Menelisik Manfaat Alpukat yang Hebat

Alpukat (Persea americana mill/Persea gratissima gaerth) adalah buah yang lezat. Segelas jus alpukat dapat dipesan di berbagai rumah makan. Bagi yang kelaparan, jus alpukat mampu memadamkan perut yang kroncongan. Akan tetapi bagi yang tengah menjalani diet agaknya lebih banyak memperhatikan asupan makanan lain karena alpukat dikenal tinggi lemak.

Selain dibuat jus, alpukat juga umum dikonsumsi buahnya begitu saja atau ditambahkan pemanis. Alpukat juga kerap ditemukan dalam hidangan asin, misalnya pelengkap shoyu dan wasabi untuk sushi.

Jadi, alpukat itu sayur atau buah? Orang Jepang mengategorikan alpukat sebagai sayur karena rasanya tidak manis. Itu karena kandungan fruktosanya (gula buah) rendah dan cenderung lebih banyak seratnya, seperti sayur.

Akan tetapi alpukat masuk dalam keluarga buah-buahan. Setiap buah pasti mengandung fruktosa. Pada alpukat, terkandung kalori yang besar. Sedangkan jenis sayur tidak memiliki gula buah dan kalori dalam jumlah besar.

Ada 25 zat gizi yang terkandung dalam alpukat. Terdapat beragam vitamin seperti vitamin A, B, C, D, E, dan K, juga mengandung mineral yang baik untuk tubuh, misalnya kalium serta omega 3. Bahkan, bagi penderita diabetes melitus, lemak alpukat baik untuk merangsang insulin lebih aktif. Namun, perlu diperhatikan bagaimana penyajian alpukatnya. Jika ditambah gula atau susu, tentu kurang baik bagi penderita diabetes.

Baca juga : Mewaspadai Diabetes Melitus (Kencing Manis) Pada Anak-anak

Mereka yang tengah diet tak,perlu terlalu khawatir dengan alpukat. Meskipun tinggi lemak, tetapi jenisnya adalah lemak tak jenuh alias lemak yang baik untuk pertumbuhan tubuh. Lemak tak jenuh alias lemak tunggal memiliki manfaat untuk kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, juga berfungsi sebagai antiinflamasi (peradangan) dan antioksidan.

Serupa dengan pepaya, alpukat juga dapat memudahkan penyerapan nutrisi dalam pencernaan tubuh. Bagi kalangan anak-anak pun alpukat kaya akan khasiat. Jika kebutuhan kalori anak per hari adalah 1.000 kalori, dalam 100 gram alpukat sudah mengandung 200 kalori. Bahkan dalam segelas jus alpukat, bisa mengandung 300-460 kalori dengan tambahan gula atau susu.

Meskipun kalorinya tinggi, alpukat tetap tidak dapat menggantikan nutrisi pada satu waktu makan karena nilai gizinya tidak selengkap porsi makan biasa. Misalnya, nilai proteinnya yang kecil sehingga harus dilengkapi dari bahan makanan lain.

Camilan Saat Hamil
Wanita hamil cenderung senang ngemil. Ada baiknya jika camilannya berupa buah atau sayur, alpukat misalnya. Persoalan utama pada wanita hamil adalah mual. Alpukat diketahui dapat meredakannya. Kandungan vitamin C pada alpukat bisa melawan mual.

Alpukat juga sangat kaya dengan asam folat. Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang mudah larut dalam air. Asam folat sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan organ-organ pada janin. Kekurangan asam folat saat hamil bisa menyebabkan kelainan bentuk pada tulang janin, misalnya tulang tengkorak. Kandungan asam folat dalam alpukat bisa membantu perkembangan janin agar tidak cacat.

Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil adalah 400 mcg (mikrogram) atau 0,4 mg (miligram) per hari sedangkan setengah cangkir alpukat segar mengandung 59 mcg asam folat serta 22 mg klorin. Klorin diperlukan sebagai sumber ideal untuk membantu perkembangan otak dan saraf.

Baca juga : Mengenal Khasiat Mengkudu untuk Atasi Diabetes

Alpukat juga dapat mencegah anemia. Kekurangan zat besi bisa memicu anemia pada ibu hamil. Hebatnya, alpukat atau yang sering disebut sebagai buah mentega kaya akan zat besi yang membuatnya aman dikonsumsi selama kehamilan.

Alpukat juga dapat mencegah sembelit yang biasa ditemui ibu hamil pada trimester akhir jelang persalinan. Kandungan serat yang tinggi pada alpukat membuat pencernaan wanita hamil lebih sehat.

Terakhir, sering kram saat hamil. Itu karena peredaran darah mendapat sedikit gangguan, dan alpukat adalah salah satu buah yang punya khasiat melancarkan peredaran darah. Hebat ya alpukat?

Pilih Yang Tepat
Meskipun tak mengurangj kandungan gizinya, tetapi menyantap alpukat yang lezat memiliki kenikmatan tersendiri. Biasanya, alpukat yang sudah matang adalah yang paling sedap.

Sayangnya, banyak orang kesulitan memilih buah alpukat. Tak jarang ketika dikupas alpukat masih setengah mentah sehingga keras dan hambar. Tak sedikit pula yang memilih alpukat terlalu matang sehingga dari segi rasa terasa sedikit pahit dan berbau.

Agar dapat rnemilih alpukat yang tepat, berikut ini disajikan beberapa tips memilih alpukat.
  • Perhatikan warna alpukat. Buah yang matang ketika bagian tubuhnya berwarna hijau gelap dan bagian sekitar batang berwarna hijau yang lembut. Indikasi lainnya, daging di bawah batangnya sudah berwarna hijau.
  • Bisa juga dengan cara mengocok alpukat. Jika terdengar biji yang sudah terkelupas dan bergerak di dalam buah, itu pertanda alpukat sudah enak dikonsumsi.
  • Bila kulit mudah dikelupas, tandanya alpukat sudah matang dan siap dikonsumsi.
  • Rasakan pula teksturnya, jika sudah terasa lunak, itu cenderung lebih matang.

Alpukat yang sudah matang akan timbul bercak keunguan atau kehitaman pada kulitnya. Pada fase ini, alpukat bisa tahan hingga dua hari ke depan. Ketika sudah benar-benar siap makan, warna kulit alpukat akan hijau sangat gelap cenderung kecokelatan. Alpukat biasanya dapat bertahan dalam lemari es selama beberapa hari. Hanya, ia akan kehilangan aroma dan rasa.

Baca juga : Manfaat dan Khasiat Tanaman Sesuru bagi Kesehatan

Tips Memeram Alpukat
Alpukat termasuk salah satu buah yang tidak dapat matang di pohon. Umumnya, alpukat dijual dalam kondisi belum matang. Orang sudah biasa memeram alpukat hingga matang sebelum dikonsumsi. Kebanyakan. cara memeram alpukat adalah dimasukkan ke dalam beras. 

Namun, tahukah Anda, kebanyakan daging buah alpukat yang diperam bersama beras cenderung lebih mudah membusuk. Berikut ada tips dari laman kabar-tani.com mengenai beberapa cara untuk memeram alpukat, yakni dengan dimasukkan dalam kantong kertas. 

Caranya, masukkan alpukat mentah utuh ke dalam kantong kertas yang biasanya berwarna cokelat. Kantong ini berfungsi memerangkap gas etilen yang dihasilkan oleh alpukat sehingga akan mematangkannya sendiri. Pastikan kantong tidak berlubang.   

Tambahkan buah-buahan lain dalam satu kantong yang sama. misalnya pisang, apel, atau tomat. Tujuannya, agar gas etilen yang dihasilkan lebih banyak sehingga lebih cepat matang. 

Lalu, simpan kantong tersebut pada suhu kamar, jauhkan dari sinar matahari langsung. Dengan cara ini biasanya alpukat membutuhkan waktu 2-5 hari untuk matang.

Terakhir, periksa secara berkala. Jika kantong alpukat ditambah buah-buahan lain, biasanya bisa matang dalam 1-3 hari. [Sumber : Eva Fahas/PR Minggu, 11/09/2016]
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment