Sandwich, Roti Lapis yang Lezat dan Praktis, Tercipta Karena Sering Lupa Makan

Jendela Infomasi - Dua helai roti yang ditumpuk dan mengapit isian di bagian tengahnya, dikenal dengan sebutan roti lapis atau roti isi. Populer juga dengan sebutan sandwich yang mengacu pada sejarah penamaannya.

Roti lapis dikenal mudah disiapkan tapi kaya akan gizi. Oleh karena itu, popularitasnya cepat menyebar ke berbagai wilayah di dunia. Tak hanya di Eropa, konsep menjepit daging dengan roti juga dikenal di wilayah Afrika hingga Tirnur Tengah.

Penamaan sandwich pun mengukir kisah sendiri. Diambil dari nama John Montagu, Earl of Sandwich keempat yang merupakan seorang aristokrat Inggris di abad ke-18. Kegemarannya bermain kartu sering membuatnya lupa makan. Oleh karena itu, ia meminta pelayannya menyiapkan sajian daging yang diapit dua helai roti agar praktis dimakan tetapi tetap bergizi.


Ia bahkan tak mengindahkan etika makan saat menyantap kreasi roti lapisnya ini. Karena tak ingin kehilangan waktu bermain kartu, ia langsung menyantap roti isinya dengan tangan tanpa peralatan makan lain.

Rupanya, sajian roti lapis kreasi Montagu itu mendapat sambutan baik dari orang-orang. Segera saja sajian ini disukai banyak orang dan mereka menyebutnya "just like Sandwich”. Berkat itu pula, The Wall Street Journal pernah mendeskripsikannya sebagai "kontribusi terbesar untuk dunia gastronomi di Inggris".

Menyebut sandwich biasanya terpaku pada sajian club sandwich, yakni setumpuk roti tawar yang di tengahnya diisi olahan daging tipis beserta sayuran seperti selada, tomat, dan mentimun. Padahal beberapa makanan lain seperti burger, hotdog, dan kebab juga masuk dalam konsep sandwich.

Mulanya, orang memakan sandwich pada saat sarapan. Namun, dengan beragam kreasi, roti lapis kemudian bisa disantap saat makan siang. Di Amerika Serikat, sandwich begitu populer menjadi bekal makan anak sekolah karena mudah disiapkan, praktis dibawa dan disimpan, sekaligus bernutrisi.

Dikutip dari lamah World of Histories, survei smartbread.com menyebutkan, hampir 50% sandwich dimakan pada saat makan siang, 28% pada saat makan malam, dan 20% untuk dibawa ke luar rumah. Rata-rata orang Amerika mengonsumsi 193 sandwich per tahun, atau 4 sandwich per minggu dengan daging ham sebagai isian favorit. [Sumber: Eva Fahas/PRM/13052018]

Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. EmoticonEmoticon