Penile Implant, Cara Mudah Memperbaiki Fungsi Ereksi

Jendela Informasi - Hubungan suami istri membutuhkan kesehatan dalam berbagai hal. Komunikasi yang sehat, fisik yang sehat, emosi yang sehat, dan tak lupa seksualitas yang sehat. Kesehatan seksualitas itu tentu membutuhkan suami yang sehat dan istri yang sehat. Namun, bagaimana bila organ seksual suami tidak sehat dan obat-obatan pun sudah tidak mempan? Bagaimana cara memperbaiki fungsi ereksi?

Membicarakan kesehatan seksual dalam kehidupan suami istri memang mengerucut pada pertanyaan bagaimana kondisi organ seksual keduanya. Dalam kondisi normal, keduanya sehat kecuali terjadi perubahan seiring dengan berjalannya usia, atau timbul penyakit tertentu, atau bahkan terjadi kecelakaan.

Hal-hal tersebut memang bisa mengganggu atau bahkan merusak fungsi organ seksual. Pada laki-laki, gangguan itu menimbulkan disfungsi ereksi. Saat itu terjadi, tentunya setiap pasangan harus segera berkonsultasi ke dokter. Namun, ada kalanya rangkaian pengobatan sudah tidak berpengaruh sehingga dibutuhkan tindakan lain.

Saat terapi konservatif, seperti obat, vakum, ataupun injeksi ke penis gagal dan tidak memperbaiki fungsi ereksi, maka jawabannya adalah penile implant. 


Banyak hal yang bisa menyebabkan penis suami tidak bisa ereksi. Apakah itu karena usia, karena penyakit tertentu seperi leukimia, ataupun karena kecelakaan. Apalagi masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan sepeda motor yang bukan hanya berisiko kematian ketika kecelakaan terjadi, tetapi juga risiko kerusakan pada penis bilamana ia tetap selamat.

Kasus kecelakaan traumatik seperti itu bahkan bisa menyebabkan syaraf di penis terputus, atau pembuluh darahnya terputus. Disfungsi ereksinya bukan hanya tidak bisa mempertahankan ereksi yang adekuat, tetapi juga tidak bisa memulainya.

Bila salah satu pihak tidak sehat, akan ada dampak yang ditimbulkan. Kesehatan seksual suami istri tentu memang berdampak panjang pada kesehatan emosional keduanya dan bahkan kesehatan sosial dalam lingkup masyarakat. Oleh karena itulah, dibutuhkan penanganan medis yang lebih ketika pengobatan secara konservatif tidak bisa berpengaruh lagi.

Teknis Implan
Penile implant adalah teknologi yang sudah dikembangkan di Amerika Serikat sejak 1970-an. Teknologi kedokteran pun terus berkembang sehingga telah ada berbagai tipe implan, salah satunya disebut inflatable.

Secara umum digambarkan, penile implant yang inflatable adalah penanaman alat kedokteran ke batang penis. Di dalam penis ada tiga saluran yang dua di antaranya merupakan saluran untuk ereksi yang akan bereaksi ketika datang rangsangan seksual. Satu saluran lain adalah untuk saluran kencing.

Saat rangsangan itu datang pada penis yang sehat, maka darah akan mengalir ke kedua saluran itu sehingga menimbulkan ereksi. Namun, pada penis yang tidak sehat, darah tidak bisa mengalir sehingga ereksi tidak bisa terjadi.

Pada dua saluran itulah alat medis itu akan ditanamkan. Bentuknya tipis memanjang yang berbentuk tabung. Namun, ia bukan sebagai penyalur darah, melainkan nantinya akan ada cairan yang dialirkan ke dalamnya sehingga penis mampu berereksi.

Oleh karena itulah, alat medis ini harus di-implan dalam bentuk rangkaian. Selain tabung yang ditanamkan di batang penis, ada juga reservoir yang disimpan di bawah perut dan sejenis pompa yang disimpan di dalam skrotum. Ketika suami membutuhkan ereksi, ia bisa memencet pompa itu sehingga mengalirlah cairan dari reservoir ke tabung di dalam penis.

Rangkaian itu tentu saja harus ditanamkan dengan prosedur bedah. Tidak dikesampingkan kemungkinan adanya nyeri pasca operasi ataupun dampak pemasangan alat meskipun sudah menggunakan bahan-bahan yang memiliki tingkat alergi ke tubuh yang paling ringan.
Setiap prosedur medis pasti ada kemungkinan terjadinya komplikasi. Untuk implan ini, bisa saja ada infeksi atau perdarahan, atau mechanical failure. Namun kemungkinannya sangat kecil sehingga alat ini memang diterima oleh badan kesehatan di Amerika Serikat dan Eropa. Penile implant memang belum masuk ke Indonesia, dan kemungkinan baru masuk ke Indonesia pada Agustus 2017 nanti.

Bila sudah masuk Indonesia pengobatan ini bisa menjadi jawaban bagi para suami yang selama ini menghadapi disfungsi ereksi yang permanen sehingga bukan hanya bisa mengembalikan kepercayaan diri tetapi juga membahagiakan pasangannya. 

Fakta Mengenai Penile Implant
Penile implant sudah sangat umum di luar negeri. Di Amerika Serikat pemakaian penile implant sudah mencapai 20.000-30.000 setiap tahunnya. Di beberapa negara di Eropa, dua implan ditanamkan setiap hari.

Dalam konferensi European Association of Urology pada Maret 2017 lalu kesaksian pasien memperlihatkan penile implant sangat membantu pasien dengan leukimia yang sudah tidak bisa ereksi. Setelah pemakaian selama sepuluh tahun, pasien itu baru mengeluhkan adanya mechanical failure. Melalui prosedur bedah, dilakukan implan ulang dengan mengganti alat yang baru.

Sebelum melalui prosedur penile implant seseorang harus melalui pengobatan konservatif lebih dulu dengan obat-obatan. Pemasangan penile implant harus betul-betul karena ada indikasi disfungsi ereksi yang tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan konservatif.

Implan itu tidak mengganggu kenikmatan seksual. Alasannya, implan ditanamkan di dalam penis dengan tidak mengganggu kondisi kulit dan helm penis yang biasanya menjadi pusat rangsangan dan kenikmatan seksual.

Mayoritas masyarakat Indonesia kelas menengah ke bawah yang masuk usia produktif mengendarai sepeda motor yang memiliki risiko kecelakaan. Kecelakaan itu pun bisa mengakibatkan kerusakan fisik penis maupun fungsi penis. Oleh karena itulah penile implant diharapkan dikategorikan sebagai alat kedokteran yang dibiayai oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sehingga bisa membantu lebih banyak masyarakat yang memiliki risiko tersebut.  [Maman Soleman/Vebertina Manihuruk PRM 16/04/2017]

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment