Kawasan Braga Bandung, Salah Satu Destinasi Historis Kota Bandung

Kawasan Braga merupakan salah satu destinasi historis Kota Bandung. Di kawasan inilah bangunan-bangunan peninggalan zaman Hindia Belanda banyak ditemukan. Mulanya, Jalan Braga bernama Karrenweg yang kemudian lebih dikenal dengan nama Pedatiweg. Nama itu diambil karena pada 1800-an, kawasan Braga kerap dilalui pedati, alat angkutan yang umum digunakan saat itu. Kawasan ini merupakan jalan lalu lalang penduduk dan angkutan hasil bumi terutama kopi dari Gudang Kopi.

Asal-usul nama Braga sendiri masih belum jelas. Beberapa sumber mengatakan, nama Pedatiweg menjadi Bragaweg akibat ketenaran Toneelvereniging Braga, yang didirikan pada 18 Juni 1882 oleh Asisten Residen Priangan Pieter Sitjhoff di Pedatiweg.

Sumber lain menyatakan, nama Braga diambil dari kata bahasa Sunda "ngabaraga" yang menurut sastarawan Sunda MA Salmun, berarti "berjalan di sepanjang sungai". Kala itu, Pedatiweg terletak berdampingan dengan Sungai Cikapundung.

Sebelum terkenal dan menjadi pusat pertokoan eksklusif di zaman Hindia Belanda Kawasan Braga hanyalah jalan kecil yang relatif kumuh. Tahun 1874, di. sepanjang Jalan Braga mulai terdapat beberapa warung berdinding bambu beratap rumbia dan rumah-rumah agak besar. Lalu, pada 1894, terdapat satu toko kecil yang disusul enam toko lain.

Dari tahun ke tahun, kawasan Braga berkembang pesat terutama dengan berkembangnya rencana pemindahan ibu kota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung yang dicetuskan pada 1916. Lalu, pada 1930-an, kawasan Braga menjadi pusat pertokoan dan tempat santai penuh ketenangan serta pelepas rutinitas para Preangerplanters, sang raja perkebunan di dataran tinggi Bandung. Kawasan Braga pun menjadi terkenal sehingga kawasan ini mendapat julukan De meest Eropeesche Wirikelstraat van Indie (Kompleks Pertokoan Eropa Paling Terkemuka di Hindia Belanda).

Kendati demikian, masa-masa kejayaan di kawasan Braga pernah padam hingga upaya revitalisasi pun dilakukan sejak awal 1960-an. Salah satu upayanya dengan mengadakan Braga Festival, kemudian pada 1980-an, kawasan itu digunakan sebagai arena pameran produksi Jawa Barat. Pada 1990-an diadakan Braga Kaget, sayangnya tidak membuahkan hasil. Pada 2000-an, Braga kembali gencar melakukan revitalisasi dengan segudang rencana dan upaya. Hingga pada 2014, Braga mulai bangkit kembali setelah dibenahi oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil serta hadirnya kegiatan Braga Culinary Night yarng mulai diselenggarakan pada 11 Januari 2014.

Nama Jalan:
Pada masa Hindia Beianda : Karrenweg, Pedatiweg, Bragaweg
Pasca kemerdekaan RI : Jalan Braga

Keterangan : Kawasan Braga merupakan salah satu unsur yang menjadikan Kota Bandung mendapat julukan "Parijs van Java".

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment