Saraf Terjepit, Ciri-ciri dan Cara Mencegahnya


Jendela Informasi - Setelah duduk lama, terasa nyeri di pinggang begitu berdiri. Duhr, ini benar gejala saraf terjepit atau sakit pinggang biasa ya?

Kita sering kali mendengar mengenai penyakit saraf terjepit (HNP/Hernia Nukleus Pulposus). Namun, kita juga sering keliru membedakan mana saraf terjepit, mana yang sakit pinggang biasa.

Penyakit saraf terjepit memiliki ciri khas berupa rasa nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain. Kalau jalan kurang lebih dari 100 meter, nyeri langsung terasa di bagian pinggang atau leher. Makin jauh jalannya, sakitnya makin menjalar. Tapi begitu istirahat, akan membaik lagi.
Banyak orang yang setelah rnerasakan gejala tersebut tidak menindaklanjuti dengan pemeriksaan karena kondisi yang membaik. Padahal, sebenarnya rasa nyeri itu bisa dijadikan warning sehingga ke depan tidak bertambah parah.

Selain itu, ciri saraf terjepit yang disebutkan adalah rasa nyeri yang timbul ketika bangun setelah duduk lama. Lain halnya dengan nyeri pinggang biasa, nyeri lantaran saraf terjepit pun menyebabkan lemah, baal, kesemutan dan akhirnya kelumpuhan.

Kalau dulu, saraf kejepit biasanya menyerang orang berusia di atas 50 tahun atau 60 tahun. Sekarang karena gaya hidup, semua jadi berubah. Orang berusia 20 tahunan sudah ada yang terkena penyakit ini.
Untuk mencegahnya Anda wajib mengubah pola hidup agar lebih sehat. Minum air putih yang cukup setiap hari. Beberapa sikap atau kebiasaan yang menyebabkan penyakit ini juga bisa dilakoni. Misalnya, memperbaiki kebiasaan duduk lama atau posisi tidur yang salah. Bisa juga karena overweight sehingga secara gravitasi tulang belakang menahan beban tubuh yang lebih berat. Kebiasaan lainnya seperti merokok pun dapat menyebabkan tulang keropos, begitu pula dengan olahraga yang tidak benar. 
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment