Narrow House, Rumah Kurus yang sedang Trend di Dunia



Jendela Informasi - Sudah bukan menjadi rahasia lagi, keterbatasan lahan di perkotaan membuat harga tanah kian melambung. Di sisi lain, terus ada kebutuhan untuk membangun rumah tinggal sebagai tempat bagi anggota keluarga untuk pulang dan beraktivitas.

Tak heran, semakin banyak kaum urban yang memilih apartemen sebagai jawaban. Akan tetapi, rupanya tak semua orang berpikir demikian. Banyak pemikiran yang kemudian melahirkan pertimbangan untuk memilih rumah tinggal saja.

Desain rumah superkurus lalu keluar sebagai jawabannya. Rumah itu memiliki lebar yang sangat minim, lalu dibangun menjulang ke atas. Banyak juga yang menyebutnya sebagai rumah sempit. Karena namanya, tak sedikit rumah kurus yang berimpitan dengan bangunan atau rumah di sebelahnya. Namun, di situlah letak pentingnya desain, sehingga membuat rumah bergaya mungil ini nyaman ditinggali.

Di luar negeri, desain semacam ini Sudan lebih dulu dikenal dengan sebutan narrow house atau the slim house. Dilansir dari CNN Style, konsep rumah mungil bertingkat ini pertama kali dibangun oleh arsitek asal Jepang, Tadao Ando, pada 1973. Kala itu, rumah kurus yang dibuat Ando berdiri di atas lahan selebar 3x4 mater, yang ditumpuk menjadi dua tingkat.


Untuk menghindarkan penghuninya dari rasa pengap atau bahkan claustrophobia, para arsitek semakin merasa tertantang untuk membuat desain yang membagi ruangan secara efektif. Kuncinya adalah minimalis sehingga rumah tak disesaki oleh banyak barang.

Atap yang dibuat tinggi, juga dimaksudkan untuk membuat udara mengalir dengan lancar. Tak lupa, sentuhan hijau di dalam dan luar ruangan rumah juga dimiliki, dengan membuat taman vertikal yang menempel di dinding.

Dilansir Bussines Insider, cukup banyak juga rumah "kurus" yang tercatat di dunia. Sebut saja rumah yang terletak di Kanonia 20-22, Warsawa, Polandia. Rumah mungil itu "menyempil" di sudut antara deretan rumah tinggi.

Rumah itu dibuat sangat kecil karena sistem pajak abad ke-17 yang didasarkan pada lebar fasad depan rumah. Jadi, agar pemiliknya tak harus membeyar pajak dalam jumlah besar, dibangunlah rumah dengan lebar muka yang sempit

Ada pula La Casa Estrecha di Old San Juan, Puerto Riko. Dikenal sebagai The Narrow House (rumah sempit), bangunan berlantai dua ini hanya memiliki lebar 1,5 meter. Ke belakang, bangunan ini berdiri dengan panjang 11 meter.

The Narrow House ini menjadi tempat wisata yang cukup populer bagi para traveller yang berkunjung ke Puerto Riko.

Ada lagi bangunan ultramungil berukuran lebar 1 meter. Namanya The Wedge, terletak di Skotlandia. Karena ukurannya yang sangat tipis, salah satu kamar tidurnya bahkan telah terdaftar di Guinness Book of World Records sebagai kamar tersempit di dunia. Meskipun ukurannya membuat orang-orang menahan napas, rumah tersebut berhasil dijual seharga 112.416 dolar AS (setara Rp 1,63 miliar) pada 2015.

Modern
Yang agak modern, salah satunya terletak di Shiga, Jepang. Rumah mungil itu dikenal dengan nama Promenade House.

Hunian karya Kouichi Kimura Architects itu dibangun pada 2013, untuk menyiasati lahan minim. Secara umum, desainnya memanjang ke belakang dengan lebar 2,7 meter dan panjang 27 meter.

Meskipun demikian, ketika masuk ke dalamnya, rumah ini tak terkesan sempit Meskipun, orang harus berjalan menyusuri lorong atau koridor panjang untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain.

Ada pula Micro Compact Home berbentuk kubus, dengan lebar hanya 2,6 meter. Meskipun dibangun dengan luas yang terhitung sangat mungil, Micro Compact Home mampu menyediakan ruang tidur untuk 2 orang, ruang bekerja atau makan untuk 4 orang, dapur untuk aktivitas memasak, dan kamar mandi.

Semua furnitur di rumah itu dibuat sangat efisien sehingga tidak menghabiskan ruang. Hal itu juga yang membuat salah satu rumah terkecil di dunia tersebut dapat memiliki sebuah ruangan yang dapat berganti menjadi dua hingga tiga fungsi sekaligus. 

Tiga Lantai
Di Vietnam, ada rumah bernama Culdesac yang memiliki konsep rumah kurus tersebut. Rumah itu dibangun di atas tanah selebar 4 meter.

Dilansir dari Inhabitat, desain rumah itu dibuat oleh arsitek Phoung Nguyen Khac. Bangunan dengan total ukuran 120 meter persegi itu terdiri atas tiga lantai.

Rumah itu dinamakan Culdesac kare na terletak di ujung dari sebuah gang yang panjang dan sempit Di dalamnya, terda-1 pat cahaya alami yang melimpah. Untuk memaksimalkan cahaya alami, interior terpusat pada sebuah aflum yang menyalurkan cahaya dari atap kaca ke dalam ruangan.

Culdesac terdiri atas lantai dasar, berupa ruang tinggi ganda di pintu masuk untuk menuju ke atrium tengah. Lantai kedua terdiri atas kamar tidur dan ruang tamu.

Di lantai kedua, juga terdapat ruang ibadah dan ruang binatu. Di lantai paling atas terdapat sebuah kamar tidur dan ruang tamu. 

Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. EmoticonEmoticon