IBX59ED8B2FED208 Kenali Stoma, Sang Lubang Penyelamat Nyawa Anda - Jendela Informasi
Loading...

Kenali Stoma, Sang Lubang Penyelamat Nyawa Anda

Jendela Informasi - Demi menyelamatkan nyawa pembuatan lubang di bagian bawah perut seringkali diperlukan. Lubang ini yang kemudian disebut dengan stoma berfungsi untuk mengeluarkan kotoran dari saluran pencernaan (usus besar). Jika tidak dibuat, maka tubuh akan terus didera penyakit.

Stoma secara harfiah diartikan sebagai mulut, yaitu lubang yang tidak biasa ada di tubuh manusia. Stoma adalah lubang yang.dibuat dokter bedah dengan berbagai tujuan, di antaranya sebagai jalan untuk mengeluarkan feses, urine, sebagai jalan napas, atau sebagai jalan untuk memasukkan makanan atau nutrisi yang bisa dibuat secara temporer (sementara) atau permanen bergantung kondisi penyakit pasien.

Ostomate adalah istilah yang diberikan kepada seseorang yang memiliki stoma. Stoma dapat dibuat di bagian tubuh mana saja bergantung penyakit pasien. Yang paling sering ditemukan di sekitar organ saluran pencernaan, saluran kencing, saluran pernapasan (kerongkongan).

Pada saluran pencernaan, stoma biasanya dibuat untuk penyakit yang menjangkiti usus halus (ileostomi) dan usus besar (kolostomi). Tujuan dibuatnya untuk membuang kotoran karena organ pencernaan (usus halus atau usus, besar) tersumbat dan tidak berfungsi. Biasanya oleh jaringan tumor atau kanker.


Ada dua sifat stoma yang dibuat kepada pasien, permanen atau temporer. Untuk stoma temporer, misalnya, pada kasus bayi yang tidak memiliki anus sejak lahir. Setelah mendapat tindakan pembuatan anus, stoma tersebut bisa ditutup kembali.

Stoma permanen dibuat karena organ yang bersangkutan sudah tidak berfungsi atau sumbatan tumomya tidak bisa diangkat. Beberapa penyakit pada saluran pencernaan yang bisa dilakukan tindakan ostomi antara lain peradangan dan sumbatan pada usus halus, usus besar, terdapat TBC pada usus, demam tifoid sehingga ususnya bocor atau saat tindakan operasi terjadi kasus pecah usus.

Penyakit konginetal (bawaan lahir) juga bisa diberi tindakan ostomi. Antara lain bayi yang tidak memiliki anus, atau mega colon conginetal, yaitu bayi yang lahir memiliki anus tetapi sarafnya tidak ada sehingga otot anus tidak bisa bekerja. Memang lebih banyak pasien kanker pencernaan rektum yang dibuat stoma. Penyebab kanker usus besar memang termasuk paling banyak.

Untuk menjaga kebersihan stoma, para ostomate disarankan mengenakan kantung stoma (stoma bag). Sebuah kantung terbuat dari plastik dengan bukaan untuk ditempel di depan stoma sehingga kotoran dari tubuh bisa tertampung.

Ada beberapa jenis kantung stoma antara lain closed (tertutup) dan drainage (bisa dibuka bagian ujungnya). Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri. Sebisa mungkin kantung stoma tidak terisi bingga penuh, paling baik jika sudah men-apai volume sepertiganya, segera dikeluarkan dan dibersihkan. 

Cara membersihkannya cukup mudah, bisa dengan membilasnya dengan spuit/semprotan dengan air bersih sebelum dipasang kembali. Berbeda dengan satu dekade sebelumnya, kini banyak teknologi kantung stoma yang nyaman untuk pasien seperti memiliki motif dan sebagainya.

Pembuatan stoma bagi setiap orang menimbulkan reaksi yang berbeda. Ada orang yang cepat menerima, ada pula yang perlu waktu untuk menerima kondisinya.

Pada fase awal memiliki stoma, penyandang ostomate sering merasa malu dengan aroma tak sedap atau khawatir tercium orang lain. Hal ini sering menimbulkan kecemasan bahkan stres.

Peran tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat sangat penting dalam proses penerimaan diri pasien terhadap stomanya. Pasien harus sedini mungkin diberikan orientasi mengenai stoma yang akan dibuat untuk mereka dengan berbagai penyebab. Pasien juga mendapat konseling sebelum operasi dilakukan sampai fase rehabilitasi dan harapannya pasien bisa beradaptasi dengan stomanya. Hasil akhirnya, pasien dapat mandiri.

Pengetahuan dan keterampilan dalam merawat stoma secara mandiri sangat penting, (htomate haras diberi pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar terhindar dari kebocoran yang berdampak pada terciumnya bau oleh orang lain dan terjadi masalah pada kulit sekitar stoma oleh feses atau urine berupa irigase, maserasi, dan sebagainya.


Tata Cara Ibadah dengan Kantung Stoma

Di antara persoalan yang harus dihadapi ostomate salah satunya bagi kaum Muslim dan tata cara beribadahnya. Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa mengenai tata laksana ibadah orang dengan stoma pada 2009. Ditetapkan bahwa penyandang stoma secara umum digolongkan pada kategori orang yang diberi keringanan saat beribadah, terutama salat. Untuk tata cara wudu ada dua pilihan. Pertama, mereka harus berwudu setiap hendak salat. Apabila kotoran tetap keluar dari tubuh ke dalam kantung, dianggap tetap sah untuk salat, selama kotoran tidak keluar dari kantung stoma. Jika tetap sulit, ostomate boleh bertayamum.

Untuk ibadah puasa Ramadan, dikembalikan pada kondisi ostomate. Jika merasa sanggup, ia bisa berpuasa sebagaimana mestinya, tetapi jika terbebani karena sakit dari stomanya bisa dengan membayarnya di bulan lain atau dengan cara fidyah. Bahkan, ostomate sekarang sudah nyaman melakukan ibadah umrah dan haji. Prinsipnya, mereka sudah terampil merawat dan menjaga kebersihan kantung stoma.