Mengapa Tidur Sambil Pakai TWS Perlu Diwaspadai?
TWS bekerja dengan menempatkan perangkat langsung di dalam atau dekat liang telinga. Posisi tersebut membuat pengguna lebih mudah mendengarkan suara dalam waktu lama.
Saat tertidur, seseorang juga bisa tidak menyadari bahwa audio masih terus berjalan. Akibatnya, durasi paparan suara menjadi jauh lebih panjang.
Risiko Gangguan Pendengaran
Paparan suara yang terlalu keras dan terlalu lama dapat merusak sel sensorik pendengaran. Kerusakan berulang dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen dan tinnitus.
WHO menyarankan volume perangkat pribadi tidak lebih dari sekitar 60 persen. Pengguna juga disarankan membatasi durasi mendengarkan.
Risikonya menjadi lebih besar ketika TWS digunakan sepanjang malam. Terlebih jika volume dinaikkan agar suara tetap terdengar jelas.
Memicu Penumpukan Serumen
TWS dapat mendorong sebagian serumen lebih dalam ke liang telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan telinga terasa penuh atau tersumbat.
Penumpukan serumen juga dapat membuat pendengaran terasa berkurang sementara. Pada kondisi tertentu, pembersihan oleh tenaga kesehatan mungkin diperlukan.
Karena itu, memasukkan TWS terlalu dalam bukan kebiasaan yang baik.
Risiko Infeksi dan Iritasi Telinga
Telinga membutuhkan kondisi yang relatif kering dan bersih. Penggunaan TWS dalam waktu lama dapat mengubah kondisi tersebut.
Kelembapan Bisa Terperangkap
TWS dapat mengurangi sirkulasi udara di sekitar liang telinga. Kondisi tersebut semakin berisiko setelah mandi atau ketika telinga berkeringat.
Kelembapan yang terperangkap dapat membantu bakteri dan jamur berkembang. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi telinga bagian luar.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan juga mencantumkan earbud sebagai salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan infeksi liang telinga.
Gesekan Dapat Menimbulkan Iritasi
Posisi tidur menyamping membuat TWS mendapatkan tekanan dari bantal. Tekanan tersebut dapat menyebabkan telinga terasa nyeri atau tidak nyaman.
Jika perangkat tidak pas, gesekan berulang juga dapat mengiritasi kulit liang telinga. Kulit yang mengalami luka kecil lebih mudah mengalami masalah.
Karena itu, rasa sakit setelah bangun tidur sebaiknya tidak diabaikan.
TWS Juga Bisa Mengganggu Keamanan Saat Tidur
Risiko kesehatan jika tidur sambil pakai TWS bukan hanya berkaitan dengan telinga. Penggunaan fitur peredam suara juga dapat mengurangi kesadaran terhadap lingkungan.
Alarm dan Suara Darurat Bisa Tidak Terdengar
TWS dengan fitur noise cancelling dapat membuat suara dari luar menjadi lebih sulit terdengar. Kondisi ini mungkin bermasalah ketika terjadi keadaan darurat.
Suara alarm, telepon, atau orang yang memanggil dapat terlewat. Cleveland Clinic juga menyarankan pengguna mempertimbangkan risiko tersebut saat memakai earbuds ketika tidur.
Bagaimana Cara Lebih Aman Menggunakan TWS?
Menghentikan kebiasaan tidur memakai TWS merupakan pilihan paling sederhana. Namun, jika tetap ingin mendengarkan audio sebelum tidur, beberapa kebiasaan dapat mengurangi risikonya.
Gunakan Volume Rendah
Atur volume serendah mungkin. WHO merekomendasikan volume perangkat tidak lebih dari 60 persen dari batas maksimal.
Suara sebaiknya cukup terdengar tanpa harus memenuhi seluruh telinga. Jangan menaikkan volume untuk mengatasi suara lingkungan.
Gunakan Timer
Jangan biarkan audio terus berjalan sepanjang malam. Gunakan fitur sleep timer agar suara berhenti setelah beberapa waktu.
Cara ini dapat mengurangi durasi paparan suara. Telinga juga mendapatkan waktu istirahat lebih panjang.
Bersihkan TWS Secara Rutin
TWS dapat terkena serumen, keringat, minyak kulit, dan kotoran. Penumpukan tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.
Bersihkan TWS secara rutin sesuai petunjuk produsennya. Pastikan perangkat benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
Jangan Gunakan Setelah Mandi
Hindari langsung memasang TWS ketika liang telinga masih lembap. Kelembapan dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
Kapan Harus Memeriksakan Telinga?
Beberapa gejala sebaiknya tidak dianggap sebagai efek biasa. Terutama jika muncul berulang setelah menggunakan TWS.
Segera pertimbangkan pemeriksaan medis jika mengalami nyeri telinga, cairan berbau, gatal berkepanjangan, telinga terasa tersumbat, atau pendengaran berubah. Tinnitus yang menetap juga perlu diperhatikan.
Pada dasarnya, TWS bukan perangkat yang otomatis berbahaya. Risiko meningkat ketika penggunaannya terlalu lama, terlalu keras, kurang higienis, atau dilakukan saat telinga lembap.
Tidur sambil memakai TWS memang terasa praktis. Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan sepanjang malam. Pilihan yang lebih aman adalah menggunakan speaker eksternal dengan volume rendah dan timer. Cara ini mengurangi tekanan pada telinga serta risiko penumpukan serumen dan kelembapan.
**********
Menjaga kesehatan telinga tidak membutuhkan langkah rumit. Cukup kurangi volume, batasi durasi, jaga kebersihan TWS, dan berikan telinga waktu untuk beristirahat. Dengan begitu, kenyamanan mendengarkan audio tidak harus mengorbankan kesehatan pendengaran.


Posting Komentar untuk "Risiko Kesehatan Jika Tidur Sambil Pakai TWS, Benarkah Berbahaya?"
Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih.