3 Cara Mengatasi Alergi Pada Bayi



Sejak masih dalam rahim ibu, alergi pada bayi sudah dapat dideteksi meskipun belom 100% kebenarannya. Berdasarkan hasil penelitian menyebutkan bhwa beberapa ibu hamil mengalami peningkatan gerakan refluk esophagus dan hiccups pada malam hingga pagi hari. Namun setelah dilakukan eliminasi makanan terhadap ibu hamil, refluk dan hiccups menjadi berkurang.

Alergi yang sering dialami oleh bayi adalah alergi terhadap makanan. Beberapa jenis makan yang dapat menimbulkan alergi pada bayi dengan mudah adalah susu formula, susu sapi, makanan laut, sereal yang mengandung gluten, kacang-kacangan dan selederi. Oleh sebab itu dianjurkan kepada para ibu untuk tidak memberikan makanan tersebut karena akan memicu timbulnya alergi pada bayi.

Makanan yang mengandung gluten ini tidak dianjurkan diberikan pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, begitu pula dengan makanan laut seperti ikan, kepiting, udang dan lobster. Namun jika sang bayi terlanjur mengalami alergi, berikut 3 cara mengatasi alergi pada bayi.

1.    Cara mengatasi alergi bayi jika timbul diare
Apabila bayi mengalami alergi dengan terus-terusan mengalami diare, maka yang harus ibu lakukan adalah dengan tetap memberikan ASI dan makan yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Berikan juga cairan oralit khusus untuk bayi sebanyak jumlah cairan yang dikeluarkan melalui kotoran maupun muntahan. Atau jika bunda kesulitan, bisa memberikan 100 ml oralit pada bayi setiap kali dia mengalami diare. Jangan lupa konsultasikan juga dengan dokter apabila diare tak kunjung sembuh juga.

2.    Cara mengatasi alergi bayi pada susu
Sekitar 10% mengalami alergi terhadap susu yang disebabkan oleh reaksi protein yang terkandung didalamnya terhadap system kekebalan tubuh bayi. Biasanya bayi yang mengalami alergi pada susu akan menampakkan wajahnya beruam, mata berair, hidung tersumbat setelah beberapa saat mengkonsumsi susu. Respon yang ditunjukkan ini bisa langsung setelah mengkonsumsi susu maupun terjadi respon pencernaan setelah 45 menit hingga 20 jam mengkonsumsi susu. Berbeda lagi dengan intoleransi laktosa, dimana bayi yang mengalami intoleransi laktosa akan mengalami sakit perut dan peningkatan produksi gas didalam perut. Intoleransi laktosa dapat menimbulkan eksim dan kulit bersisik pada bayi disertai adanya benjolan berwarna putih.

Nah cara mengatasi alergi susu ini adalah dengan mengganti susu formula dengan ASI. Namun jika ibu tidak bisa memberikan ASI dengan alasan medis, dapat tetap memberikan susu formula yang mengandung protein hidrolisi parsial seperti NAN, HA, Enfa HA. Susu formula jenis ini dapat diberikan pada bayi minimal hingga satu tahun. Atau cara lain adalah dengan memberikan bayi susu kedelai. Namun ada juga lho beberapa bayi yang alergi dengan susu kedelai, jadi bunda musti pintar-pintar memilih.

3.    Cara mengatasi alergi kulit pada bayi
Biasanya alergi pada bayi sering berimbas pada kulitnya. Cara mengatasi alergi ini yang paling penting adalah jangan membiarkan si kecil menggaruk-garuk kulitnya karena akan menimbulkan bekas hitam. Selain itu bunda juga tidak boleh sembarangan memberikan krim untuk mengurangi dampak alergi ini. Sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Berikan pakaian yang nyaman dan lembut untuk bayi. Kamu juga boleh menggunakan minyak kelapa atau lidah buaya dengan mengoleskannya ke kulit asal dengan pendampingan dokter. Hindari pemberian obat oral, bedak, dan salep kimia lainnya.

Itu dia 3 cara mengatasi alergi pada bayi. Hal paling penting adalah kenali dulu penyebab atau sumber alergi pada bayi. Dengan begitu bunda akan lebih mudah melakukan pencegahan dan pengobatan yang tepat untuk sang buah hati tercinta.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. EmoticonEmoticon