IBX59ED8B2FED208 Bingung Saat Ingin Mulai Berwirausaha? Pilih yang Diminati dan Bikin Happy! - Jendela Informasi
Loading...

Bingung Saat Ingin Mulai Berwirausaha? Pilih yang Diminati dan Bikin Happy!


Jendela Informasi - Bingung mungkin menjadi gambaran yang tepat bagi pemula ketika berniat untuk berwirausaha. Bingung memilih usaha apa, bingung dengan modal awal, bingung harus usaha sendiri atau bermitra, dan bingung harus mulai dari mana.

Kebingungan itu adalah hal yang wajar. Apalagi banyak paparan informasi mengenai bisnis saat ini. Ketika melihat wirausaha A sukses, ada keinginan untuk mengikuti jejaknya. Sewaktu melihat produk yang dikelola wirausaha B menjadi tren, tebersit juga keinginan untuk mengkreasikan produk yang sama.

Namun, yang pasti, satu kunci utama untuk memulai langkah menjadi wirausaha adalah memulainya dengan sesuatu yang kita sukai. Apa yang disukai akan membuat kita lebih konsisten melakukannya. Ketika konsisten dan membuahkan hasil, kita pun akan puas dan bahagia.

Untuk pemula, lihatlah peluang bisnis dengan melihat kecenderungan berdasarkan minat masing-masing. Bisnis harus happy, jadi mulailah dari bidang usaha yang happy untuk bisnis di bidang itu.

Memilih hal yang membahagiakan memang penting, meski itu saja belumlah cukup. Tentunya, dari beberapa hal yang diminati dan membahagiakan, pemula dalam wirausaha haruslah melakukan riset pasar.

Kemudahan teknologi telah membantu pemula untuk bisa melakukan riset secara online. Apalagi, kini dunia bisnis pun sudah merambah ke online. Apa yang sedang disenangi di pasar bisa terlihat secara daring.

Jika ternyata sektor bisnis yang disukai pun sudah banyak diisi wirausaha, sebaiknya pemula jangan langsung mundur. Justru, itulah celah untuk berkreasi mencari terobosan inovasi. Setiap wirausaha pemula harus unggul dalam inovasi, kualitas produk, daya saing harga, kemasan, dan sebagainya.

Meskipun demikian, pemula tidak harus mendalami lebih dulu teori-teori dalam bisnis sebelum memulainya. Pengetahuan dan pengalaman bisa menjadi modal bagi pengembangan bisnis. Bisa kombinasi antara autodidak dan dengan cara menempuh pendidikan. Filosofinya, manajemen adalah art atau seni. Sepanjang kita mau mencoba dan memulai, intuisi manajemen otomatis didapat dan selanjutnya akan memudahkan seseorang untuk memahami aspek teoretisnya.

Setelah pemula menjalankan usaha dan cukup berkembang, tentu tantangan tidak lagi seperti di awal. Meskipun demikian riset pasar penting dilakukan secara berkelanjutan. Wirausaha tidak boleh terlena di zona nyaman yang bisa mengakibatkan inovasi mati atau kendor. 

Pada tahap perkembangan, biasanya dibutuhkan kolaborasi dengan lini bisnis yang sama atau dengan rantai nilai pemasok bahan baku dan bahan antara. Menjalankan bisnis perdagangan juga harus kuat dalam peranan teknologi informasi dan pengembangan jaringan pasar online. Jangan lupa, pelayanan pada konsumen harus tetap nomor satu.

Hambatan
Meskipun peluang dan kemudahan sangat banyak, bagi anak muda, terjun menjadi wirausaha memiliki beberapa hambatan. Bahkan, hambatan itu sebenarnya bisa datang dari diri sendiri dan lingkungan pergaulannya.

Pertama, lingkungan pergaulan anak muda masih belum banyak yang tertarik pada bisnis. Banyak anak muda yang cara pandangnya masih sebagai pekerja atau buruh. Belum lagi minimnya kolaborasi anak muda sehingga proses memulai usaha menjadi terasa berat. Anak-anak muda masih bekerja secara parsial dan tidak memberdayakan potensi kolektif.

Hal itu memberikan pengaruh pada hambatan kedua dari luar diri, yaitu permodalan. Dengan kondisi bunga pinjaman yang sangat tinggi dan persyaratan yang banyak, hal itu membuat para pemula sulit untuk memulai usaha dengan modal pinjaman.
Keempat adalah hambatan dari dalam diri masing-masing, yaitu mentalitas untuk mencoba dan memulai. Keberanian untuk memulai dan mencoba masih sangat minim. Hal itulah yang memengaruhi minimnya anak muda terjun ke dunia bisnis.

Kapan waktu yang tepat untuk memulai wirausaha / bisnis ?
Tidak ada kondisi khusus yang ditetapkan kapan kita bisa mulai terjun sebagai wirausaha. Hal itu karena yang terpenting bukanlah waktu atau patokan usia, tetapi spirit bisnis yang dimiliki.

Daripada berpikir kapan waktu yang tepat untuk memulai wirausaha/bisnis, kalangan muda seharusnya bisa menyatukan gen atau chemistry bisnis yang ada dari berbagai kondisi dan rutinitas yang mereka jalani setiap hari. Meski memang, faktor usia juga berpengaruh pada aspek psikologi dan kedewasaan.

Oleh karena itulah, sedini mungkin anak-anak harus ditularkan spirit bisnis. Jika itu dilakukan, maka kondisi itu akan mempercepat adaptasi remaja untuk masuk ke dunia bisnis.

Setelah tahu apa yang disenangi untuk ditekuni menjadi bisnis, tahu secara teori dan pengalaman dalam hal manajemen bisnis, ditambah ada kolaborasi, apa lagi yang ditunggu? Ayo mencoba, ayo memulai bisnis atau wirausaha! [Vebertina Manihuruk/Maman Soleman/PRM/16122018]