IBX59ED8B2FED208 Cara Sederhana Menghindarkan Eco Bag dari Kuman Penyakit - Jendela Informasi
Loading...

Cara Sederhana Menghindarkan Eco Bag dari Kuman Penyakit

Jendela Informasi - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbuat sesuatu terhadap sampah plastik. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah mengganti peran kantong plastik dengan tas belanja pengganti kantong plastik yang bisa dipakai ulang. Orang sering kali menyebutnya sebagai eco bag atau tas belanja ramah lingkungan. 

Perbedaannya dengan kantong plastik, yaitu bisa dicuci ulang dan dipakai berkali-kali. Sedangkan kantong plastik yang mudah sobek, hanya bisa digunakan satu kali untuk kemudian dibuang.

Jika kantong plastik berasal dari polimer polivinil (polychlorinated biphenyl) yang susah diurai dan tidak ramah lingkungan, tas ramah lingkungan terbuat dari bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan seperti katun, jala, dan poliester.

Dari segi tampilan, bentuk kantong plastik pun relatif monoton. Berbeda dengan eco bag yang memiliki pilihan warna, bentuk, desain gambar, dan tulisan yang beragam.

Dalam satu dekade, penggunaan tas belanja ramah lingkungan meningkat drastis. Tak hanya mementingkan fungsi, penggunaannya juga telah menyentuh ranah desain. Menggunakan tas belanja ramah pengganti kantong plastik dengan desain menarik, akan terasa lebih keren!

Yang lebih menarik, desain tas-tas tersebut dibuat sekecil dan setipis mungkin sehingga sama sekali tak memberatkan pemiliknya untuk dibawa ke mana-mana. Beratnya tergolong sangat ringan, berkisar antara 20 hingga 50 gram saja.

Tak jarang, tas itu bisa dilipat-lipat sampai berukuran kecil sehingga bisa disimpan di dalam saku. Beragam hasil akhir lipatan juga bisa ditemui di pasaran. Mulai bentuk lipat persegi simpel hingga bentuk lucu buah-buahan dan hewan.

Meskipun terbuat dari bahan yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan kantong plastik, penggunaan eco bag juga sebaiknya tidak sembarangan. Alasannya, alih-alih menjaga lingkungan, kantong belanja ramah lingkungan juga bisa membawa kuman penyakit, baik untuk diri sendiri maupun keluarga, jika tak digunakan dengan benar.

Seperti dilansir laman News, di dalam kantong belanja yang tidak digunakan dengan benar dapat ditemukan bakteri E. coli dan Salmonella. Penyebabnya karena masyarakat cenderung tidak memisahkan barang belanjaan dengan benar di dalam tas. Selain itu, jumlah masyarakat yang mencuci kantong belanja sehabis digunakan, masih sedikit.

Sebagai contoh, banyak yang memasukkan daging mentah ke dalam kantong belanja yang bercampur dengan sayuran dan bahan makanan lain tanpa menggunakan pelapis. Tetesan darah atau air yang mengandung bakteri bisa terkontaminasi ke belanjaan lain dan meresap ke kantong belanja.

Biasanya, setelah barang belanjaan dikeluarkan, kantong belanja dilipat dan disimpan untuk digunakan kemudian hari. Pada saat itulah kuman berinkubasi dan apabila digunakan kembali akan mencemari barang belanja. 

Bahan makanan atau belanjaan yang tercemar bakteri dapat masuk ke tubuh dan menginfeksi. Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Misalnya, memisahkan daging mentah dari barang siap saji serta produk rumah tangga di dalam kantong belanja. Selain itu, pisahkan pula telur dengan sayuran. Karena, jika telur pecah bisa menyebarkan bakteri juga.
Yang paling penting, cucilah kantong belanja setelah digunakan. Mencucinya tidak cukup sekadar membilas dengan air atau menyemprotkan antibakteri, tetapi juga perlu direndam dengan sabun untuk mematikan bakteri.