iklan space 728x90px

Olah Kriya Anyaman Pandan dari Rajapolah Tasikmalaya

Jendela Informasi - Menganyam merupakan salah sebuah seni tradisional paling tua di dunia. Beberapa literasi menyebutkan, kegiatan menganyam diadopsi manusia dari aksi burung menyusun ranting-ranting menjadi wujud yang kokoh. Kegiatan itu lalu dikembangkan dan dimodifikasi manusia menjadi sebuah karya seni.

Di Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, menganyam menjadi aktivitas yang menjadi urat nadi perekonomian warga setempat. Dari tangan-tangan yang terampil, lahir bermacam hasil kriya yang berguna untuk membantu aktivitas hidup manusia sehari-hari.


Sentra kerajinan Rajapolah ini berdiri pada 1960-an. Awalnya, warga setempat gemar membuat barang-barang dengan anyaman pandan sejak bertahun-tahun sebelumnya. Maka tertariklah orang dengan hasil kerajinan yang dihasilkan. Pembeli mulai berdatangan. Toko dan galeri yang memajang hasil kerajinan, satu per satu mulai bermunculan satu dekade setelahnya.

Dari tahun ke tahun, Rajapolah tumbuh menjadi salah satu sentra anyaman di tanah air. Ada tiga jenis anyaman yang banyak ditemui di sentra yang berjejer di pinggir jalan sepanjang 12 km ini. Ketiganya yaitu anyaman bambu, mendong, dan pandan.

Meski memiliki ciri khas dan motif masing-masing, kriya yang lahir dari anyaman pandan menjadi primadona. Selain lebih lentur daripada anyaman bambu, kualitas dan gaya yang dihasilkan dari desain anyaman pandan relatif lebih baik dibandingkan dengan anyaman mendong.

Secara umum, kelebaran bilah anyaman seringkali dikaitkan dengan kehalusan hasil kerja. Lebih kecil bilah, hasil menganyam akan lebih baik, sehingga nilai kriya menjadi lebih tinggi; Sebaliknya, hasil kriya yang kasar atau lebar biasanya lebih menekankan ciri fungsional.

Menekuni anyaman pandan, artinya sepakat merangkai dan melipat daun menjadi bentuk tertentu. Setiap proses secara runut dilakukan untuk mendapatkan bahan baku siap pakai. Setelah dibersihkan daun pandan disayat atau dibelah menurut alur memanjang. Setelah itu, perebusan dilakukan untuk membuat tekstur menjadi lebih lunak serta mematikan hama. Usai diangkat dan dikeringkan di bawah terik matahari, pewarnaan melalui metode pencelupan dilakukan, untuk kemudian dijemur kembali. 

Setiap lembaran pandan yang telah selesai diproses, dianyam dengan cara disilang-silangkan antara bagian lusi (arah vertikal) dengan bagian pakan (arah horizontal), sehingga membentuk suatu pola tertentu. Pada fase ini anyaman siap dibentuk menjadi komoditas seperti tikar, karpet, kap lampu, alas makan, tas, topi, tempat tisu, kotak penyimpanan, hingga sandal.

Tas adalah produk kriya anyaman yang sedang banyak dicari dari Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Berbahan baku anyaman pandan, tas ini menjadi produk fashion yang digemari kaum hawa. Secara umum, desain tas anyaman pandan memiliki warna dan desain yang sederhana. Namun dari kesederhanaan itu, kesan klasik dan natural sekaligus bisa didapatkan.

Maman Malmsteen
Maman Malmsteen Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Posting Komentar untuk "Olah Kriya Anyaman Pandan dari Rajapolah Tasikmalaya"

Follow Berita/Artikel Jendela Informasi di Google News