya tahan imunnya menurun, serta anak yang tinggal di kondisi lingkungan yang buruk.

3. Pneumonia yang disebabkan oleh lingkungan. Selain polusi udara dan asap rokok, lingkungan rumah yang tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab penularan pneumonia pada bayi atau balita. Udara yang tidak sehat mengandung bakteri, virus, jamur atau parasit sebagai pemicu timbulnya pneumonia Pemukiman yang padat, ventilasi udara pada rumah yang kurang, serta cara hidup yang tidak baik mengakibatkan balita rentan
terkena penyakit.

Segera Diatasi
Sebaiknya jangan sepelekan gejala batuk dan pilek yang berkepanjangan. Pneumonia pada anak dapat dideteksi melalui cek laboratorium dan rontgen rongga dada. Dengan pendeteksian tersebut dapat diketahui lokasi infeksi penyebab pneumonia. Deteksi tersebut membutuhkan biaya tidak murah dan teknologi canggih, sehingga sering kali diagnosis dilakukan melalui gejala yang muncul.

Pneumonia yang termasuk ke dalam golongan infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan, memerlukan tindakan medis serius. Jika tidak ditangani segera, maka infeksi tersebut akan menyebar dan menyerang organ paru-paru, sehingga menimbulkan gejaia yang serius, bahkan kematian.

Penyakit pneumonia merupakan pembunuh terganas bagi anak di bawah usia 5 tahun. Kematian anak balita akibat pneumonia lebih banyak dibandingkan penyakit lain seperti malaria, AIDS dan campak. Namun, sering kali orangtua menyepelekan tanda awal dari pneumonia seperti gejaia flu biasa.

Mengatasi pneumonia yang disebabkan bakteri adalah dengan pemberian obat jenis antibiotik sesuai dengan jenis bakteri penyebabnya. Untuk meringankan gejala yang menyertai problem pernapasan akut ini, dokter biasanya merekomendasikan terapi menggunakan alat cool mist humidifier, yaitu memberikan uap yang telah dicampur obat-obatan tertentu untuk dihisap si kecil. Obat antibiotik tidak bisa diberikan pada jenis penyakit ini.

Penanganan terbaik untuk kondisi ini adalah membiarkan anak istirahat total sambil memberikan cukup asupan nutrisi dan cairan. Biasanya dokter memberikan obat-obatan yang dapat menurunkan gejala penyakitnya. Pneumonia yang disebabkan oleh virus relatif lebih ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya saat kekebalan tubuh anak kembali normal. Melalui penanganan tepat, pneumonia akibat bakteri dapat sembuh selama 1-2 minggu. Sementara pneumonia karena virus, masa penyembuhan 4-6 minggu hingga benar-benar sembuh.

Cara Mencegah Pneumonia Pada Anak
Untuk mencegah penyakit pneumonia sebaiknya balita diberikan imunisasi atau vaksin khusus. Vaksin diberikan pada saat anak mulai usia 2 bulan, seperti Pneumokokus (PCV). Risiko pneumonia tinggi pada bayi prematur, karena itu bayi prematur perlu diberikan treatment secara berkala untuk mencegah infeksi virus RSV.

Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah pneumonia pada anak-anak yang bersinggungan dengan penderita pneumonia. Saat ini beberapa obat antivirus untuk mencegah infeksi virus penyebab pneumonia atau untuk meringankan gejala pneumonia telah tersedia.

Selain itu, pastikan lingkungan selalu bersih, serta biasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain di luar atau setelah bermain dengan hewan peliharaan. Hal lainnya hindari si kecil dari asap rokok. Berikan anak asupan makan yang sehat dan menyehatkan agar dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari serangan patogen. ASI eksklusif dan suplai zat besi yang cukup dapat mengurangi risiko anak meninggal karena pneumonia.

Pneumonia tidak tertular melalui kontak fisik. Tetapi virus dan bakteri yang ada pada bagian atas saluran pernapasan mudah menyebar melalui udara. Sebaiknya menghindari anak dari orang-orang yang mengalami infeksi saluran pernapasan untuk mencegah penularan pneumonia pada anak. Pisahkan perlengkapan makan penderita pneumonia dengan perlengkapan anggota keluarga yang sehat untuk mencegah penularan.

Pneumonia merupakan penyakit yang bersifat akut sehingga tidak mengganggu tumbuh kembang anak. Berbeda dengan penyakit yang bersifat kronis, serta berbulan-bulan dan menahun. Penyakit tersebut yang akan mengganggu tumbuh kembang anak. Jika sudah sembuh dari penyakit yang bersifat akut, maka anak akan sembuh sempuma seperti sediakala.

Berbeda dengan radang paru kronis yang disebabkan TBC akan lebih mudah terkena infeksi. Biasanya anak-anak yang menderita TBC akan menurun nafsu makannya dan gizinya. Namun, jika kondisi pneumonia berulang, baru dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.


Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment