Cara Ampuh Mencegah Diabetes Sejak Dini

Penyakit diabetes sering dikatakan sebagai mother of disease atau induk penyakit yang menjadi sumber dari sejumlah penyakit lainnya. Penyakit ini tidak hanya mendatangkan kesehatan buruk bagi penderitanya, tetapi dapat mengancam jiwa. Penyebabnya terdiri dari banyak faktor yaitu gaya hidup tidak sehat, pola makan sembarangan dan kurang melakukan aktivitas flsik. Bagaimana cara ampuh mencegah diabetes sejak dini?

Belum lama ini, seluruh dunia telah memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang mengangkat tema mengenai diabetes sebagai penyakit yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) mencatatkan bahwa pada tahun 2015 terdapat sekitar 415 juta jiwa yang menderita diabetes mellitus (DM) dan diperkirakan akan meningkat menjadi 642 juta jiwa pada tahun 2040.

Selain itu merujuk pada data Sample Registration Survey 2014, diabetes saat ini sudah menjadi penyakit pembunuh nomor tiga di Indonesia. Dan berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), jumlah estimasi penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dengan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.

Risiko Diabetes

Terus meningkatnya angka penderita diabetes tentunya bukan tanpa alasan. Banyak faktor yang menyebabkan penderita diabetes terus bertambah. Di antaranya pola hidup sedenter yang ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang kurang akan meningkatkan resiko penyakit diabetes dua kali lipat.

Hal ini seperti yang disebutkan WHO, bahwa 60-85% masyarakat di dunia baik di negara maju maupun negara berkembang memiliki pola hidup sedenter (menetap). Bila terus bertahan pada pola hidup seperti ini, maka penyakit diabetes akan menghantui cepat atau lambat. Apalagi bila tidak menerapkan pola hidup sehat atau makan sembarangan.

Bahkan penyakit yang satu ini bisa menimbulkan serangkaian penyakit lainnya yang dapat memperburuk kesehatan. Diabetes memiliki resiko hingga dua kali lipat untuk dapat terserang penyakit jantung. Diabetes juga menjadi penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, hingga amputasi. Karena itu untuk mengantisipasinya diperlukan pemeriksaan darah secara rutin.

Untuk petunjuk pemeriksaan gula darah, seseorang dikatakan memiliki resiko terserang penyakit diabetes apabila pada pemeriksaan kadar gula dalam puasanya (8 jam tidak makan hanya minum air putih) melebihi 130 mg/dl atau dalam dua kali berturut-turut memeriksa gula darah dua jam sesudah makan, angka melebihi 180 mg/ dl. Sedangkan untuk gula darah normal sebelum makan sekitar 70-100 mg/dl, dua jam setelah makan kurang dari 180 mg/dl dan bila puasa delapan jam kurang dari 100 mg/dl.

Pola Hidup Sehat

Selama ini banyak yang beranggapan tubuh kurus dengan berat badan proposional akan terbebas dari berbagai penyakit termasuk diabetes. Apalagi bila si tubuh kurus sering mengabaikan pola hidup sehat dan hobi makan sembarangan. Karena itu untuk mencegah penyakit diabetes dianjurkan untuk menjaga asupan makanan sehat dan gizi seimbang.

Pola makan yang dianjurkan untuk mencegah diabetes adalah membatasi konsumsi gula, garam, lemak dan meningkatkan asupan serat. Asupan serat yang tinggi dapat menghindari seseorang dari kebiasaan ngemil. Serat dapat mempertahankan rasa kenyang dan membuat metabolisme jadi lebih lancar.

Kemudian aktivitas fisik agar tetap bergerak sesungguhnya harus dilakukan meskipun secara sederhana dan sesuai dengan kemampuan. Misalnya naik turun tangga, jalan cepat, menari atau melakukan olahraga yang disenangi. Aktivitas fisik yang berkeringat bisa dilakukan minimal 150 menit per minggu. Penelitian juga menyebutkan bila rutin jalan cepat selama 30 menit per hari dapat menurunkan resiko diabetes hingga 25%.

Bagi mereka yang sudah terkena diabetes sebaiknya tetap mengutamakan pola hidup sehat dan bersih. Terutama untuk menghindari kaki agar tidak terluka, maka dianjurkan untuk menggunakan alas kaki. Kaki biasanya sering terbentur dan terluka yang terkadang tidak disadari, sehingga penggunaan sepatu atau sandal menjadi unsur penting.

Penggunaan pelembab juga tak boleh dilupakan mengingat penderita diabetes cenderung memiliki kulit yang lebih kering. Selain itu, obat diabetes harus tetap diminum sesuai petunjuk dokter. Jangan menjadi dokter untuk diri sendiri agar proses penyembuhan dapat berjalan dengan baik. Di samping itu, bagi penderita diabetes yang memilih menempuh jalur pengobatan herbal atau alternatrf, tetap harus waspada dan berkonsultasi ke dokter.

Pengobatan yang dilakukan tanpa anjuran dokter bisa memperburuk keadaan. Tak menutup kemungkinan dapat menimbulkan penyakit baru salah satunya ginjal. Jangan berkecil hati bila Arida divonis mengidap penyakit yang satu ini. Tetap percaya bahwa dengan keyakinan dan kerja keras untuk mempertahankan hidup sehat, Anda akan tetap optimis menjalani kehidupan. 
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment