Mengenali Gejala Gagal Ginjal Dan Cara Pencegahannya

Ginjal merupakan organ tubuh yang memiliki banyak fungsi, seperti mengatur keseimbangan cairan tubuh, mengatur asam dan basa, serta mengatur elektrolit, terutama kalium dan natrium. Ginjal juga berfungsi membuang sisa metabolisme tubuh yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh dan mengatur tekanan darah manusia.

Namun, ada kalanya ginjal tidak berfungsi semestinya. Beberapa penyakit dapat menyebabkan gangguan ginjal atau gagal ginjal. Menurut Registrasi Ginjal Indonesia, penyebab terbanyak gagal ginjal pada pasien yang menjalani hemodialisa (cuci darah) adalah diabetes melitus, hipertensi, penyakit autoimun, batu ginjal, polikistik ginjal, obat-obatan, dan jamu-jamuan.

Sebenarnya, apa sih gagal ginjal? Yang dimaksud gagal ginjal bila fungsi ginjal, terutama fungsi penyaringan ginjal berkurang atau menurun di bawah 60 cc per menit per luas permukaan tubuh. Orang normal fungsi penyaringan ginjal di atas 100 cc per menit per permukaan tubuh.

Sebetulnya, kalau fungsi penyaringan ginjal di bawah 100 cc per menit per luas permukaan tubuh sudah disebut gagal ginjal, tapi biasanya belum bergejala. Gagal ginjal baru bergejala apabila fungsi penyaringan sudah di bawah 60 cc per menit per luas permukaan tubuh atau termasuk stadium tiga gagal ginjal kronis. Ada lima stadium gagal ginjal kronis.

Gejalanya diawali dengan lemas, mudah letih, tidak bergairah, serta terlihat pucat. Sel darah merah atau hemoglobin dibentuk oleh enzim di ginjal. Bila ginjal tidak berfungsi, enzim tersebut tidak terbentuk sehingga hemoglobinya menjadi turun. Akibatnya, orang menjadi anemia.

Gejala lainnya, rasa mual. Orang awam biasanya berobat karena sakit lambung. Setelah diobati rasa mual itu sembuh, tetapi lama-lama sakit kembali. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, hasilnya menunjukkan gagal ginjal. Waktu dicari penyebab gagal ginjal ternyata dari penyakit diabetes melitus dan hipertensi.

Pengobatan yang dilakukan terhadap orang yang sudah dalam kondisi gagal ginjal stadium lima atau fungsi ginjalnya sudah di bawah 5% (fungsi penyaringan ginjal sudah di bawah 5 cc per menit per luas permukaan tubuh) ada tiga pilihan, hemodialisa, CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis/cuci melalui perut), dan transplantasi ginjal.

Transplantasi

Transplantasi ginjal tidak disarankan pada orang yang berusia lanjut, memiliki penyakit keganasan atau kanker sudah berat, dan orang yang fungsi jantungnya sudah parah.

Transplantansi ginjal hanya dapat dilakukan bila ada donor. Donor yang terbaik bila dilihat dari kecocokan adalah dari keluarga. Akan tetapi, tidak semua keluarga mau menjadi donor ginjal sehingga di luar keluarga diperbolehkan menjadi donor sebab sel ginjal meski bukan satu keluarga bisa dekat.

Ada beberapa syarat menjadi donor ginjal. Donor harus orang sehat, golongan darah sama dengan recipient, memiliki kecocokan sel dengan recipient, usia di atas 25 tahun dan di bawah 55 tahun. Selain itu, tidak memiliki penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan tidak memiliki penyakit infeksi menular, misalnya, HIV.

Kalau bisa bukan perokok agar organ ginjal yang didonorkan merupakan yang baik. Sel ginjal donor tidak harus persis sama dengan recipient asal jangan terlalu jauh perbedaannya karena obat-obat untuk mencegah terjadinya penolakan ginjal setelah dicangkok sekarang sudah canggih.

Setelah donor tersedia akan dilakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan fisik dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi ginjal, tidak mengidap penyakit infeksi, tidak ada bakat untuk keganasan dan pemeriksaan pencitraan untuk melihat pembuluh darah. Donor menjalani pemeriksaan human leukocytes antigen (HLA) untuk melihat kecocokan sel ginjal. Semakin dekat jaringan, semakin cocok maka masa depan hidup ginjal lebih panjang.

Yang paling penting dari proses tersebut adalah pemeriksaan psikososial untuk memastikan donor melakukan hal itu tanpa tekanan dan paksaan. Pemeriksaan dilakukan dua tim, satu dari Tim Transplantasi Ginjal dan satu lagi Tim Independent Living Donor Advocate. Bila cocok dilakukan pertemuan untuk ijab kabul dan penentuan jadwal operasi. Donor menandatangani dua kali inform concern pada awal pemeriksaan dan di saat hendak operasi. Pada saat terakhir sebelum operasi, donor masih dapat melakukan pembatalan. Bila itu terjadi, proses transplantasi ginjal dibatalkan.

Operasi transplantasi ginjal membutuhkan waktu 3-4 jam. Operasi donor dan recipient dilakukan bersamaan oleh dua tim. Ginjal recipient akan berfungsi segera setelah operasi dilakukan. Biaya operasi untuk recipient sekitar Rp 250 juta, sedangkan untuk donor mencapai Rp 100 juta.

Pemulihan donor selama lima hari. Setelah itu, dia boleh pulang bila tidak ada komplikasi. Selama 1-2 bulan, donor dianjurkan tidak melakukan aktivitas fisik berat, misalnya, mengangkat barang berat. Kontrol satu bulan sekali pada tiga bulan pertama. Bila sehat artinya tubuh dapat menerima dengan kondisi satu ginjal. Setelah itu, kontrol enam bulan atau setahun sekali.

Hidup dengan satu ginjal setelah menjadi donor ginjal dari urusan kesehatan tidak akan ada masalah. Bila ada keluhan di badan jangan diasosiasikan karena telah menjadi donor ginjal. Akan tetapi, kalau khawatir lebih baik memeriksakan diri, walau belum waktunya jadwal kontrol.

Sementara itu, recipient akan dikarantina selama dua minggu. Pasien tidak boleh bertemu langsung dengan keluarga karena berada dalam kondisi ditekan obat antipenolakan. Obat itu bisa menurunkan daya tahan tubuh. Pada kurun waktu tersebut, pasien diawasi sebab pada awalnya biasanya masih terjadi gangguan keseimbangan asam dan basa serta eletrolit. Tekanan darah juga naik turun karena masih di bawah tekanan obat yang cukup keras.

Setelah dua minggu dan kondisinya stabil, pasien boleh pulang dengan catatan selama enam bulan tidak boleh sering beraktivitas atau berhubungan dengan udara luar. Kalau terpaksa, pakai masker biar tidak tertular penyakit dari orang lain. Di rumah, keluarga yang batuk dan pilek jangan dekat-dekat dulu.

Recipient juga harus makan obat seumur hidup untuk mencegah penolakan ginjal. Penolakan ginjal dapat terjadi setelah seminggu, enam bulan, sampai empat tahun setelah operasi. Hal itu dapat diketahui melalui pemeriksaan fungsi ginjal. Orang dapat menjalani transplantasi ginjal lebih dari sekali, bisa sampai tiga-empat kali. Namun, semakin sering dilakukan transplantasi ginjal, semakin besar terjadi penolakan.

Cara Mencegah Gagal Ginjal Agar Tetap Sehat

Upaya pencegahan agar ginjal tetap berfungsi merupakan langkah yang terbaik. Puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama diharapkan melakukan pemeriksaan air kencing bagi orang yang berisiko terkena gagal ginjal, seperti penderita diabetes melitus dan hipertensi. Kalau ditemukan kandungan protein dalam air kencing segera konsuttasi dengan ahli ginjal sehingga dapat dicegah kegagalan ginjal lebih lanjut.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar ginjal tetap sehat. Berikut ini kiat-kiatnya buat Anda:
  • Banyak faktor rislko terkena ganggtian ginjal bila datang dari keluarga penderita diabetes melitus dan hipertensi atau kalau diri sendiri terkena diabetes melitus serta hipertensi. Untuk itu, harus menjaga kesehatan dan selalu mengontrol kedua penyakit tersebut.
  • Jangan suka minum obat atau jamu secara sembarangan. Konsultasi dengan dokter apabila harus minum obat. Apalagi penderita diabetes melitus dan hipertensi karena fungsi ginjalnya mungkin sudah terganggu.  
  • Menjalani hidup sehat dan minum cukup. Cairan yang dibutuhkan tubuh selama satu hari satu malam tergantung berat badan. Perhitungannya adalah berat badan dikali 30 cc.
  • Banyak mengonsumsi sayur-sayuran. 
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung protein dari daging merah atau binatang berkaki empat.
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment