IBX59ED8B2FED208 7 Kiat Memasang Koil Aftermarket Motor Injeksi - Jendela Informasi
Loading...

7 Kiat Memasang Koil Aftermarket Motor Injeksi


Jendela Informasi - Agar sistem pembakaran menjadi lebih sempurna, tak sedikit orang yang melakukan penggantian koil standar dengan produk aftermarket. Apalagi jika sepeda motornya dirasakan memiliki performa kurang bertenaga alias loyo. Jadi, untuk mendongkrak performa motor, salah satunya dengan mengaplikasikan koil aftermarket.

Mengingat pembakaran di ruang bakar membutuhkan pengapian yang besar dan pengapian yang besar hanya bisa dipenuhi dengan koil produk aftermarket, sehingga bensin yang terbakar dapat diproses dengan lebih sempurna dan efisien. Ujung-ujungnya dapat menghemat bahan bakar.

Kelebihan koil produk aftermarket yang ada di pasaran masing-masing memiliki daya tarik tersendiri, dari mulai cara pemasangannya yang mudah, hingga desain kumparan yang bersatu dengan kop kepala busi dan langsung dipasang ke businya.

Yang perlu diperhatikan saat berburu produk koil aftermarket adalah, cari koil yang dudukannya sama persis dengan koil standar. Dengan demikian, kita tak akan kerepotan saat memasangnya. 

Berikut ini kiat memasang koil aftermarket di motor injeksi, untuk Yamaha Vixion. Pertama, buka tanki dengan melepas baut pengikatnya yang terletak di bawah segitiga atas dengan menggunakan kunci T10.

Kedua, tanki tidak perlu dilepas, cukup disangga dengan kunci T10 maka akan terlihat koilnya. Ketiga, buka dua baut pengikat koil dengan kunci 10. Setelah kedua baut terlepas, tarik pin kabel yang menempel pada koil. Ada dua pin kabel dan satu ground, kabel warna oranye dan merah-putih.

Keempat, setelah koil bawaan pabrikan terlepas, lanjutkan dengan memasang koil aftermarket. Setelah itu, kencangkan dengan kedua bautnya, kemudian pasang kabel ground (warna hitam )di tengah, tancapkan kabel merah-putih ke bagian kiri koil dan kabel warna oranye di bagian kanan koil.

Kelima, tutup kembali tanki dengan mengencangkan kedua bautnya menggunakan kunci T10.
Keenam, gunakan cop busi standar karena resistensinya sudah tepat dan jangan gunakan cop busi racing (zero resistance) karena dapat menyebabkan api menyala sebelum waktunya yang dapat mengakibatkan busi menjadi cepat mengalami kerusakan karena tegangan berlebihan.

Ketujuh, setting CO di bengkel resmi guna menyesuaikan panjang api busi dengan banyaknya bahan bakar. Setelah menggunakan koil ini, letikan busi bertambah beberapa milimeter dan ini membuat performa kuda besi Anda menjadi lebih bertenaga. [Maman Soleman/Toni Irawan]