iklan space 728x90px

Puasa Untuk Keuangan Lebih Baik


Jendela Informasi - Ada baiknya kita belajar dari hasil survei yang dilakukan oleh para ahli keuangan yang menyebutkan bahwa pada umumnya orang cenderung menyembunyikan kebenaran ketika berbicara mengenai keuangan pribadi kepada orang lain. Lebih mengkhawatirkan lagi, disebutkan orang pun cenderung untuk menipu diri sendiri. Mungkin agak aneh, bagaimana mungkin kita dapat menipu diri sendiri sementara hati kecil kita mengatakan yang sebenarnya? 

Kalau kita mau jujur terhadap diri sendiri, ada baiknya kita bisa mengambil pelajaran dari beberapa hal di bawah ini yang dapat membawa kondisi keuangan kita menjadi lebih buruk: 

l. Saya berhak memilikinya 
Kondisi mental seperti ini sering terjadi manakala kita pergi ke tempat pusat perbelanjaan dan melihat banyak barang yang menarik hati untuk dimiliki. Bila barang tersebut memang sesuai kebutuhan dan tersedia anggaran keuangannya, bukan menjadi masalah. Namun, sering kali sebenarnya hal tersebut adalah keinginan sesaat. Dengan mencoba melakukan pembenaran-pembenaran yang hakikatnya adalah menipu diri sendiri. Ketika kita tergoda ingin membeli sesuatu, mungkin Anda sering merasakan terjadinya perang batin. Seolah-olah ada yang membisikkan jangan dibeli karena barang tersebut belum tentu dibutuhkan nantinya. Namun, seolah-olah lebih banyak yang membujuk kita untuk membeli barang tersebut dengan banyak dalih yang menyesatkan, seperti ada kok uangnya, pakai kartu kredit saja, dll. dan seabrek pembenaran-pembenaran lainnya yang bisa memperdaya kita untuk melakukan pembelian sesaat yang dapat berujung kepada penyesalan. Mengapa ya saya membeli ini waktu itu? Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus kembali kepada anggaran yang telah dibuat dan disetujui bersama keluarga. Jika memang tidak tercantum dalam anggaran, setiap Mta berkeinginan membeli sesuatu Anda harus disiplin kepada diri sendiri dan jujurlah terhadap kondisi dan kenyataan yang ada. Jangan menggadaikan masa depan demi keinginan sesaat.

2. Saya akan merasa lebih senang dan bahagia jika saya dapat membelinya.
Kalimat tersebut betul tapi kita mesti menyadari bahwa mungkin hal itu hanya sementara. Bahkan kenyataan sering kali membuktikan kegembiraan kita hanya sebatas setelah kita membeli barang yang kita inginkan tersebut. Setelah dibawa ke rumah dan melihat isi dompet berkurang mulailah timbul penyesalan diri, "Mengapa ya saya membeli barang ini, padahal kurang ada gunanya." Mungkin perlu diingat dalam hati bahwa berbelanja saat ini seperti narkoba. Mengapa? Karena belanja dapat menimbulkan efek ketagihan seperti halnya narkoba. Enaknya sesaat tetapi penyesalannya dapat seumur hidup.

3. Limit kartu kreditnya masih banyak kok
Mungkin kalimat tersebut masih ditambah dengan kalimat, "Kan masa penagihannya masih lama? Nanti kan ada bonus, jadi sebelum ditagih dapat dilunasi dulu." Jadi, ketika kita tergoda membeli sesuatu, kita cenderung untuk menggunakan seluruh pembenaran yang dapat menjebak kita. Lebih berbahaya lagi bila belanja "sesaat" menggunakan kartu kredit. Ingat bahwa kartu kredit memiliki beban bunga yang sangat tinggi. Untuk semakin menjaga kita dari "penyalahgunaan" kartu kredit, ingatlah bahwa kartu kredit itu seperti lintah darat. Sekali kita terjebak dalam utang, sulit untuk dapat menyelesaikannya dengan baik. Kalau mungkin jangan membawa kartu kredit ketika kita hanya berniat jalan-jalan mencari suasana segar.

5. Mumpung lagi obral, kapan lagi?
Ini adalah dalih yang sering menyesatkan kita. Memang promosi besar-besaran dengan harga yang menggoda selalu menarik perhatian kita untuk membeli. Hati-hati juga bahwa tidak selamanya gelegar promosi selalu menjanjikan harga lebih murah. Resepnya adalah selama kita tidak membutuhkan dan keuangan tidak mendukung, jangan membeli. Kalaupun seolah-olah kita sangat membutuhkan barang tersebut, yakinlah bahwa nanti juga ada promosi besar-besaran lagi. 
6.Tenanglah, gak apa-apa kok kita boros sekarang, nanti juga ada rezekinya.
Hal tersebut mungkin saja, namun tanpa perencanaan yang baik sangat sulit kita dapat memperbaiki kondisi keuangan kecuali kita mendapat "durian rantuh".

Semakin banyak kita mengenai kalimat pembenaran yang dapat menyesatkan, kian baik buat kita untuk dapat menghindarkan diri dari jebakan-jebakan maut dalam hal berbelanja. Jadi, mumpung baru saja menunaikan bulan Puasa maka sungguh sangat baik buat kita untuk menata diri dan hati secara lebih baik. ***

Maman Malmsteen
Maman Malmsteen Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Posting Komentar untuk "Puasa Untuk Keuangan Lebih Baik"

Follow Berita/Artikel Jendela Informasi di Google News