Menikmati 5 Wisata Sejarah Di Kota Kembang Bandung

Selain dikenal sebagai kota wisata belanja dan kuliner, Bandung juga dikenal dengan kota yang masih memiliki banyak bangunan bersejarah. Kekayaan bangunan bersejarah yang ada, membuat Bandung menjadi kota wisata yang tidak pernah habis untuk dijelajahi. Banyak peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia terjadi di. kota ini. Alangkah sayangnya jika sejarah tersebut dilupakan begitu saja, sebab di balik bangunan tua yang ada di Bandung tersimpan destinasi wisata sejarah yang sayang untuk ditinggalkan. 

Sedikitnya ada 5 bangunan bersejarah yang antik dan memiliki nilai penttng di Kota Kembang ini.
  • Bosscha
Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-lndische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung.
  • Gedung Sate 
Gedung Sate dibangun pada tahun 1920 dan dirancang oleh arsitek Belanda, J.Gerber. Bangunan tersebut dinamakan Gedung Sate karena bentuk dari atap utamanya yang dirancang menyerupai bentuk sate. Bangunan ini dirancang dengan mengkombinasikan unsur-unsur arsitektur Italia dengan arsitektur setempat, serta unsur-unsur agama Islam dan Hindu. Saat itu, pemerintah Hindia Belanda menggunakan bangunan ini sebagai kantor pusat pemerintahan dan saat ini Gedung Sate merupakan kantor Gubemur Jawa Barat.
  • Gedung Merdeka
Gedung bersejarah ini terletak di Jalan Asia Afrika, No 65 Bandung. Awalnya, tempat ini bernama Gedung Societeit Concordia. Gedung Merdeka adalah gedung bersejarah yang pernah digunakan sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika tahun 1955. Kini gedung ini digunakan sebagai museum yang memamerkan berbagai benda koleksi dan foto Konferensi Asia-Afrika yang merupakan cikal bakal Gerakan Non-Blok pertama.
  • Gedung Indonesia Menggugat
Pada awal mulanya, Gedung Indonesia Menggugat bernama Gedung Landraad (Pengadilan Negeri). Gedung ini merupakan saksi sejarah dari peristiwa pengadilan empat tokoh nasional Indonesia yaitu Gatot Mangkoepraja, Soepriadinata, Maskoen, dan Soekarno pada 1930. Saat pengadilan berlangsung, Soekarno membacakan pledooi atau pembelaannya berjudul "Indonesie Klaagf Aan" atau "Indonesia Menggugat" yang ia tulis saat berada di Penjara Banceuy. Di dalam gedung terdapat beberapa foto, replika kursi, dan meja ruang pengadilan. Saat ini Gedung Indonesia Menggugat dipakai untuk beragam kegiatan, seperti kegiatan seni, sosial, sastra, dan lainnya.
  • Rumah Bersejarah Inggit Garnasih
Inggit Garnasih merupakan istri kedua dari presiden RI, Ir. Soekarno. Selama menjadi istri Soekarno, Inggit Garnasih banyak membantu Soekarno dan tokoh perjuangan Indonesia lainnya dalam mempersiapkan kemerdekaan Rl. Rumah ini dulunya juga digunakan sebagai tempat pertemuan Soekarno dengan para tokoh nasional, seperti Agus Salim, Ki Hajar Dewantoro, HOS Tjokroaminoto, dll. saat membicarakan persiapan kemerdekaan Indonesia.

Sebenarnya masih banyak gedung-gedung lainnya yang menyimpan dan menjadi saksi sejarah dengan bentuk dan desain yang masih terpelihara dengan baik sejak duku. Kota Bandung memang tidak pernah habis untuk menjadi tujuan wisata termasuk wisata sejarah. [Source Article: PRM 26/1/2014]
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment